JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (21/03) ditutup menguat 7,22 poin ke posisi 7.339,35. Sementara indeks LQ45 naik 1,84 poin ke posisi 994,77.
Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Kamis (21/03) menyebut, pelaku pasar menyambut positif Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai pemenang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2024 yang berjalan lancar.
Selain itu, faktor yang memengaruhi IHSG lainnya adalah Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate tetap enam persen pada Maret 2024, suku bunga Deposit Facility tetap di posisi 5,25 persen, dan Lending Facility sebesar 6,75 persen.
Keputusan mempertahankan BI Rate pada level enam persen konsisten dengan fokus kebijakan moneter yang pro stability yaitu untuk menjaga stabilitas rupiah dan langkah preemptive dan forward looking untuk memastikan inflasi sesuai sasaran 2,5 plus minus 1 persen.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor meningkat yaitu dipimpin sektor teknologi yang naik sebesar 1,48 persen, diikuti sektor barang baku dan sektor properti yang masing-masing naik 1,19 persen dan 0,97 persen.
Sedangkan, tiga sektor terkoreksi yang mana sektor infrastruktur turun paling dalam yakni minus 0,29 persen, diikuti sektor barang konsumen primer dan sektor kesehatan yang masing-masing minus 0,28 persen dan 0 ,23 persen.
Baca juga: Pasar Merespon Positif Kebijakan BI Menahan Suku Bunga, IHSG Menguat
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu MAYA, MKAP, RSCH, VISI dan BIMA. Sedangkan, saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni JARR, ENZO, INET, LIVE, dan DSNG.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.186.873 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 16,43 miliar lembar saham senilai Rp10,72 triliun. Sebanyak 306 saham naik, 204 saham menurun, dan 254 tidak bergerak nilainya.
Rupiah Menguat
Di pasar uang, kurs rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat karena bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed menahan suku bunga acuan atau Fed Funds Rate (FFR) pada kisaran 5,25 persen hingga 5,50 persen.
Pada akhir perdagangan Kamis, kurs rupiah menguat 54 poin atau 0,35 persen menjadi Rp15.669 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.723 per dolar AS.
“Sesuai perkiraan, Fed kembali mempertahankan Fed Funds Rate di level 5,25 persen sampai dengan 5,50 persen pada rapat Federal Open Market Committee bulan Maret 2024,” kata Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede kepada seperti dikutif Antara.
Josua menuturkan The Fed tetap mempertahankan stance mengenai penurunan suku bunga sebesar 75 basis poin (bps) pada 2024 meskipun indikator ekonomi AS tetap solid dan perkembangan disinflasi melambat.
Namun, The Fed merevisi penurunan suku bunga pada 2025 dari penurunan suku bunga sekitar 100 bps menjadipenurunan suku bunga 75 bps.
The Fed juga merevisi target FFR jangka panjang menjadi 2,6 persen dari 2,5 persen, yang mengindikasikan bahwa beberapa anggota FOMC memperkirakan kondisi perekonomian AS cenderung lebih solid terhadap tingkat suku bunga kebijakan yang relatif tinggi.
Secara khusus, Fed merevisi proyeksi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) dan inflasi inti tahun 2024. Pertumbuhan PDB direvisi naik menjadi 2,1 persen dari 1,4 persen, dan inflasi inti direvisi naik menjadi 2,6 persen dari 2,4 persen.
Ketua The Fed, Jerome Powell menegaskan bahwa kebijakan moneter restriktif masih akan dilonggarkan pada tahun ini. Lebih lanjut, Powell menyebutkan bahwa Fed dapat memperlambat laju Quantitative Tightening.
Proyeksi terbaru dari Fed dan pernyataan Jerome Powell memberikan sinyal dovish kepada pasar, meningkatkan kemungkinan penurunan suku bunga pada Juni 2024.
Sentimen risk-on membaik sehingga mendorong pelemahan dolar AS terhadap mata uang utama. Indeks dolar AS ditutup melemah 0,41 persen menjadi 103,39.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis menguat ke level Rp15.662 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.727 per dolar AS./










































