www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 10 Oktober 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Pasar Khawatirkan The Fed Naikan Suku Bunga, Rupiah Ditutup Melemah
BursaBURSA & KORPORASI

Pasar Khawatirkan The Fed Naikan Suku Bunga, Rupiah Ditutup Melemah

Rupiah melemah
Kurs rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu (24/07) ditutup melemah tipis
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (7/02) ditutup turun 93 poin keposisi Rp15.148 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya diposisi Rp15.055 per dolar AS. Pelaku pasar khawatir bank sentral AS, The Fed kembali menaikkan suku bunga acuannya.

Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova mengatakan, data tenaga kerja AS yang menguat memberikan sinyal penguatan prospek ekonomi AS ke depan sehngga memberikan ruang bagi The Fed menaikkan suku bunganya guda mengejar target inflasi sebesar 2 persen.

Rupiah hari ini diperdagangkan melemah terhadap dolar AS seiring dengan penguatan dolar terhadap sejumlah mata uang utama karena data pekerja AS yang kuat memberi sinyal akan berlanjutnya tren kenaikan suku bunga oleh The Fed.

Menurut Rully, tren kenaikan suku bunga The Fed mengakibatkan margin suku bunga dengan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) semakin menipis sehingga rupiah menjadi kurang menarik lagi.

Pada Jumat (3/2/2023), laporan ketenagakerjaan Departemen Tenaga Kerja AS yang diawasi ketat menunjukkan bahwa data penggajian nonpertanian (NFP) melonjak 517.000 pekerjaan bulan lalu. Para ekonom dalam jajak pendapat Reuters memperkirakan kenaikan 185.000.

Sentimen global memburuk setelah data menunjukkan kekuatan di pasar tenaga kerja AS meningkatkan kekhawatiran bahwa The Fed dapat terus menaikkan suku bunga lebih lama.

Sementara dari dalam negeri, data pertumbuhan ekonomi yang kuat akan menahan pelemahan rupiah lebih dalam lagi.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia tahun 2022 tumbuh sebesar 5,31 persen, lebih tinggi dibanding capaian tahun 2021 yang mengalami pertumbuhan sebesar 3,70 persen.

Menurut Kepala BPS Margo Yuwono, realisasi pertumbuhan ekonomi 2022 yang sebesar 5,31 persen dibanding tahun sebelumnya (year-on-year/yoy) merupakan pertumbuhan yang tertinggi sejak 2013.

Perekonomian Indonesia pada triwulan IV-2022 mampu tumbuh 5,01 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy) berkat seluruh lapangan usaha yang tumbuh positif.

Lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi adalah transportasi dan pergudangan serta akomodasi dan makan minum. Namun, industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi.

Rupiah pada pagi hari dibuka tergelincir ke posisi Rp15.117 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp15.117 per dolar AS hingga Rp15.151 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa turun ke posisi Rp15.139 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya Rp15.055 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Raih Dua Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026

JAKARTA, Bisnistoday-PT Asuransi BRI Life (BRI Life) meraih dua penghargaan Silver dalam...

BURSA & KORPORASIKorporasi

Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Life Hadirkan Apresiasi dan Layanan Kepada Nasabah

JAKARTA, Bisnistoday - Memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026, Asuransi BRI Life kembali...

Samuel Sekuritas
BursaHEADLINE NEWS

Samuel Sekuritas : Pemulihan Pasar Saham Bergantung Isu Nilai Tukar Rupiah dan Besaran Bunga

JAKARTA, Bisnistoday – Investor sampai saat ini masih mempertanyakan mengenai kapan Indeks...

GEDUNG BEI
Bursa

IHSG Kembali Menguat, Asing Kembali Akumulasi Saham Bank Besar

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia melihat penguatan Indeks Harga...