www.bisnistoday.co.id
Minggu , 11 Oktober 2026
Home HEADLINE NEWS Pasar Cermati Kebijakan Menkeu Baru, Mirae Asset: Ada Peluang di Tengah Volatilitas
HEADLINE NEWS

Pasar Cermati Kebijakan Menkeu Baru, Mirae Asset: Ada Peluang di Tengah Volatilitas

Rully Arya Wisnubroto
Rully Arya Wisnubroto, Senior Economist Mirae Asset Sekuritas./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Pergantian Menteri Keuangan dari Sri Mulyani Indrawati ke Purbaya Yudhi Sadewa dalam reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto menjadi sorotan utama pelaku pasar. PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai arah kebijakan fiskal ke depan akan sangat menentukan dinamika pasar modal maupun ekonomi nasional.

Chief Economist & Head of Research Mirae Asset, Rully Arya Wisnubroto, menjelaskan bahwa pasar tengah menanti kepastian terkait strategi kebijakan fiskal Purbaya. “Sejak 2016, Sri Mulyani dikenal menekankan disiplin fiskal dan transparansi anggaran. Dengan pergantian ini, mandat Presiden kepada Menteri Keuangan baru adalah mempercepat pencapaian pertumbuhan ekonomi 8%,” ujarnya dalam acara Media Day: September 2025 yang digelar Mirae Asset, Selasa (23/9).

Menurut Rully, sejumlah kebijakan ekonomi di bawah kepemimpinan Purbaya diperkirakan lebih ekspansif, dengan penekanan pada belanja pemerintah dan dukungan terhadap program prioritas. Salah satunya melalui penyaluran dana kredit Rp200 triliun ke bank-bank BUMN. “Pergeseran dari disiplin fiskal menuju kebijakan pro-growth akan menjadi tema utama, termasuk optimalisasi peran sektor swasta dan pemerintah dalam mendorong investasi dan konsumsi,” kata Rully.

Namun, ia mengingatkan bahwa pasar masih berhati-hati menanti kejelasan soal keberlanjutan fiskal. “Pasar masih menantikan kepastian apakah kebijakan ekspansif ini akan tetap menjaga keberlanjutan fiskal. Ketidakpastian tersebut menjadi salah satu faktor yang menahan pergerakan indeks saham dan meningkatkan volatilitas pasar obligasi,” jelasnya.

Potensi Pelemahan Pasar

Mirae Asset memprediksi pelemahan pasar saham masih berpotensi berlanjut dalam jangka pendek. Meski begitu, kondisi ini justru dapat dimanfaatkan investor untuk melakukan buy on weakness pada saham-saham pilihan. “Kami melihat sektor perbankan, khususnya bank BUMN, berpotensi membaik dengan adanya penyaluran dana Rp200 triliun, asalkan tidak menimbulkan lonjakan kredit bermasalah,” kata Rully.

Selain perbankan, Mirae Asset juga merekomendasikan sejumlah saham emiten seperti TLKM, TOWR, MTEL, JPFA, KLBF, dan BRPT yang dinilai menarik dalam periode konsolidasi.

Acara Media Day yang digelar rutin oleh Mirae Asset ini menjadi ajang untuk menyampaikan pembaruan informasi seputar prospek pasar, kebijakan ekonomi, serta peluang investasi bagi investor ritel maupun institusi.//

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Mendag
HEADLINE NEWS

Pemerintah Dorong Generasi Muda Jajaki Usaha Waralaba

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Para pelaku usaha diajak untuk memanfaatkan Trade Expo Indonesia...

Tarif OJOL
HEADLINE NEWS

Berikan Kepastian Hukum Pengemudi Ojek Online, Pemerintah Terbitkan Perpres No. 27 Tahun 2026

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Pemerintah resmi menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026...

Produk Kriya
HEADLINE NEWS

Inacraft Youthpreneurs 2026 : Produk Kriya Didukung Teknologi Optimis Masuk Pasar Global

JAKARTA, Bisnistoday.co.id- Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak para pelaku usaha lokal untuk...

Pembukaan TEI 2025
HEADLINE NEWS

TEI 2026 : Para Buyer Disediakan Zona Khusus Kopi, Teh, dan Kakao Saat Pameran

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Kementerian Perdagangan terus mematangkan persiapan Trade Expo Indonesia (TEI)...