JAKARTA, Bisnistoday – Saiful Mujani Research & Cosulting (SMRC) mengungkapkan dalam survei bahwa Partai PDI Perjuangan mendapatkan dukung kuat terbesar untuk para pemilih kritis. Pemilih kritis pada umumnya tidak mudah goyah atau dipengaruhi, dan sebaliknya bisa mempengaruhi pemilih lain.
Pemilih yang memiliki telepon/cellphone merupakan indikasi kelompok pemilih kritis. Mereka cenderung punya kesempatan lebih besar untuk mendapat informasi sosial-politik dibanding yang tidak punya telepon/cellphone, dan karena itu kritis dalam menilai berbagai persoalan.
SMRC telah menyurvei pada 18-19 April 2023 dengan sampel 831 responden, margin of error survei diperkirakan +/-3.5% pada tingkat kepercayaan 95%, asumsi simple random sampling. Pemilihan sampel dilakukan melalui metode random digit dialing (RDD). RDD adalah teknik memilih sampel melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak.
Dari hasil temuan SMRC, kepada redaksi Bisnistoday, apabila pemilu diadakan ketika survei terakhir dilakukan pada 18-19 April 2023, PDIP mendapat dukungan terbesar di kelompok pemilih kritis, 16,1%, disusul Gerindra 11,7%, Golkar 8.7%, PKB 6.1%, Demokrat 5.1%, Nasdem 4.9%, PKS 4.4%. Partai-partai lain di bawah 4%.Selain itu, masih ada 31.2% warga belum menentukan pilihan.
Dalam jangka yang panjang, April 2020 – April 2023, dukungan pemilih kritis kepada PDIP menurun dari 23,1% menjadi 16,1%. Sebaliknya Golkar cenderung naik dari 5,1% menjadi 8,7%. Sementara itu dukungan untuk partai-partai lain tidak mengalami perubahan yang signifikan (perubahan di bawah 3%).
Sementara, untuk pendukung berdasarkan kewilayahan maka dukungan partai di Sumatera cukup variative yakni PDIP unggul di Sumut, Sumsel dan Lampung, Demokrat unggul di Aceh, Gerindra unggul di Sumbar dan Jambi, dan Golkar unggul di Bengkulu.
Untuk di Pulau Jawa dan Bali PDIP sementara unggul dari partai lain, terutama di Bali dan Jawa Tengah. Variasi dukungan juga terlihat di luar Sumatera dan Jawa. PDIP unggul terutama di NTT, Kalbar, Kalteng, Sulut, dan wilayah Maluku-Papua. Golkar unggul terutama di Gorontalo, kemudian Sulsel. Gerindra unggul terutama di Sultra. Sementara NasDem unggul di Sulteng./










































