www.bisnistoday.co.id
Selasa , 25 Agustus 2026
Home EKONOMI Krisis Iklim, BNI Menuai Petisi karena Masih Danai Batu bara
EKONOMIPerbankan & Asuransi

Krisis Iklim, BNI Menuai Petisi karena Masih Danai Batu bara

Sejumlah Aktifis Lingkungan memprotes Manajemen Bank BNI yang mendanai kegiatan produk batubara yang merusak lingkungan di Jakarta, Senin (13/11).
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday-  Krisis iklim telah menimbulkan bencana yang membawa kerugian bagi umat manusia di dunia, tak terkecuali di Indonesia. Menurut Sisilia Nurmala Dewi, Indonesia Team Leader 350.org berbagai bencana ekologi yang disebabkan oleh krisis iklim juga menyebabkan ribuan bahkan jutaan orang menjadi pengungsi. 

“Menurut laporan International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies di 2021, ada sekitar 10,3 juta orang di dunia terpaksa mengungsi akibat bencana yang disebabkan oleh krisis iklim seperti banjir dan kekeringan. Dari angka itu, sekitar 60% dari pengungsi iklim itu berada di Asia, termasuk Indonesia,” ungkap Sisilia Nurmala Dewi, melalui keteranganya yang diterima Bisnistoday di Jakarta, Senin (13/12).

Di Indonesia misalnya, banjir Jakarta di awal 2021, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta ada sebanyak 1.380 warga DKI Jakarta mengungsi dari rumahnya akibat banjir. “Celakanya bencana ekologi akibat krisis iklim juga terjadi di beberapa daerah lainnya, dari Sabang hingga Marauke,” tegasnya. 

Sementara, menurut Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, kerugian ekonomi Indonesia akibat krisis iklim telah mencapai Rp.100 trilyun per tahun. “Kerugian ini akan terus meningkat seiring makin ekstremnya cuaca,” ujarnya.

Meskipun kerugian ekonomi telah di depan mata, bank-bank BUMN, seperti BNI masih mendanai energi batu bara, penyebab krisis iklim.  Hal itu menuai kekecewaan Komunitas mahasiswa Fossil Free Kampus Indonesia. 

“Sebagai bagian yang sentral dalam kehidupan publik, termasuk kita mahasiswa di UI, BNI harusnya mempertimbangkan dampak aktivitas bisnisnya terhadap kehidupan dan masa depan kita,” ungkap Naifah Uzlah, Koordinator dari Fossil Free Universitas Indonesia. 

Padahal, dalam Sustainability Report tahun 2020, BNI sudah berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK), penyabab krisis iklim.

Terkait dengan itulah, komunitas Fossil Free Kampus Indonesia melayangkan petisi ke Direktur Utama BNI untuk segera menghentikan pendanaan ke proyek batu bara. Petisi bertajuk, ‘Dirut BNI: Stop Danai Batu Bara, Alihkan Uang Kami dari Perusak Masa Depan!’

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Bank Sampoerna
Perbankan & Asuransi

Raih Tiga Penghargaan, Digitalisasi Bank Sampoerna Bawa Dampak Positif bagi Mitra Pengguna Jasa Keuangan Termasuk UMKM

JAKARTA, Bisnistoday - Perubahan pola transaksi masyarakat yang kian mengandalkan teknologi digital...

EKONOMI

OJK Sebut Kota Bandung Layak Jadi Role Model Pemberdayaan UMKM dan Pemberantasan Rentenir

BANDUNG, Bisnistoday - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat menilai Kota Bandung layak...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

LPDB Koperasi Komitmen Tingkatkan Kapasitas Usaha Pengrajin Lurik Prasojo

JAKARTA, Bisnistoday - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi berkomitmen terus meningkatkan...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop Anugerahkan Koperasi Award kepada Gen Z hingga Tokoh Nasional

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Koperasi (Kemenkop) menganugerahkan Koperasi Award kepada sejumlah tokoh...