www.bisnistoday.co.id
Kamis , 5 November 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis KKP Jajaki Kerja Sama Budidaya Perikanan dengan Guangdong
Ekonomi & Bisnis

KKP Jajaki Kerja Sama Budidaya Perikanan dengan Guangdong

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah menjajaki potensi kerja sama budidaya perikanan dengan Departemen Pertanian dan Pedesaan Provinsi Guangdong, Tiongkok. Tuna dinilai menjadi komoditas potensial untuk dibudidayakan di Indonesia.

Rencana kerja sama menjadi perbincangan saat pertemuan antara Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dengan Dirjen Departemen Pertanian dan Pedesaan Provinsi Guangdong, Liu Zonghui di Jakarta, Selasa (30/07).

Menteri Trenggono memaparkan, perairan Indonesia khususnya di wilayah Zona 3 kaya akan komoditas ikan tuna dan cakalang. Kawasan laut itu meliputi Laut Aru, Laut Arafura, dan Laut Timor Bagian Timur.

“Potensi sangat besar di Zona 3, kalau dimungkinkan buat satu project di sana yang terintegrasi antara penangkapan, budidaya, dan pengelolaan yang juga melibatkan pelaku usaha,” kata Menteri Trenggono saat pertemuan.

Menurutnya, sebagian besar budidaya perikanan di Indonesia masih tradisional. Untuk mendorong modernisasi di bidang budidaya, sinergi dengan berbagai stakeholder diperlukan termasuk dengan pemerintah negara lain.

Di sisi lain, pihaknya juga sudah membangun peta jalan tata kelola perikanan berbasis ekonomi biru. Peta jalan ini untuk memastikan pemanfaatan sumber daya perikanan, termasuk pengembangan budidaya perikanan, dilakukan secara berkelanjutan.

“Kerjasama di bidang budidaya akan mendorong geliat industri perikanan di hulu maupun hilir, yang akan berimbas pada penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi. Dengan penguatan budidaya, penangkapan ikan secara liar bisa ditekan,” ungkapnya.

Akan Mendalami

Sementara itu, Dirjen Departemen Pertanian dan Pedesaan Provinsi Guangdong, Liu Zonghui menyambut baik potensi kerja sama antara pemerintahannya dengan KKP. Pihaknya masih akan mendalami lebih lanjut mengenai tindaklanjut yang harus dilakukan untuk merealisasikan kerja sama tersebut.

“Kami akan pelajari lebih jauh potensi-potensi perikanan yang ada di sana. Tindakan nyata tentunya akan dilakukan dengan MoU,” tegasnya.

Liu mengakui Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk pengembangan budidaya perikanan. Untuk mendukung pengembangan tersebut, teknologi yang ada dinegaranya dapat diterapkan di Indonesia.

Baca juga:Menteri Trenggono Meyakini Budidaya Perikanan Solusi Kemiskinan

Dia akan mengupayakan membawa manufaktur dari Guangdong dalam kerjasama yang akan dilakukan nantinya.

“85 persen permintaan pasar perikanan Guangdong dipenuhi dengan budidaya perikanan, kami memiliki teknologi yang semakin berkembang, bahkan bisa menenggelamkan jaring apung di dalam laut dan menariknya kembali ketika ada badai,” tegasnya./

 

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Suku Bunga Mekaar 8 Persen Resmi Berlaku

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama PT...

Aktifitas Bongkar Muat di Pelabuhan Belawan.
Ekonomi & Bisnis

Hingga September 2026, Kemendag Catat Tren Positif Perdagangan Luar Negeri  

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Indonesia kembali mencatatkan surplus neraca perdagangan pada September 2026...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Pembahasan RUU Perkoperasian Capai 80 Persen, Ditargetkan Rampung Tahun Ini

JAKARTA, Bisnistoday – Sekretaris Kementerian Koperasi (Kemenkop) Ahmad Zabadi menyampaikan pembahasan Rancangan...

Menperin
Ekonomi & Bisnis

Prospek Industri Sedang Baik, Menperin Sarmuji Minta Kadin Manfaatkan Momentum

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menilai prospek industri nasional sedang...