JAKARTA, Bisnistoday – Sepanjang tahun 2025, PT Ecocare Indo Pasifik Tbk mencatatkan kinerja yang solid dengan pendapatan sebesar Rp360,58 miliar dan laba bersih sebesar Rp19,76 miliar, atau tumbuh 5,85% secara tahunan. Perbaikan kinerja ini didukung oleh kontribusi utama dari segmen jasa hygiene, serta pertumbuhan berkelanjutan pada jasa kebersihan dan pengendalian hama.
Hal ini disimpulkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Ecocare Indo Pasifik Tbk, melalui keteranganya Senin (18/5). RUPS perusahaan dihadiri mencapai 82,65% pemegang saham dari total saham dengan hak suara. Seluruh agenda yang diajukan Direksi dan Dewan Komisaris telah disetujui oleh pemegang saham.
Perseroan menyetujui pembagian laba bersih tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025 sebesar Rp19,71 miliar, dengan salah satu alokasinya sebagai dividen tunai kepada pemegang saham. Sebesar Rp7,49 miliar atau 38,01% dari laba bersih akan dibagikan secara proporsional sesuai dengan kepemilikan saham, dengan nilai dividen Rp3 per saham.
Nilai ini meningkat 25% dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan kinerja positif Perseroan sekaligus komitmen untuk terus memberikan imbal hasil yang optimal dan berkelanjutan bagi para pemegang saham.
Dalam RUPST yang sama, Perseroan juga melaporkan bahwa seluruh dana hasil Penawaran Umum sebesar Rp76,125 miliar telah direalisasikan sepenuhnya sesuai dengan rencana penggunaan dana.
RUPST PT Ecocare Indo Pasifik Tbk menyelenggarakan tahun ini menghasilkan sejumlah keputusan strategis, termasuk persetujuan atas Laporan Tahunan dan pengesahan Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku 2025, penetapan penggunaan laba bersih, penunjukan auditor eksternal untuk tahun buku 2026, serta penetapan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris.
Pada kesempatan ini manajemen perseroan menambahkan bahwa pencapaian tersebut tidak terlepas dari konsistensi dalam menjalankan berbagai inisiatif strategis, termasuk digitalisasi operasional, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan kapabilitas internal guna mendukung pertumbuhan berkelanjutan.
Sebagai bagian dari transformasi operasional, Perseroan telah mengimplementasikan sistem ERP terintegrasi, mengembangkan platform layanan digital, serta memperluas penggunaan kendaraan listrik yang kini mencakup sekitar 50% armada operasional. Langkah ini sejalan dengan komitmen Perseroan terhadap prinsip keberlanjutan (ESG).//

