www.bisnistoday.co.id
Jumat , 6 November 2026
Home EKONOMI Pamerkan Making Indonesia 4.0 di Transformasi Industri Asia Pasifik
EKONOMI

Pamerkan Making Indonesia 4.0 di Transformasi Industri Asia Pasifik

Kementerian Perindustrian turut berpartisipasi pada ajang Industrial Transformation Asia Pacific (ITAP) ke-4 yang digelar di Singapore Expo pada tanggal 22-24 November 2021.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Perindustrian turut berpartisipasi pada ajang Industrial Transformation Asia Pacific (ITAP) ke-4 yang digelar di Singapore Expo pada tanggal 22-24 November 2021. Kegiatan ini diselenggarakan secara hybrid (offline dan online) untuk memaksimalkan jangkauan regional serta mendorong keterlibatan industri manufaktur dan sektor terkait.

Tujuan ITAP 2021 adalah untuk menginspirasi peserta untuk mengembangkan bisnisnya menggunakan pendekatan yang berpusat pada pelanggan dan menampilkan solusi-solusi industri 4.0 di tengah dampak pandemi Covid-19. Perhelatan ITAP 2021 memiliki dua tema utama, yakni sumber daya manusia (SDM) dan teknologi yang memberdayakan.

Selain memfasilitasi pameran secara fisik, Kemenperin juga berpartisipasi aktif dalam digital sandbox pada platform digital yang disediakan oleh penyelenggara. Dalam sesi ini, tampil para narasumber dari Kemenperin serta perusahaan manufaktur Indonesia yang telah menerapakan industri 4.0, di antaranya PT Astra Otoparts Tbk, PT Telkomsel, dan UMG IdeaLab. 

“Mereka memberikan pemaparan dan diskusi secara interaktif melalui platform digital yang terkait dengan implementasi industri 4.0 di Indonesia. Apalagi, kita sudah memiliki peta jalan Making Indonesia 4.0 yang menunjukkan bahwa kita siap memasuki era industri 4.0,” kata Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, Eko S.A. Cahyanto melalui keterangannya yang diterima di Jakarta, Kamis (25/11).

Dirjen KPAII menjelaskan, berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, terdapat tujuh sektor industri yang mendapat prioritas pengembangan dalam upaya melakukan tranformasi digital atau implementasi teknologi industri 4.0 pada proses produksinya sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan daya saing industri nasional.

Ketujuh sektor tersebut, yakni industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, kimia, elektronik, farmasi, serta alat kesehatan. “Sektor-sektor ini dipilih karena dapat memberikan kontribusi sebesar 70 persen dari total PDB manufaktur, 65 persen ekspor manufaktur, dan 60 persen pekerja industri,” sebutnya.

Pada pelaksanaan pameran secara fisik ITAP 2021, turut berpartisipasi beberapa perusahaan yang bergerak di bidang otomotif dan elektronik, yaitu PT Astra Otoparts Tbk., PT EPSON Indonesia, PT UCAL Digital Technology dan UMG IdeaLab.

Industri otomotif yang merupakan salah satu sektor prioritas pada peta jalan Making Indonesia 4.0, saat ini memiliki kapasitas produksi 2,35 juta unit per tahun. Indonesia sebagai pasar terbesar otomotif di Asia Tenggara, juga mampu melakukan ekspor sebanyak 232.175 unit kendaraan bermotor (CBU) pada tahun 2020.

Sementara itu, di sektor industri elektronik, Kemenperin berupaya meningkatkan pengembangan industri elektronik konsumen seperti industri peralatan rumah tangga, industri smartphone dan industri komputer.

“Pemerintah Indonesia juga mendorong penyedia teknologi digital di Indonesia untuk tumbuh dan bersaing secara global. Dalam hal ini, Kemenperin fokus membangun ekosistem 5G dengan berbagai kebijakan seperti insentif, serta menginisiasi kerja sama antara institusi pendidikan dan technoparks dengan vendor dalam negeri,” kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Taufiek Bawazier.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Arus Gunawan menyampaikan, sebagai wadah segala aktivitas percepatan transformsi digital di Indonesia, Kemenperin sebagai leading sector telah membangun Pusat Inovasi Digital Industri 4.0 (PIDI 4.0). 

“PIDI 4.0 memiliki visi sebagai solusi satu atap penerapan industri 4.0 di Indonesia dan jendela Indonesia 4.0 untuk dunia. Dengan visi tersebut, PIDI 4.0 memiliki dan menjalankan lima fungsi, yaitu sebagai Showcase Center, Capability Center, Ecosystem, Delivery Center, dan Engineering and AI Center,” ujar Arus.

Partisipasi Kemenperin di ajang ITAP 2021 ini sekaligus menunjukkan kepada dunia industri internasional, khususnya Kawasan Asia Pasifik, kesiapan dan potensi yang dimiliki oleh sektor manufaktur Indonesia dalam melakukan transformasi digital ke arah teknologi industri 4.0. Partisipasi di ITAP 2021 juga dapat meningkatkan jejaring kerja dan kontak bisnis dalam upaya bersama melakukan transformasi digital di perusahaan masing-masing./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Pemilu Sela di AS (dok: The GuardianSteven Garcia/NurPhoto/Shutterstock)
EKONOMIGLOBAL

Demokrat Menangi Pemilu Sela di AS, Apa Dampaknya bagi Asia?

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Partai Demokrat berhasil menang telak dalam pemili paruh waktu...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Suku Bunga Mekaar 8 Persen Resmi Berlaku

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama PT...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Pembahasan RUU Perkoperasian Capai 80 Persen, Ditargetkan Rampung Tahun Ini

JAKARTA, Bisnistoday – Sekretaris Kementerian Koperasi (Kemenkop) Ahmad Zabadi menyampaikan pembahasan Rancangan...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Suku Bunga Mekaar Turun Jadi 8 Persen Pertengahan November, Pemerintah Anggarkan Subsidi Rp2,6 Triliun

JAKARTA, Bisnistoday.co.id — Menteri UMKM Maman Abdurrahman memastikan penurunan suku bunga Kredit...