www.bisnistoday.co.id
Rabu , 26 Agustus 2026
Home EKONOMI DKI Dapat Penghargaan Dalam Pengembangan Inklusi Keuangan 2021
EKONOMI

DKI Dapat Penghargaan Dalam Pengembangan Inklusi Keuangan 2021

CEGAH TURUN AIR TANAH : Suasana Kota Jakarta pada sore hari, belum lama ini.Pemerintah berkekad menekan penurunan air tanah dengan permudah akses air untuk masyarakat.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Pemerintah Provinsi  DKI Jakarta meraih penghargaan TPKAD Award 2021 sebagai provinsi terbaik dalam pengembangan inklusi keuangan 2021 dari Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

“Penghargaan ini akan semakin menguatkan ikhtiar Pemprov DKI Jakarta untuk menciptakan inovasi dan terobosan baru guna meningkatkan inklusi dan literasi keuangan di Jakarta,” kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, di Jakarta, Kamis.

Penghargaan TPKAD Award 2021 diserahkn Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso kepada Anies Baswedan dalam acara Rapat Kerja Nasional (Rakornas) TPAKD.

Pada kesempatan itu, Anies mengapresiasi jajaran Pemprov DKI yang berkomitmen meningkatkan inklusi keuangan di DKI Jakarta, khususnya program bagi masyarakat berpenghasilan rendah, pelaku UMKM, dan kelompok masyarakat lainnya, yang selama ini masih belum tersentuh oleh produk dan layanan keuangan.

Melalui kolaborasi dengan OJK, BI, para akademisi, dan masyarakat, Pemprov DKI Jakarta meningkatkan inklusi dan literasi keuangan melalui program inovatif di antaranya Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) dan JakLingko Goes to School.

Program lainnya “green financing” dalam bentuk Gerakan Menabung dengan Sampah dan Biokonversi Sampah Organik dengan Maggot.

Kemudian, program pemberdayaan UMKM melalui Jakpreneur dengan memberikan pelatihan, pendampingan, perizinan, pemasaran, dan permodalan kepada 283.375 pelaku usaha.

Selain itu, dengan kegiatan Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) berhasil menghimpun dana dari masyarakat untuk diberikan kepada UMKM dalam bentuk paket sarana prasarana dan paket pelatihan.

Lebih lanjut, donasi yang terkumpul tersebut dikelola oleh kolaborator Fintech untuk disalurkan kepada UMKM sebagai modal kerja serta membentuk Bank Wakaf Mikro sebagai solusi pembiayaan ultra mikro.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, mengatakan, di tengah ketidakpastian kondisi perekonomian akibat pandemi COVID-19, pemerintah bersama dengan Industri Jasa Keuangan dan pemangku kepentingan lain mempercepat akses keuangan di daerah.

Upaya itu dilakukan untuk mendukung pemulihan perekonomian Indonesia dan pencapaian target inklusi keuangan sebesar 90 persen pada 2024.

“Untuk mewujudkan hal tersebut, maka keberadaan dan peran dari TPAKD menjadi sangat penting,” imbuh Wimboh.


Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMI

OJK Sebut Kota Bandung Layak Jadi Role Model Pemberdayaan UMKM dan Pemberantasan Rentenir

BANDUNG, Bisnistoday - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat menilai Kota Bandung layak...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

LPDB Koperasi Komitmen Tingkatkan Kapasitas Usaha Pengrajin Lurik Prasojo

JAKARTA, Bisnistoday - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi berkomitmen terus meningkatkan...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop Anugerahkan Koperasi Award kepada Gen Z hingga Tokoh Nasional

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Koperasi (Kemenkop) menganugerahkan Koperasi Award kepada sejumlah tokoh...

Dirut KAI
EKONOMI

Dirut KAI Fokus Optimalkan Area Pertumbuhan Ekonomi Wilayah TOD

JAKARTA, Bisnistoday – PT Kereta Api Indonesia (KAI) bakal lebih fokus pengembangan...