JAKARTA, Bisnistoday – PT Waskita Karya Realty (WSKR) menerbitkan surat utang jangka menengah atau Medium Term Notes (MTN) hingga Q3 2022 dengan total nilai Rp725 Miliar.
Finance, HCM & Risk Management Director Waskita Realty Darmanta mengatakan, penerbitan MTN merupakan salah satu aksi korporasi strategis yang dilakukan untuk memperkuat modal kerja, sehingga dana yang terkumpul dari surat utang tersebut diharapkan dapat mendukung perusahaan dalam upaya pemenuhan target-target perusahaan yang telah ditetapkan.
“Dana yang diperoleh dari MTN tersebut akan digunakan untuk pengembangan bisnis ke depannya” ujar Darmanta.
Hingga Q3 2022, Waskita Realty Grup menerbitkan MTN dengan nilai pokok sebesar Rp725 miliar yang diterbitkan dalam 3 penerbitan, yakni MTN II PT Waskita Fim Perkasa Realti sebesar Rp165 miliar yang ditujukan untuk refinancing Perusahaan khususnya untuk pengembengan proyek Vasaka Solterra, di Pejaten, Jakarta ,
Demikian juga, MTN III WSKR sebesar Rp475 miliar untuk pengembangan bisnis dan penguatan modal perusahaan dan MTN IV sebesar Rp85 miliar yang ditujukan untuk refinancing, guna penyehatan cashflow perusahaan.
Lebih jauh Darmanta mengatakan, corporate action yang dilakukan dalam penerbitan MTN merupakan bukti kepercayaan dari investor kepada Waskita Realty, ditengah masa pandemi yang mempengaruhi industri properti saat ini serta merupakan wujud dari Peningkatan portofolio Perusahaan.
Ratna Ningrum selaku President Director Waskita Realty menyatakan “Kami optimis industri properti kedepannya dapat tumbuh positif seiring dengan membaiknya perekonomian nasional dan Waskita Realty siap mengambil peluang tersebut dengan memiliki grand design peningkatan Revenue Perusahaan”
Lebih lanjut Ratna Ningrum mengungkapkan berbagai langkah strategis perusahaan akan dioptimalisasi. Melakukan peningkatan penjualan dengan Skema Bulksales, melalui Asset Recycling program sesuai SK Kementerian BUMN dan Direct sales ke Investor lokal maupun asing, Asset Recycle untuk service apartment dan kondotel, Retail Sales, Program Home Ownership Program (HOP), Swap Hutang,” terangnya.
“Optimalisasi kinerja project Recurring, Ketepatan Serah Terima Unit, Strategi pendanaan dan partnership serta peningkatan kompetensi SDM dan Talent Pool,” tambahnya./
















![Polisi antihuru-hara berhadapan dengan siswa SMA saat unjuk rasa di Paris [Yves Herman/Reuters]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/10/Pelajar-prancis-680x533.jpg)




















