www.bisnistoday.co.id
Rabu , 30 September 2026
Home EKONOMI Energi Pemerintah Resmikan Mini LNG Plant di Jawa Timur, Dukung Optimalisasi Sumber Energi Domestik
Energi

Pemerintah Resmikan Mini LNG Plant di Jawa Timur, Dukung Optimalisasi Sumber Energi Domestik

Mini LNG
MENTERI ESDM, Bahlil Lahadalia, resmikan Mini LNG Plant./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintah terus mengoptimalkan pemanfaatan sumber energi dalam negeri untuk mendukung tercapainya Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yakni ketahanan dan kemandirian energi. Untuk mencapainya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meresmikan Mini LNG Plant PT Sumber Aneka Gas di Tuban, Jawa Timur untuk mendorong pemanfaatan gas bumi demi memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional. Terlebih lagi di tengah kondisi geopolitik yang tidak menentu seperti saat ini, di mana seluruh negara mengoptimalkan sumber energi dalam negerinya.

“Saya melihat ini adalah sebuah karya nyata dari sebuah perusahaan yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri kita. Apalagi ini kan menghasilkan ada LNG, ada LPG, ada kondensat, dan ada CNG juga. Nah ini adalah merupakan bentuk daripada bauran energi dalam mengurangi impor LPG kita,” ujar Bahlil pada sambutannya di Tuban, Kamis (25/6).

Mini LNG Plant PT Sumber Aneka Gas (SAG) merupakan fasilitas pengolahan gas yang menghasilkan multi-produk energi berupa LNG, CNG, LPG, kondensat, dengan rencana CO2 liquid. Suplai gas berasal dari Lapangan Sumber PT Pertamina Hulu Energi Tuban East Java hingga 2035 sebesar 15 MMSCF per hari. Kapasitas produksi maksimal dari mini LNG plant ini setara dengan 55.300 ton per tahun dengan kapasitas tangki sebanyak 1.600. Adapun kapasitas produksi untuk jenis lainnya seperti LPG 9.800 ton per tahun, gas kondensat 19.600 barrel per tahun, dan CO2 (liquid) 21.000 ton per tahun.

Seluruh komoditas dari Mini LNG plant ini akan diserap sektor industri, retail, dan pembangkit listrik di Jawa, Bali, hingga Sulawesi. Output produksi dan infrastruktur penyimpanan dirancang untuk mendukung rantai pasok LNG berbasis transportasi darat.

“Nah ini sangat membantu industri dalam rangka memberikan kepastian terhadap bahan baku. Sekarang kita di Jawa Timur masih oke, harganya masih oke. Di Jawa Barat, Banten, Bekasi, Jakarta, itu terjadi koreksi Karena HGBT kita lagi menurun, karena lifting di sana lagi menurun. Terpaksa kita pakai LNG, sehingga harganya memang agak naik. Nah ini yang kita harus cari jalan tengah untuk mendorong ke sana,” imbuh Bahlil.

Bahlil juga memberi arahan kepada pemasok gas, yakni PT Pertamina Hulu Energi Tuban East Java agar mendukung keberlanjutan proyek ini hingga kontrak selesai di tahun 2035 mendatang.

“Tolong disupport ya. Jangan sampai kalian 2 tahun terus macet-macet kan, tidak boleh. Orang sudah investasi besar ini, jadi support terus, pegang itu kontrak, jangan diubah-ubah kontraknya supaya mereka ada kepastian dalam melakukan investasi dalam ke depan,” tegas Bahlil.

Fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik, memperkuat keandalan pasokan energi bagi sektor industri dan pembangkitan, mengurangi penggunaan bahan bakar yang lebih mahal dan beremisi lebih tinggi, serta meningkatkan daya saing ekonomi nasional.

Pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan proyek-proyek strategis seperti ini. Kehadiran Mini LNG Plant PT Sumber Aneka Gas menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat ketahanan energi nasional, meningkatkan daya saing industri, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan diperlukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya energi nasional demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Energi

PHE Lepas Pantai Bunyu Sosialisasikan Rencana Eksplorasi di Kalimantan Utara

TANJUNG SELOR, Bisnistoday.co.id – PT Pertamina Hulu Energi Lepas Pantai Bunyu (PHE...

Wartsila, perusahaan teknologi global asal Finlandia, berpartisipasi di Enlit Asia – MKI Electricity Connect, dengan menghadirkan teknologi mesin dual-fuel Wärtsilä 34DF yang mengedepankan fleksibilitas jaringan listrik untuk mendukung semakin meningkatnya kebutuhan pasokan listrik di Indonesia.(dok:Ist)
Energi

Fleksibilitas Jaringan Listrik jadi Kunci Percepatan Energi Terbarukan dan Pertumbuhan Pusat Data AI

JAKARTA, Bisnistoday - Indonesia memasuki fase baru dalam transisi energinya, yang didorong...

Pameran listrik
Energi

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Perkuat Kolaborasi Menuju Ketahanan Energi ASEAN

JAKARTA, Bisnistoday – Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 resmi dibuka...

Energi

JTB Zona 12 Bidik Proper Hijau, Perkuat Budaya HSSE Sejak Tahap Konstruksi hingga Operasi

BOJONEGORO, Bisnistoday - Komitmen terhadap aspek keselamatan, keamanan dan lingkungan menjadi fondasi...