www.bisnistoday.co.id
Senin , 5 Oktober 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa IHSG Menguat Seiring Naiknya Bursa Saham Asia, Rupiah Naik Tipis
BursaBURSA & KORPORASI

IHSG Menguat Seiring Naiknya Bursa Saham Asia, Rupiah Naik Tipis

Indeks Harga Saham Gubungan (IHSG) pada perdagangan Senin (29/1) ditutup menguat
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis (25/2) ditutup menguat 38,59 poin atau 0,62 persen ke posisi 6.289,65. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 1,82 poin atau 0,19 persen ke posisi 952,54.

Menurut Analis Bina Artha Sekuritas, Nafan Aji di penguatan IHSG didukung optimisme pasar terkait dengan adanya prospek pemulihan ekonomi pada tahun ini baik dalam tataran global maupun domestik.

“Para pelaku pasar juga masih mengapresiasi kebijakan Powell dalam mempertahankan kebijakan pelonggaran moneter ke depan dalam rangka pemulihan ekonomi di negeri Paman Sam,” ujar Nafan seperti dikutif Antara, Kamis (25/2).

Selain itu, lanjut dia, kenaikan harga komoditas dunia juga merupakan katalis positif bagi pasar. Para pelaku pasar pun mengapresiasi dinamika pelaksanaan vaksinasi massal yang berjalan dengan baik.

Dibuka menguat, IHSG betah berada di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor meningkat dengan sektor infrastruktur naik paling tinggi yaitu 1,05 persen, diikuti sektor energi dan sektor perindustrian masing-masing 0,98 persen dan 0,83 persen. Sedangkan satu sektor terkoreksi yaitu sektor teknologi sebesar minus 0,94 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy sebesar Rp61,29 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.477.717 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 30,72 miliar lembar saham senilai Rp15,59 triliun. Sebanyak 289 saham naik, 190 saham menurun, dan 161 saham tidak bergerak nilainya.

Rupiah Menguat Tipis Sementara itu, nilai tukar (kurs) yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup menguat tipis 2 poin atau 0,02 persen ke posisi Rp14.083 per dolar AS dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp14.085 per dolar AS. Pengauatan masih didorong oleh testimoni Gubernur Federal Reserve (Fed) Jerome Powell yang mengindikasikan pelonggaran kebijakan moneter.

Analis pasar uang Bank Mandiri, Rully Arya Wisnubroto mengatakan, rupiah dalam sepekan ini pergerakannya relatif stabil.

Menurut Rully, rupiah lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen global, terutama pergerakan dolar AS terhadap beberapa mata uang lainnya.

“Dollar index hari ini kembali turun. Karena memang komitmen stimulus fiskal Biden dan dari moneter yaitu quantitave easing oleh The Fed,” ujar Rully./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Raih Dua Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026

JAKARTA, Bisnistoday-PT Asuransi BRI Life (BRI Life) meraih dua penghargaan Silver dalam...

BURSA & KORPORASIKorporasi

Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Life Hadirkan Apresiasi dan Layanan Kepada Nasabah

JAKARTA, Bisnistoday - Memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026, Asuransi BRI Life kembali...

Samuel Sekuritas
BursaHEADLINE NEWS

Samuel Sekuritas : Pemulihan Pasar Saham Bergantung Isu Nilai Tukar Rupiah dan Besaran Bunga

JAKARTA, Bisnistoday – Investor sampai saat ini masih mempertanyakan mengenai kapan Indeks...

GEDUNG BEI
Bursa

IHSG Kembali Menguat, Asing Kembali Akumulasi Saham Bank Besar

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia melihat penguatan Indeks Harga...