www.bisnistoday.co.id
Rabu , 30 September 2026
Home METRO Jakarta Region PT Food TJipinang Jaya Berkinerja Baik
Jakarta RegionMETRO

PT Food TJipinang Jaya Berkinerja Baik

Gd Tjipinang Station
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- PT Food Station Tjipinang Jaya (Food Station) terus mencatatkan kinerja postifnya selama ini. Salah satunya ditunjukkan dengan menyediakan komoditas pangan beras sehingga perseroan mampu menjaga inflasi beras di DKI Jakarta yang relatif stabil dan lebih rendah dari inflasi beras tingkat nasional.

Sebagai BUMD kita ikut menjaga stabilitas harga dengan operasi pasar. Tapi operasi pasar saat ini sangat berkurang. Karena stabilisasi harga di Jakarta sudah sangat baik.

Arief Prasetyo Adi

Kemampuan Food Station dalam menjaga pasokan pangan tak lepas dari lini bisnis perseroan yang bergerak dari hulu hingga hilir. Bahkan kini tak hanya memiliki lahan pertanian yang memproduksi beras, tapi juga sampai memasarkan hingga ke tangan konsumen.

“Sebagai BUMD kita ikut menjaga stabilitas harga dengan operasi pasar. Tapi operasi pasar saat ini sangat berkurang. Karena stabilisasi harga di Jakarta sudah sangat baik,” ujar Arief Prasetyo Adi, Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Kamis (30/4).

Indikator harga beras di Jakarta yang terkendali terlihat dari inflasi di ibukota yang memang rendah. Menurutnya, untuk periode 1 Januari hingga 1 Desember 2019, grafiknya jauh di bawah inflasi beras nasional. Inflasi beras tertinggi terjadi pada Juli 2019 sebesar 0,87 persen. Sementara saat bersamaan inflasi beras nasional malah menembus 4,98 persen.

“Banyak tokoh yang memuji kinerja kami. Kami juga sudah siap menjadi role model perusahaan lain dan siap jika sistemnya harus di-copy paste atau ditiru oleh perusahaan lain. Makanya, beberapa kali Food Station menjalin kerja sama dengan BUMN pangan, tak hanya Bulog ada juga Perhutani, Perindo, dan lainnya,” katanya.

Kinerja Keuangan

Tidak hanya itu, sambung Arief, kinerja keuangan PT Food Station juga mampu menorehkan catatan positif. Sepanjang 2019 , total pendapatannya mencapai Rp 2,1 triliun, dan total perdagangan mencapai Rp 2,1 triliun, dengan perdagangan yang berasal dari operasi pasar sebesar Rp 377,6 miliar.

“Untuk perdagangan operasi pasar ini untuk menjaga harga dan inflasi, jadi tidak menghasilkan margin,” tandasnya.

Kemudian untuk perdagangan dari pasar modern juga mencapai Rp 420,2 miliar, sedangkan dari perdagangan tradisional sebesar Rp 1,7 triliun. Dengan capaian itu perseroan mencatatkan laba operasional sebesar Rp 72,1 miliar dan laba bersih sebanyak Rp 70,7 miliar.

Untuk kontribusi perdagangan, tambah Arief, sebanyak 98,1 persen berasal dari lini perdagangan dan hanya 1,9 persen saja dari sektor properti. Sementara kontribusi penjualan terbesar dari perdagangan tradisional sebanyak 62 persen, operasi pasar 18 persen, dan perdagangan modern 20 persen.”Adapun untuk kontribusi penghasilan dari komoditasnya, beras masih yang tertinggi mencapai 61,10 persen, lalu susu 14,42 persen, telur 6,95 persen dan lainnya,” tandas Arief.

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Jakarta Region

Mobilitas Warga Tak Mengenal Batas Administrasi, Saatnya Tata Kelola Transportasi Jabodetabek Terintegrasi

JAKARTA, Bisnistoday — Mobilitas masyarakat di Jabodetabek tidak mengenal batas administrasi. Masyarakat...

Agus Lamun
Jakarta Region

Tren Pedagang dan Pelayanan di Pasar Induk Kramat Jati Terus Meningkat

JAKARTA, Bisnistoday - Pedagang yang berada di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta...

Sta Angke
Jakarta Region

Kereta Commuter Line Dukung Optimalisasi Konektivitas Menuju Kepulauan Seribu

JAKARTA, Bisnistoday- PT Kereta Api Indonesia (KAI) melalui Commuter Liner mendukung rencana...

LRT JAkarta
Jakarta Region

Agustus Beroperasi, Waskita Karya Finalisasi Penyambungan Rel LRT Jakarta Velodrome-Manggarai

JAKARTA, Bisnistoday - Penyelesaian konstruksi Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B...