JAKARTA, Bisnistoday – Perumda Pasar Jaya mengajak investor untuk turut berpartisipasi dalam pengembangan 153 pasar tradisional di DKI Jakarta. Sebanyak dua pasar dari tiga pasar yang telah dikembangkan mixed use antara hunian, pasar dan perkantoran. Sedangkan, untuk pasar Rumput dibangun dengan dukungan pemerintah pusat.
“Kedepan memang model mixed use tersebut akan dikembangkan di berbagai pasar tradisional di DKI Jakarta. Dua yang sudah melibatkan investasi swasta seperti pasar Senen, dan Pasar Jembatan Dua,” ungkap Kahumas, Perumda Pasar Jaya, Agus Lamun di Jakarta, Senin (12/6).
Agus mengatakan, konsep mixed use akan diterapkan ke pasar tradisional lainnya. Seperti pasar Mampang, akan dikembangkan dengan konsep yang sama. Perumda Pasar Jaya terbuka dengan bermitra swasta. “Bisa di lokasi pasar tradisional dibangun rusun atau hunian vertikal. Ini tentu lebih menguntungkan,” ujarnya.
Menurut Agus Lamun, pengembangan pasar tradisional tidak cukup hanya menyediakan sarana saja, yang harus diperhatikan adalah perilaku para pedagang juga harus ditingkatkan.
”Sudah ada penghuni didekatkan dengan pasar tradisional, namun juga berbalik bagaimana upaya para pedagang sendiri untuk maju, terutama kebiasaanya harus diubah,” terangnya.
Agus Lamun mengaku, masih banyak kios yang belum terisi di berbagai pasar tradisional. Nantinya apabila sudah habis masa sewa sekitar 20 tahun, maka pengembangan pasar akan dilakukan dengan mengajak partner. “Space yang kosong tersebut akan dijadikan hunian vertikal sehingga lebih optimal, serta pasar juga makin hidup,” tambahnya./





































