JAKARTA, Bisnistoday – Peringatan Hari Tari Sedunia di Kota Denpasar dibuka langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga didampingi Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara di Kawasan Pelataran Gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar.
Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar bersama komunitas seni Naluri Manca menyiapkan lebih dari 1.000 penari, seniman dan maestro untuk memeriahkan acara Naluri Menari (NAME) yang digelar pada 27-28 April 2024.
“Saya mengapresiasi atas terselenggaranya acara NAME yang ketiga dan bisa menjadi momentum pelestarian seni tari, serta menjadi ruang ekspresi bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama anak-anak dalam mengenal dan melestarikan seni. Antusias anak-anak dalam menarikan tarian Sekar Jempiring, ini merupakan bukti bahwa kesenian harus terus tumbuh berdampingan dengan kemajuan teknologi di era sekarang ini,” tutur Menteri Bintang Puspayoga dalam keterangannya, Kamis (2/5/2024).
Sekedar informasi, Tari Sekar Jempiring sampai saat ini masih tetap eksis dan menjadi maskot tari penyambutan di Kota Denpasar. Tari Sekar Jempiring tahun ini dibawakan oleh sebanyak 1.100 siswa dari perwakilan sekolah di Kota Denpasar. Perayaan Hari Tari Sedunia kali ini tidak hanya melibatkan penari di Kota Denpasar, namun seluruh penari Bali, Sulawesi, Sumatera, hingga negara Kanada.
“Peringatan Hari Tari Sedunia di Kota Denpasar sangat meriah. Ada penari lokal, nasional bahkan internasional yang terlibat, sehingga peserta terus bertambah, dan tumpah ruah. Tahun ini cakupan pelaksanaannya lebih luas dan dikemas dengan baik di ruang publik Kota Denpasar,” papar Menteri PPA.
Naluri Menari yang sudah memasuki tahun ketiga pada 2024 ini mengangkat tema ‘Melodi Eterna Dalam Alur Waktu’. Pelaksanaan NAME diharapkan mampu memberikan ruang kreatifitas untuk mengasah skill, serta edukasi kepada seluruh pelaku seni yang memiliki minat dan bakat dalam berkarya.
“Pemkot Denpasar terus memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaran Naluriku Menari tahun ketiga ini. Pelaksanaan NAME ini merupakan implementasi nyata dari Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju yang selaras dengan sepirit Vasudhaiva Khutumbakam. Semangat gotong royong bersama dan bersinergi harus kita jaga untuk kemajuan Denpasar yang lebih baik,” kata Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara.
Name tahun ini akan dibagi dalam empat divisi, yaitu Divisi Kompetisi, Divisi Maestro, Divisi Eksebisi Pargelaran dan Divisi Gelar Karya. Nantinya kehadiran para maestro seni Kota Denpasar dapat menjadi inspirasi bagi seniman muda dalam berkarya dan berkreatifitas.
“Acara ini menjadi salah satu agenda membangkitkan perekonomian dan kunjungan pariwisata serta memberikan ruang kreatifitas kepada para seniman, Naluriku Menari ini juga menjadi pemacu generasi muda untuk tetap produktif berkesenian baik sebagai pelaku maupun berkarya dalam menuangkan ide dan gagasan yang baru sesuai dengan era dan jaman yang semakin berkembang. Oleh karena itu kami memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh seniman yang terlibat,” papar I Gusti Ngurah Jaya Negara.






































