www.bisnistoday.co.id
Rabu , 30 September 2026
Home HEADLINE NEWS Permintaan Naik, Harga Emas Kembali Meningkat Periode II Agustus 2026
HEADLINE NEWS

Permintaan Naik, Harga Emas Kembali Meningkat Periode II Agustus 2026

Toko Emas
AKTIFITAS Toko Emas Hardinata./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Perdagangan telah menetapkan Harga Patokan Ekspor (HPE) dan Harga Referensi (HR) untuk komoditas emas pada periode kedua Agustus 2026. HPE emas ditetapkan sebesar USD 131.777,67 per kilogram atau naik 0,65 persen dari periode pertama Agustus 2026 yang sebesar USD 130.921,50 per kilogram. Kemudian, HR emas juga naik menjadi USD 4.098,75 per troy ounce (t oz) dari USD 4.072,12 per t oz.

Ketentuan HPE dan HR emas ditetapkan dalam “Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1716 Tahun 2026 tentang Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar”. Kepmendag tersebut berlaku untuk periode 15–31 Agustus 2026.

“Naiknya HPE dan HR emas dipengaruhi penurunan suku bunga acuan global yang menyebabkan potensi keuntungan dari instrumen seperti deposito menjadi kurang optimal. Hal ini mendorong investor untuk memindahkan likuiditasnya ke komoditas emas untuk melindungi nilai aset,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana dalam keteranganya di Jakarta, Minggu (16/8).

Menurut Tommy, kondisi peralihan investasi tersebut berdampak langsung pada meningkatnya permintaan emas di pasar global. Dengan pasokan emas yang cukup terbatas, situasi ini memicu kenaikan harga emas di pasar internasional.

Selain itu, melemahnya nilai tukar mata uang utama global serta menurunnya tingkat imbal hasil obligasi di pasar internasional turut menjadi faktor yang mendorong peningkatan HPE dan HR emas periode II Agustus 2026. Tommy juga menyampaikan, nilai emas tercatat naik 0,65 persen selama periode pengumpulan data.

HPE dan HR emas ditetapkan berdasarkan data dan masukan teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang mengacu pada publikasi London Bullion Market Association (LBMA). “Penetapan dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga berdasarkan informasi, data, dan masukan yang disampaikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian,” ujar Tommy./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Pantai Batam
HEADLINE NEWS

Investasi Asing : Kunci Batam menjadi “Dubai Kecil” di Sumatera

BATAM, Bisnistoday.co.id- Batam memiliki peluang besar untuk naik kelas menjadi salah satu...

GEDUNG BEI
HEADLINE NEWS

IHSG Terperosok, Tekanan Eksternal dan Rupiah Meningkat

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Tekanan eksternal kembali membayangi pasar keuangan Indonesia. Indeks Harga Saham...

Kemendag
HEADLINE NEWS

Kemendag Sinergikan Kemitraan Perdagangan dan Investasi Indonesia-Afrika

JAKARTA, Bisnistoday.co.id– Kementerian Perdagangan dukung peningkatan kemitraan perdagangan dan investasi Indonesia dengan...

KIT Batang
HEADLINE NEWS

Industri Didorong Untuk Utamakan Pemenuhan Pasar Domestik

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Kementerian Perindustrian mendorong pemenuhan pasar domestik Indonesia bagi industri...