JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjadi perhatian terhadap pentingnya menjaga integritas tata kelola di lembaga yang memiliki mandat strategis dalam penanganan bencana di Indonesia.
Dalam operasi yang dikonfirmasi KPK pada Selasa tersebut, sebanyak 14 orang diamankan, termasuk Sekretaris Utama BNPB Rustian. Tiga belas orang lainnya terdiri atas pejabat pembuat komitmen (PPK) di lingkungan BNPB dan pihak swasta.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, seluruh pihak yang diamankan tengah menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami keterkaitan masing-masing pihak dengan peristiwa yang menjadi dasar operasi tersebut.
“Dalam peristiwa ini, tim KPK mengamankan sejumlah 14 orang, di antaranya merupakan Sekretaris Utama atau Sestama,” kata Budi Prasetyo di Yogyakarta, Selasa (13/10).
KPK belum menyampaikan secara terperinci identitas 13 orang lainnya maupun konstruksi perkara yang sedang ditangani. Lembaga antirasuah itu juga menjadwalkan gelar perkara di tingkat pimpinan pada Selasa malam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan.
OTT tersebut dikonfirmasi sebagai operasi tangkap tangan ke-22 yang dilakukan KPK sepanjang 2026. Ketua KPK Setyo Budiyanto membenarkan adanya operasi di lingkungan BNPB ketika dikonfirmasi di Jakarta.
Akuntabilitas Menjadi Perhatian
Penindakan terhadap sejumlah pejabat dan pihak swasta ini menempatkan persoalan akuntabilitas birokrasi dalam perhatian publik. Keterlibatan pejabat pembuat komitmen dalam pemeriksaan juga membuat proses pengadaan dan hubungan kerja antara instansi pemerintah dengan pihak swasta menjadi salah satu aspek yang perlu dicermati, meskipun rincian dugaan perkara belum diumumkan secara resmi.
Dalam tata kelola pemerintahan, transparansi proses pengadaan, kepatuhan terhadap prosedur, serta pengawasan terhadap penggunaan anggaran merupakan bagian penting untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan.
Bagi lembaga penanggulangan bencana, tata kelola yang akuntabel juga penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pelaksanaan mandat kelembagaan. Namun, substansi perkara yang sedang ditangani KPK masih harus menunggu penjelasan resmi berdasarkan hasil pemeriksaan dan gelar perkara.
Karena itu, perkembangan OTT di BNPB perlu ditempatkan dalam kerangka penegakan hukum yang mengedepankan bukti dan proses yang berlaku. Status hukum masing-masing pihak belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan tindakan pengamanan dalam operasi tersebut.
KPK dijadwalkan menyampaikan perkembangan lebih lanjut setelah gelar perkara. Hasil proses tersebut akan menjadi dasar untuk mengetahui status hukum para pihak sekaligus memperjelas perkara yang sedang ditangani.
Perkembangan kasus ini kini dinantikan, terutama untuk memperoleh kejelasan mengenai dugaan peristiwa yang melatarbelakangi OTT, pihak-pihak yang terkait, serta langkah hukum yang akan ditempuh KPK selanjutnya./ant/



















![Polisi antihuru-hara berhadapan dengan siswa SMA saat unjuk rasa di Paris [Yves Herman/Reuters]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/10/Pelajar-prancis-680x533.jpg)





















