www.bisnistoday.co.id
Senin , 26 Oktober 2026
Home OPINI Gagasan Pjs Gubernur DKI Jakarta Jangan Khianati Demokrasi
GagasanOPINI

Pjs Gubernur DKI Jakarta Jangan Khianati Demokrasi

PENUNJUKAN PJ GUBERNUR DKI : Pengamat meninta Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, tidak mengkhianati demokrasi.
Social Media

Spekulasi tentang siapa penjabat sementara (Pjs) DKI Jakarta yang menggantikan gubernur DKI Jakarta saat ini Anies R Baswedan akhirnya terjawab. Presiden Jokowi akhirnya memutuskan Heru Budi Hartono Kepala Sekretaris Presiden sebagai penjabat sementara gubernur DKI Jakarta.

Heru Budi Utomo lahir pada 13 Desember 1965 di Medan, Sumatera Utara.Pada 2014 di masa gubernur DKI Basuki Tjahya Pirbala (Ahok) Heru Budi Utomo diangkat sebagai walikota Jakarta Utara. Hanya setahun Tahun yaitu 2015, ia dipromosikan menjadi Kepala Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah DKI Jakarta.

Kemudian pada tahun 2017 Heru Budi Hartono diangkat oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres). Dari rekam jejak yang ada memang terlihat bahwa Heru Budi Utomo ini adalah seorang birokrat yang dekat baik dengan Ahok maupun Jokowi. 

Bisa jadi itu adalah alasan kuat mengapa akhirnya Presiden Jokowi memilih Heru Budi Hartono sebagai Penjabat Sementara Gubernur DKI Jakarta per 17 Oktober 2022. 

Sebagai seorang penjabat yang bukan dipilih oleh rakyat tetapi ditunjuk oleh pemerintah pusat maka tidak sedikit publik yang khawatir penjabat ini bertindak lebih mementingkan kepentingan pihak yang menunjuknya daripada kepentingan masyarakat banyak. 

Maka baik legislatif maupun masyarakat DKI harus mengawasi langkah langkah yang dilakukan oleh Penjabat gubernur Sementara ini selama 2 tahun ke depan. 

Apalagi memasuki tahun tahun politik ke depan. Dimana sebelumnya pasca reformasi para pejabat daerah baik gubernur,bupati dan walikota kecuali Gubernur DIY dan walikota di Jakarta dipilih semuanya oleh rakyat melalui pilkada dan bukan ditunjuk oleh pemerintah pusat. 

Penunjukzn Pejabat

Potensi para penjabat ini melakukan abuse of power memang sangat kuat. Karena dalam hal ini yang bersangkutan bisa menduduki posisi strategis tersebut adalah karena ditunjuk oleh penguasa dan bukan oleh pilihan rakyat sehingga potensi untuk berbuat untuk kepentingan sang penunjuk akan jauh lebih besar dibanding kepentingan masyarakat di daerah tersebut.

Apalagi Atas pelantikan Heru Budi Utomo sebagai Penjabat Gubernur Jakarta  sendiri Bonyamin Saiman Koordinator Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) bahkan meminta untuk membatalkan karena Heru Budi Utomo ini memiliki rekam jejak yang tidak baik selama dirinya  menjabat di DKI Jakarta. 

Ketika menjabat Kepala BPKAD Jakarta Heru Budi sempat diperiksa KPK terkait suap reklamasi pantai Jakarta. Heru Budi juga terseret kasus pembelian tanah Cengkareng dan RS Sumber Waras dimasa Ahok sebagai Gubernur Jakarta. 

Ini semakin mengkhawatirkan tentang penjabat sementara DKI Jakarta ini. Bagaimana orang yang memiliki banyak catatan korupsi malah justru dipilih sebagai Penjabat Gubernur DKI Jakarta. 

Bukankah ini suatu pelanggaran hukum. Dan terkait kedekatan Heru Budi dengan Ahok maka ini akan semakin menguatkan bahwa Kepentingan Ahoklah akan kembali berkuasa terhadap DKI Jakarta setelah kalah pilkada demokratis oleh Anies Baswedan./

Oleh : Achmad Nur Hidayat Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

IHSG Anjlok
Gagasan

Pasar Modal Bisa Runtuh Ketika Kepercayaan Punah

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Pasar modal bukan sekadar tempat bertemunya penjual dan pembeli...

OJOL beroperasi di jalan raya.
Gagasan

Dilema Sepeda Motor: Antara Perjuangan Hidup dan Ancaman Keselamatan

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Setiap pagi, jutaan sepeda motor menyerbu jalanan Indonesia. Di balik...

SUMUR MIGAS
Gagasan

Hulu Migas Nasional di Persimpangan: Produksi Bertahan, Investasi dan Perizinan Jadi Ujian

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Ditengah meningkatnya ketegangan geopolitik Timur Tengah yang berpotensi mengguncang harga...

Layanan Transportasi
Gagasan

Integrasi Transportasi Jakarta: Satu Aplikasi, Bukan Banyak Aplikasi

JAKARTA, Bisnistoday.co.id- Integrasi transportasi publik Jakarta memasuki babak penting menjelang 2027. Namun, di...