www.bisnistoday.co.id
Selasa , 9 Desember 2025
Home EKONOMI PSI Minta OJK Segera Jelaskan Duduk Soal Kredit Macet di Bank Mayapada
EKONOMIPerbankan & Asuransi

PSI Minta OJK Segera Jelaskan Duduk Soal Kredit Macet di Bank Mayapada

Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (DPP PSI), Andre Vincent Wenas
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kasus kredit macet di Bank Mayapada dari nasabahnya Ted Sioeng jangan sampai menimbulkan krisis kepercayaan yang meluas di kalangan perbankan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus segara menjelaskan duduk persoalannya secara rinci ke publik.

“Perbankan itu bisnis kepercayaan, itu harus dijaga. Jangan lantaran ulah beberapa oknum rusaklah sistem perbankan kita. OJK mengaku sudah mengungkap kasus ini sejak 2017 berdasar temuan pemeriksaan mereka, tapi entah mengapa kasus ini masih mencuat lagi di 2023, ada apa? OJK sebagai otoritas paling berwenang mesti segera menjelaskan ke publik,” kata Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (DPP PSI), Andre Vincent Wenas dalam keterangan persnya, Jumat (23/6).

Andre mengatakan, dari informasi publik di berbagai media didapat keterangan bahwa debitur atas nama Ted Sioeng mendapat pinjaman kredit dari Bank Mayapada sebesar Rp 1,3 triliun pada 2014 – 2021. Namun Ted Sioeng mengaku memberi kick-back sebesar Rp525 miliar kepada pemilik Bank Mayapada Dato Sri Taher. Kredit itu sekarang macet, debiturnya kabur dan jadi kasus, di pertengahan tahun 2023 ini mencuat ke publik.

Harus Segera Ditangani

Kasus seperti itu, lanjut Andre, harus cepat ditangani, sebelum krisis kepercayaan meluas dan akhirnya merusak sistem perbankan kita. Dimulai dari bank yang relatif kecil seperti Bank Mayapada, tapi bisa merembet ke segala arah. Harus segara dipetakan apa yang sebetulnya terjadi dan siapa saja yang terlibat, jangan ada yang ditutup-tutupi.

“Apakah ada oknum OJK yang tersangkut? Apakah pihak oknum bank dengan debitur yang sekarang kabur ada kolusi atau konspirasi? Siapa saja yang terkait di situ? Seperti apa skemanya? Semua jadi bertanya-tanya, yang kalau tidak di-clear-kan bisa tereskalasi jadi krisis kepercayaan yang meluas,” tegas Andre.

Andre mengingatkan bahwa sistem perbankan itu tidak berdiri sendiri, ada dana pihak ketiga, ada juga sistem asuransi yang menopangnya, dan lain sebagainya. “Jangan gegara nila setitik rusak susu sebelanga,” pungkas Andre./

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Koperasi Jalan Inklusi Ekonomi bagi Penyandang Disabilitas

TANGERANG, Bisnistoday  – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan koperasi merupakan jalan...

PEngurus AAJI
Perbankan & Asuransi

Laporan Kuartal III-2025, AAJI Mencatat Kinerja Industri Asuransi Jiwa Tetap Solid

JAKARTA, Bisnistoday-  Menutup kinerja Kuartal III-2025, Industri asuransi jiwa memperlihatkan pertumbuhan yang solid....

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop dan Timor Leste Kembangkan Kerja Sama Koperasi

JAKARTA, Bisnistoday – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menerima kunjungan tamu kehormatan...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Pemerintah Gandeng Deltras FC Kembangkan UMKM di Stadion Sidoarjo

SIDOARJO, Bisnistoday — Kementerian UMKM menggandeng Deltras FC menjajaki kolaborasi untuk mengembangkan...