www.bisnistoday.co.id
Jumat , 6 November 2026
Home LIFESTYLE Wisata & Kuliner Sektor Parekraf Libatkan Peran Perempuan
Wisata & Kuliner

Sektor Parekraf Libatkan Peran Perempuan

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengharapkan pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif harus benar-benar mampu memberdayakan perempuan. Hal ini, agar terwujud keberlangsungan parekraf yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.

Sekretaris Kemenparekraf Ni Wayan Giri Adnyani saat kegiatan Nemunin Komunitas (Netas) dengan tema “Pemberdayaan Perempuan dalam Industri Parekraf” di Yogyakarta, baru-baru ini menjelaskan, kegiatan ini memberikan ruang dialog untuk komunitas agar saling mendengar, berbagi ilmu, dan memberikan motivasi agar lebih maju terutama terkait peran perempuan di sektor parekraf.

“Kami juga berharap ini dapat menyerap aspirasi dan meningkatkan peran perempuan dari sudut pandang pelaku parekraf, untuk sebuah acara yang sangat penting bagi keberlangsungan sektor parekraf yang lebih berkualitas dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ni Wayan Giri Adnyani menjelaskan, Kemenparekraf berkomitmen untuk memajukan kemampuan dan kualitas perempuan di sektor parekraf karena perempuan adalah pilar kesejahteraan masyarakat sekaligus penjaga tradisi dan budaya.

“Salah satu kolaborasi yang sedang kami lakukan adalah menyinergikan program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak yang ada di Kementerian PPPA dengan program Desa Wisata yang ada di Kemenparekraf,” ujarnya.

Optimalkan Peran Digital

Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf I Gusti Ayu Dewi Hendriyani menambahkan, di era digital ini, peran perempuan dalam pariwisata dan ekonomi kreatif khususnya di Yogyakarta, sangat signifikan dan beragam. Dengan kekayaan budaya dan sejarahnya, perempuan berkontribusi besar dalam upaya menarik lebih banyak wisatawan dan mendukung pertumbuhan sektor ekonomi kreatif.

“Tujuan utama dari kegiatan ini yaitu untuk memberdayakan kaum perempuan dan memperbesar kontribusi mereka dalam industri parekraf khususnya di Yogyakarta. Hari ini, kita memiliki 100 peserta yang terdiri dari Ketua dan Pengurus Pimpinan Tinggi (PIMTI) Perempuan Indonesia, perwakilan desa wisata, asosiasi, dan komunitas kreatif lokal,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu narasumber Netas, Dosen Program Studi Kajian Pariwisata Yulia Arisnani Widyaningsih menjelaskan peran pemberdayaan perempuan dalam industri pariwisata yang semakin besar. Ia mencontohkan perempuan pelaku UMKM yang terdampak saat pandemi COVID-19 telah membuktikan berhasil membantu ekonomi dan pendapatan keluarga saat itu dari tiga hingga 10 kali lipat.

“Ada penelitaian baru yang berbunyi, ‘dari pemberdayaan perempuan menjadi diberdayakan perempuan’. Perempuan itu bahagia kalau dia memiliki kontrol sumberdaya yang dimiliki termasuk kemerdekaan dalam income,” ujarnya.//

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Shanti dan produk SR Cakery (dok: pribadi)
LIFESTYLEWisata & Kuliner

Berawal dari Iseng, Shanti Merajut Cita Rasa dan Membangun SR Cakery

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Tidak semua usaha besar lahir dari perencanaan matang atau...

Lokakarya Mewujudkan Potensi Pengurangan Susut dan Sisa Pangan untuk Mendukung Transformasi Ekonomi Hijau Indonesia di Bali, akhir Oktober lalu. (dok:IBCSD)
LIFESTYLEWisata & Kuliner

IBCSD Dorong Hotel di Bali Jadi Garda Terdepan Pengurangan Sisa Pangan

Badung, Bisnistoday.co.id – Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian...

Wisata & Kuliner

Jelajah Cita Rasa dan Ragam Hiburan Nusantara di Batavia PIK

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Beragam cita rasa khas Indonesia, mulai dari hidangan Sumatra...

Wisata & Kuliner

K-Food Festa 2026 Berakhir Sukses, Perkuat Pasar Pangan Halal Korea di Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday.co.id,- Kementerian Pertanian, Pangan, dan Urusan Pedesaan Republik Korea bersama Korea...