www.bisnistoday.co.id
Kamis , 22 Oktober 2026
Home HEADLINE NEWS Pasar Saham Makin Menggoda, Investor Asing Ramai-ramai Masuk ke Indonesia
HEADLINE NEWS

Pasar Saham Makin Menggoda, Investor Asing Ramai-ramai Masuk ke Indonesia

GEDUNG BEI
Papan Pemantau Digital Pasar Saham di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, belum lama ini.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Pasar saham Indonesia mulai memasuki periode yang makin atraktif. Optimisme terhadap prospek pertumbuhan ekonomi nasional bikin minat investor khususnya asing, mengalir deras ke Bursa Efek Indonesia. Kondisi ini berbanding terbalik dengan pasar obligasi negara (SBN) yang justru sedang kurang diminati.

Senior Analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, mencatat bahwa IHSG pada Jumat (14/11) terkoreksi tipis 0,02% ke level 8.370,4. Di saat yang sama, Rupiah ditutup melemah di 16.712 per USD, tertekan oleh meningkatnya ketidakpastian terkait kemungkinan pemangkasan suku bunga The Fed (FFR) menjelang 10 Desember 2025. Ketidakpastian ini muncul karena AS belum merilis data ekonomi penting yang biasanya jadi penentu arah kebijakan.

Indeks Dollar AS (DXY) tercatat masih stabil di atas level 99, didorong oleh turunnya ekspektasi pemangkasan FFR. Dampaknya, harga emas global terkoreksi dalam dua hari terakhir dan ditutup pada USD 4.168,7. Sementara itu, sentimen di pasar SBN masih relatif terjaga—CDS 5 tahun Indonesia stabil di 74,95, meski mencatat kenaikan tipis dalam dua hari terakhir.

Dana Asing Masuk ke Saham, Keluar dari Obligasi

Sepanjang bulan November, investor asing tercatat lebih agresif mengalirkan dana ke pasar saham. Net inflows asing mencapai Rp7,5 triliun, jauh lebih tinggi dibandingkan SBN yang justru mencatat net outflows Rp5,5 triliun.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa investor global saat ini lebih percaya pada prospek kinerja perusahaan-perusahaan Indonesia dibandingkan stabilitas fiskal jangka menengah.

Menurut analis, meningkatnya selera investor terhadap saham dipengaruhi harapan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan menguat dalam beberapa kuartal ke depan. Sementara itu, kekhawatiran terkait laju inflasi dan kondisi fiskal membuat pasar SBN tampak kurang seksi di mata investor asing. //

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Menperin
HEADLINE NEWS

Menperin Sarmuji Janjikan Berbagai Kemudahan dan Keringanan untuk Mobil Hybrid dan REEV

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mendorong pemberian insentif nonfiskal...

Dewan Gubernur
HEADLINE NEWS

BI Rate Bertahan di 5,75%, Bank Indonesia Jaga Stabilitas Rupiah dan Daya Dorong Ekonomi

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan atau BI...

GEDUNG BEI
HEADLINE NEWS

Pasar Masih Volatile, Mirae Asset Sekuritas Soroti Fundamental dan Reformasi Pasar Modal

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menekankan pentingnya strategi investasi...

Menperin
HEADLINE NEWS

Pertumbuhan Industri Galangan Mulai Memperlihatkan Geliat Perbaikan

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Kinerja pembangunan kapal baru nasional mulai memperlihatkan perkembangan yang...