www.bisnistoday.co.id
Jumat , 6 November 2026
Home GLOBAL Raja Charles III Resmi Dinobatkan Jadi Raja Inggris
GLOBALKawasan Global

Raja Charles III Resmi Dinobatkan Jadi Raja Inggris

RAJA CHARLES III Dinobatkan sebagai raja Inggris-Britania Raya.
Social Media

LONDON, Bisnistoday – Diiringi dengan arak-arakan meriah sejak 100 tahun lalu, Raja Charles III resmi dinobatkan dan dimahkotai dalam serangkaian upaya di Inggis selama tujuh dekade lalu. Uskup Agung Canterbury, pemimpin spiritual Gereja Anglikan, secara perlahan-lahan meletakkan Mahkota St Edward yang berusia 360 tahun di atas kepala Charles. 

Peletakan mahkota dilakukan saat Charles duduk di atas sebuah tahta abad ke-14 di Westminster Abbey, Sabtu. Peristiwa ini disaksikan para jemaat yang terdiri dari sekitar 100 pemimpin dunia dan juta pemirsa stasiun televisi.

“Tuhan selamatkan Raja Charles. Hidup Raja Charles. Semoga raja hidup selamanya,” kata jemaat di gereja setelah kemeriahan terompet dibunyikan.

Peristiwa selama kebaktian dua jam yang bersejarah dan khusyuk, istri kedua Charles, Camilla, juga dinobatkan sebagai ratu. Meskipun berakar pada sejarah, upacara yang disiarkan televisi untuk kedua kalinya, juga merupakan upaya untuk menghadirkan monarki berwawasan maju, dengan orang-orang yang terlibat mencerminkan negara yang lebih beragam dengan keberagaman agama pula.

Ketika Inggris berjuang untuk menemukan jalan di tengah pusaran politik setelah memutuskan keluar dari Uni Eropa, pendukung monarki mengatakan keluarga kerajaan tetap menarik perhatian internasional, serta merupakan sarana diplomatik yang penting untuk menjaga keberadaan Inggris di panggung dunia.

“Tidak ada negara lain yang dapat menampilkan pertunjukan yang begitu mempesona, mulai dari prosesi, arak-arakan, upacara, dan pesta jalanan,” kata Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak.

Terlepas dari antusiasme Sunak, penobatan Raja Charles III berlangsung di tengah krisis biaya hidup dan skeptisisme publik, terutama di kalangan muda, tentang peran dan relevansi monarki.

Charles (74) secara otomatis menggantikan ibunya, Ratu Elizabeth, sebagai raja Inggris setelah kematiannya September lalu.

Menaiki Kereta Emas

Setelah kebaktian, Charles dan Camilla (75) menaiki kereta emas Gold State Coach seberat empat ton yang dibangun untuk George III, raja terakhir koloni Inggris di Amerika, untuk menuju ke Istana Buckingham. Prosesi sepanjang satu mil itu melibatkan 4.000 personel militer dari 39 negara anggota persemakmuran.

Sementara itu, ratusan tentara berseragam merah dan topi kulit beruang hitam berbaris di sepanjang jalan The Mall, jalan besar menuju istana, dalam acara seremonial terbesar di Inggris sejak penobatan Ratu Elizabeth.

Puluhan ribu orang mengabaikan hujan lebat di tengah kerumunan  untuk menyaksikan apa yang dilihat sebagian orang sebagai momen bersejarah.

“Ketika saya masih kecil, saya bisa menonton (penobatan) Ratu Elizabeth di televisi di Hartford, Connecticut, di rumah seorang teman karena kami tidak punya TV,” kata pensiunan guru AS Peggy Jane Laver (79).”Jadi saya senang berada di sini untuk menyaksikan upacara penobatan secara langsung,” ujar dia./Ant/

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Para pengunjuk rasa menuntut keringanan utang bagi negara-negara miskin dalam pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia di Bangkok pada Oktober lalu. (dok: Peerapon Boonyakiat/Sopa Images/Shutterstock)
EKONOMIGLOBAL

Utang Luar Negeri Semakin Mencekik Negara Miskin

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Negara-negara miskin kini semakin sulit untuk berinvestasi untuk masa...

Pemilu Sela di AS (dok: The GuardianSteven Garcia/NurPhoto/Shutterstock)
EKONOMIGLOBAL

Demokrat Menangi Pemilu Sela di AS, Apa Dampaknya bagi Asia?

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Partai Demokrat berhasil menang telak dalam pemili paruh waktu...

Degung Kapitol
Kawasan Global

Demokrat Rebut Kendali Kongres AS, Kemenangan Besar yang Guncang Kekuasaan Trump

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Peta kekuatan politik Amerika Serikat (AS) mengalami perubahan signifikan setelah...

Geoffrey Hinton (dok: University of Toronto)
GLOBALOtomotif & Tekno

Peraih Nobel Geoffrey Hinton Sebut Dunia akan Lebih Baik Tanpa AI

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Serangan siber yang melumpuhkan sejumlah supermarket di Prancis, baru-baru...