www.bisnistoday.co.id
Minggu , 8 November 2026
Home EKONOMI Sektor Riil Syngenta Hadirkan Inovasi untuk Petani Kendalikan Ulat Grayak
Sektor Riil

Syngenta Hadirkan Inovasi untuk Petani Kendalikan Ulat Grayak

Syngenta luncurkan SIMODIS untuk kendalikan ulat grayak
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Serangan hama ulat grayak pada tanaman bawang merah sangat merugikan para petani. Gangguan hama ini bisa berakibat buruk pada tanaman bawang dan menyebabkan petani gagal panen.

Berkaitan dengan itu, guna mengendalikan hama ulat grayak, Syngenta Indonesia meluncurkan SIMODIS 100DC, sebuah teknologi inovatif untuk membantu petani bawang.

Acara peluncuran SIMODIS digelar di Sub Terminal Agropolitan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Acara yang diadakan pada, 16 Mei 2024 ini turut dihadiri oleh Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Larangan, Ilawati serta dihadiri lebih dari 600 petani bawang merah.

Diketahui, Kecamatan Larangan merupakan salah satu sentra penghasil bawang merah paling luas di kawasan Brebes yaitu mencapai 8000 hektare.

“Untuk mendapatkan hasil yang baik dan aman bagi petani, saat menggunakan SIMODIS petani perlu menerapkan enam (6) tepat yaitu tepat waktu, tepat sasaran, tepat dosis, tepat cara, tepat jenis, dan tepat mutu,” kata Ilawati, dalam keterangannya, Jumat (7/6/2024).

Saat ini petani bawang merah menghadapi berbagai tantangan. Selain kondisi cuaca seperti curah hujan dan bencana alam seperti banjir yang melanda wilayah Brebes, petani juga berjuang mengendalikan serangan hama ulat grayak.

Serangan ulat grayak ini dapat menyebabkan petani mengalami kerugian hingga mencapai 80%.

“Insektisida yang tersedia di pasaran sudah tidak lagi efektif seperti dulu. Petani sebenarnya membutuhkan teknologi yang benar-benar ampuh untuk mengendalikan ulat grayak, membuat tanaman kuat, bawangnya besar, umbinya banyak, dan warnanya bagus,” ujar petani bawang merah dalam sesi bincang-bincang saat peluncuran SIMODIS.

Ia juga menambahkan bahwa petani membutuhkan teknologi yang aman bagi petani sebagai aplikator. Senior Brand Manager Insektisida, Citra Presilia Halim menyampaikan bahwa sudah lebih dari lima belas tahun belum ada inovasi teknologi untuk mengendalikan hama ulat pada tanaman sayur. Teknologi terakhir yaitu diamida diluncurkan sekitar 15-20 tahun lalu.

“Hal ini yang mendorong Syngenta Indonesia meluncurkan produk baru SIMODIS untuk menjawab kebutuhan petani akan teknologi pengendali ulat grayak yang lebih baik,” katanya.

SIMODIS 100DC memanfaatkan teknologi plinazolyn, sebuah teknologi berbahan aktif paling mutakhir yang efektif mengendalikan hama ulat pada tanaman bawang merah dengan tiga keunggulan yaitu mengendalikan hama ulat hingga tuntas, menghasilkan tanaman kokoh dan lebih hijau sehingga dapat memaksimalkan potensi tumbuh kembang tanaman bawang merah untuk menghasilkan panen yang berlimpah dan berkualitas.

“SIMODIS ini merupakan bentuk komitmen kami untuk mendukung petani sayuran, khususnya bawang merah di Indonesia agar mendapatkan hasil panen yang optimal dan berkualitas. Melalui riset dan pengembangan serta uji coba yang komprehensif, dengan bangga kami meluncurkan SIMODIS dengan formulasi yang telah dikembangkan khusus untuk tanaman sayuran. SIMODIS ini sangat cocok untuk tanaman bawang merah yang memiliki lapisan lilin,” jelas Citra.

Teknologi plinazolyn pada SIMODIS memiliki beberapa keunikan yang membuatnya menghasilkan kendali yang lebih baik, seperti kemampuan untuk membuat ulat berhenti makan, daya lekat kuat pada permukaan daun, stabil dalam berbagai kondisi cuaca, tidak mudah tercuci air hujan, tahan lama hingga 5-7 hari, serta aman terhadap tanaman.

Acara pelucuran ini semakin meriah dengan ditampilkannya gelaran fashion show yang melibatkan 12 orang petani bawang merah dan model profesional. Gelaran fashion show ini merujuk pada merek SIMODIS yang jika dalam bahasa Indonesia modis berarti berpakaian mengikuti mode.

“Kami berharap dengan diluncurkannya SIMODIS, petani bawang merah bisa mendapatkan manfaat yang maksimal dalam mendukung keberhasilan budidaya tanamannya. Syngenta Indonesia akan terus berkomitmen untuk menjadi pusat inovasi teknologi pertanian dan mitra terpercaya dalam meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia dan keluarganya,” terang Citra.

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Sektor Riil

SIAL Food & Drink Tetap Jalankan Program Usai Terlepas Sengketa Merek Dagang

JAKARTA,Bisnistoday.co.id – Kepolisian secara resmi menghentikan penyelidikan atas laporan dugaan pelanggaran hukum...

Pameran Fashion
Sektor Riil

Debut di Saudi Fashion & Tex Expo 2026, Indonesia Raup Potensi Transaksi Rp20,25 Miliar

RIYADH, Bisnistoday.co.id – Produk fesyen dan tekstil Indonesia berhasil mencatatkan potensi transaksi...

Toyota
Sektor Riil

Pemerintah Bahas Insentif Mobil Hybrid Untuk Diusulkan Tahun Ini

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Pemerintah tengah melakukan pembahasan teknis mengenai usulan insentif bagi...

Sektor Riil

Menperin Sarmuji: Kebijakan Tembakau Tak Bisa dari Satu Perspektif, Nasib Tenaga Kerja Harus Diperhitungkan

JAKARTA, Bisnistoday.co.id, – Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menegaskan bahwa kebijakan terkait industri...