www.bisnistoday.co.id
Selasa , 6 Oktober 2026
Home EKONOMI Mahasiswa: OJK Jangan Takut dengan Intervensi Erwin Aksa
EKONOMI

Mahasiswa: OJK Jangan Takut dengan Intervensi Erwin Aksa

demo bank bukopin
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday— Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Republik Indonesia (IMRI) menggeruduk kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jalan Lapangan Banteng Timur, Jakarta Pusat, Selasa (28/7).

“Erwin Aksa melalui Bosowa Grup sebagai pemegang saham terbesar enggan menyuntikan modalnya, namun disisi lain tidak memberikan kesempatan terhadap investor lain untuk masuk.”

Harjono

Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus ini mendatangi OJK guna mendesak lembaga yang berewenang mengurus jasa keuangan itu tidak perlu takut dengan intervensi Bosowa Grup. “Erwin Aksa bukan tuhan, dia manusia bisa. OJK jangan takut,” teriak orator dari atas mobil komando.

Sambil membawa bendera merah putih dan poster-poster kritik terhadap Erwin Aksa sebagai pemilik Bosowa Grup yang dianggap justru menghalang-halangi pembebahan Bank Bukopin yang tengah mengalami persoalan likuiditas keuangan akibat banyaknya kredit macet yang justru disebabkan oleh kreditur dari Bosowa Grup.

Presidium IMRI, Harjono menegaskan, seharusnya, Bosowa Grup yang menguasai saham pengendali di Bank Bukopin sebesar 23,4 persen harus bertanggung jawab bukan justru menekan OJK agar investor baru yang ingin masuk membenahi Bank Bukopin tidak jadi.

Disatu sisi, sambung Harjono, Erwin Aksa melalui Bosowa Grup sebagai pemegang saham terbesar enggan menyuntikan modalnya, namun disisi lain tidak memberikan kesempatan terhadap investor lain untuk masuk.

“Ini logika aneh, jangan-jangan memang ingin mematikan Bank Bukopin. Bukopin wajib diselamatkan,” tegas Harjono.

Pemegang saham utama (PSU) PT Bank Bukopin adalah Bosowa 23,4 persen, BK Kookmin Bank 22 persen, Pemerintah Republik Indonesia 8,9 persen, dan Koperasi Karyawan Bulog Seluruh Indonesia (Kopelindo) 5,14 persen. Sementara sisanya masyarakat 45,7 persen dan selebihnya beberapa pemegang saham kecil-kecil.

“Logika sederhana, mestinya OJK mengejar pemegang saham pengendali lebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan modal dan likuiditas Bukopin. Tapi nyatanya OJK justru mengejar-ngejar dan memberi peluang besar hanya kepada Kookmin Bank hingga bank itu menyetor dana segar sebesar US$200 jutake ascrow account Bukopin. Kemana Bosowa selama ini?,” tanya Harjono.

Harus Diselamatkan

IMRI mendesak OJK untuk tidak takut atas intervensi dari seorang Erwin Aksa. (Bosowa Corporindo) IMRI juga mempertanyakan kemana Bosowa saat Bukopin dalam keadaan kesulitan dana?. “Meminta agar proses penyelamatan Bank Bukopin TBK sesuai dengan kemaslahatan rakyat Indonesia. Jangan Rusak Stabilitas Ekonomi Indonesia karena Kepentingan Erwin Aksa (Bosowa Corporindo),” tandasnya.

Setelah melakukan aksi di OJK, massa IMRI bergerak ke Istana Negara untuk menyampaikan hal yang sama, yakni meminta agar Presiden Joko Widodo mendengar bahwa Bank Bukopin yang merupakan Bank berfokus kepada nasabah-nasabah UKM dan pedagang kecil itu bisa terselamatkan.

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menkop Tegaskan Komitmen Hilangkan Ketimpangan Ekonomi

JAKARTA, Bisnistoday — Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan komitmen pemerintah dalam melakukan...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Gerakan Koperasi Indonesia Siap Ambil Alih Saham Bukopin 

JAKARTA, Bisnistoday - Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan gerakan koperasi Indonesia siap...

EKONOMI

Ekosistem Kendaraan Listrik Jabar Diperkuat Home Charging dan 501 SPKLU

BANDUNG, Bisnistoday.co.id — Ekosistem kendaraan listrik di Jawa Barat terus diperkuat melalui...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

OJK Tetapkan Perlakuan Khusus Kredit Bagi Debitur Terdampak Bencana di NTT

JAKARTA, Bisnistoday - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan perlakuan khusus atas kredit/pembiayaan...