Jakarta, BisnisToday – Media sosial meledak. Kekalahan telak Timnas Indonesia 6-0 dari Jepang jadi bahan bakar ‘kemarahan’ fans timnas.
Bukan cuma karena skor, tapi karena rasa terhina—seolah Timnas diajari cara main bola di kandang Asia sendiri. Semua sorotan kini tertuju ke sosok pelatih Patrick Kluivert.
Datang dengan CV kelas Eropa dan filosofi Belanda, Kluivert dianggap gagal membaca medan tempur sepak bola Asia.
“Ini bukan soal strategi rapi di whiteboard, tapi siapa yang bisa adapt di lapangan,” ujar Wisa, pengamat komunitas diskusi bola TikTok, Kamis (12/6/2025).
Menurutnya, sejak awal lawan Australia, pernyataan Kluivert sudah ambigu.
“Katanya mainkan yang punya menit di klub, tapi Rafael dan Nathan tetap turun. Kita malah dibantai 5-1. Dia kemakan omongannya sendiri,” tegas Wisa.
Sementara Adi salah satu pelatih lokal asal Makassar menyebut, PK belum memiliki pakem yang jelas.
“Saya sendiri ketika melihat line up di Australia itu garuk-garuk kepala, sambil sandaran pegang gelas kopi saya bingung sendiri,” ungkap Adi.
Laga lawan Jepang dianggap sebagai tamparan brutal. Setelah hanya menang tipis 1-0 atas China di GBK, Timnas dihancurkan Jepang 6-0 di laga tandang.
Total agregat: 0-4 di GBK + 0-6 di Jepang. “Kemenangan tipis itu cuma nutup luka sementara,” kata pemilik akun @gue.rue.
Komentar lainnya datang dari akun @iful, “Lawan Jepang itu wake-up call. ‘Welcome to Asia, bos! Ini bukan Eredivisie’. Maka wajar, fans timnas mengingatkan agar Patrick Klivert tidak tersesat,” timpalnya.
Jepang main intense, unpredictable, transisi brutal. Lo kira bisa diatur kayak project naturalisasi? Gak segampang itu, mister.”
Menurut komunitas, Patrick Kluivert dan timnya kini harus benar-benar sadar. Ini bukan soal menaruh nama besar di line-up. Ini soal manajemen ruang, emosi, dan chemistry yang gak bisa dibeli instan.
“Nama besar PK harus keluar sekarang. Bukan soal lolos ke ronde 4. Kita butuh dia bawa Timnas ke Piala Dunia 2026,” tegas Awan, fans fanatik Timnas.







































