www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 26 September 2026
Home EKONOMI Energi PTPN Siapkan Industri Sawit Terintegrasi di Sei Mangkei
Energi

PTPN Siapkan Industri Sawit Terintegrasi di Sei Mangkei

Pemerintah berharap hilirisasi tidak sekadar menjadi program industrialisasi, tetapi juga menjadi fondasi bagi kedaulatan energi dan penguatan ekonomi nasional dalam jangka panjang.

PTPN Percepat Hiirisasi Kelapa Sawit (dok: PTPN)
PTPN Percepat Hiirisasi Kelapa Sawit (dok: PTPN)
Social Media

JAKARTA,Bisnistoday – Sebanyak 13 proyek strategis dengan nilai investasi sekitar Rp116 triliun resmi memasuki tahap pembangunan pada tahun ini. Hal tersebut menandai dimulainya babak baru program hilirisasi nasional.

Langkah ini sebagai upaya memperkuat pengelolaan sumber daya alam sekaligus mendorong kemandirian ekonomi nasional.

Sebagai langkah awal, Rabu (29/4/2026) lalu, Presiden Prabowo Subianto meresmikan groundbreaking Danantara Fase II 2026, di Cilacap, Jawa Tengah,

Dalam sambutannya, Presiden menekankan pentingnya hilirisasi sebagai strategi jangka panjang untuk meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri. “Hari ini cukup bersejarah, kita memulai hilirisasi tahap kedua yang mencakup 13 proyek strategis,” ujar Prabowo.

Menurutnya pemerintah tidak akan berhenti pada tahap ini. Mereka bahkan telah menyiapkan sejumlah proyek lanjutan untuk memperluas cakupan hilirisasi di berbagai sektor, mulai dari energi hingga pertanian.

Program ini juga ditopang konsolidasi pembiayaan melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyebutkan bahwa pihaknya berfokus mengoptimalkan aset strategis BUMN agar proyek hilirisasi memiliki fondasi pendanaan yang kuat.

Menurut Rosan, sinergi antarlembaga menjadi kunci agar proyek berskala besar tersebut berjalan terukur sekaligus memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan.

Di sektor perkebunan, implementasi hilirisasi tahap kedua mulai terlihat melalui pembangunan fasilitas pengolahan kelapa sawit di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Proyek ini digarap oleh sub holding PTPN III (Perseo), PTPN IV PalmCo sebagai bagian dari transformasi industri sawit nasional.

Direktur Bisnis PTPN III (Persero), Ryanto Wisnuardhy, mengatakan pengembangan industri turunan sawit menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan impor energi, khususnya bahan bakar solar.

“Kebutuhan solar kita masih sangat besar. Melalui biodiesel berbasis sawit, kita berupaya memperkuat pasokan dari dalam negeri,” ujarnya. Kebutuhan tersebut diperkirakan meningkat seiring rencana implementasi program campuran biodiesel B50 dalam waktu dekat.

Secara teknis, fasilitas yang dibangun di Sei Mangkei mencakup industri pangan dan energi dalam satu kawasan terpadu.

Di tempat terpisah, Direktur PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa menjelaskan bahwa pabrik oleofood akan memproduksi margarin dan shortening dengan kapasitas 35.000 ton per tahun, serta cocoa butter substitusi sekitar 25.000 ton per tahun.

Selain itu, kata dia, PTPN juga sedang membangun pabrik biodiesel berkapasitas 450.000 ton per tahun dam ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 2028.

 Nilai tambah

 Menurut Jatmiko, pengolahan produk sawit di dalam negeri mampu meningkatkan nilai tambah secara signifikan dibandingkan penjualan bahan mentah. “Jika diolah, nilai ekonominya bisa meningkat hingga belasan kali lipat,” katanya melalui keterangan resmi Jumat (1/5/2026).

Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih, menilai proyek ini dapat mendorong transformasi ekonomi daerah sekaligus membuka lapangan kerja baru. “Hilirisasi tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga mengubah struktur ekonomi dari hulu ke hilir yang lebih modern,” ujarnya.

Dengan dimulainya proyek-proyek ini, pemerintah berharap hilirisasi tidak sekadar menjadi program industrialisasi, tetapi juga menjadi fondasi bagi kedaulatan energi dan penguatan ekonomi nasional dalam jangka panjang.//

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Wartsila, perusahaan teknologi global asal Finlandia, berpartisipasi di Enlit Asia – MKI Electricity Connect, dengan menghadirkan teknologi mesin dual-fuel Wärtsilä 34DF yang mengedepankan fleksibilitas jaringan listrik untuk mendukung semakin meningkatnya kebutuhan pasokan listrik di Indonesia.(dok:Ist)
Energi

Fleksibilitas Jaringan Listrik jadi Kunci Percepatan Energi Terbarukan dan Pertumbuhan Pusat Data AI

JAKARTA, Bisnistoday - Indonesia memasuki fase baru dalam transisi energinya, yang didorong...

Pameran listrik
Energi

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Perkuat Kolaborasi Menuju Ketahanan Energi ASEAN

JAKARTA, Bisnistoday – Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 resmi dibuka...

Energi

JTB Zona 12 Bidik Proper Hijau, Perkuat Budaya HSSE Sejak Tahap Konstruksi hingga Operasi

BOJONEGORO, Bisnistoday - Komitmen terhadap aspek keselamatan, keamanan dan lingkungan menjadi fondasi...

PLN Icon Plus
Energi

GI Jampang Kulon Beroperasi Lagi, Potensi Ekonomi Selatan Sukabumi Kian Terbuka

BANDUNG, Bisnistoday - Kembali beroperasinya Gardu Induk (GI) Jampang Kulon 150 kV...