www.bisnistoday.co.id
Kamis , 15 Oktober 2026
Home NASIONAL & POLITIK Nasional Reforma Agraria Ubah Desa Bandung Jadi Pusat Ekonomi dan Wisata Baru
Nasional

Reforma Agraria Ubah Desa Bandung Jadi Pusat Ekonomi dan Wisata Baru

Desa Pandeglang
DESA Pandeglang, Prinvinsi Banten./
Social Media

PANDEGLANG, Bisnistoday – Desa Bandung, Kabupaten Pandeglang, mencatat sejarah baru setelah dinobatkan sebagai salah satu Kampung Reforma Agraria terbaik di Indonesia tahun 2025. Predikat ini diberikan Kementerian Dalam Negeri berkat keberhasilan desa tersebut mengubah lahan tak produktif menjadi pusat ekonomi berbasis wisata dan pemberdayaan masyarakat.

“Dari tanah yang tadinya semak belukar, dengan adanya sertipikat tanah bisa dikerjasamakan. Lahan-lahan milik perorangan kami satukan melalui BUMDes untuk dijadikan objek wisata, yaitu Desa Wisata Bukit Sinyonya,” kata Kepala Desa Bandung, Wahyu Kusnadiharja, Senin (22/9)

Transformasi desa tidak hanya berhenti pada legalisasi aset, melainkan juga menyentuh aspek sosial dan ekonomi. Dukungan dari Kementerian ATR/BPN melalui program pendampingan membuat masyarakat semakin percaya diri mengelola potensi lokal.

“Dengan adanya Kampung Reforma Agraria, semua potensi langsung dikelompokkan. Ada kelompok ikan, kopi, sadar wisata, hingga anyaman pandan. Setelah itu, kapasitas masyarakat terus ditingkatkan,” jelas Wahyu

Perubahan nyata juga dirasakan masyarakat. Direktur BUMDes Bandung, Syaifullah, menuturkan, program ini mendongkrak perekonomian warga yang semula serba terbatas.
“Masyarakat yang ekonominya sederhana kini lebih meningkat. Sedikit banyak program ini sangat membantu menopang ekonomi,” ujarnya

Sejak dibuka pada 2023, Desa Wisata Bukit Sinyonya telah menarik lebih dari 10 ribu wisatawan. Selain menikmati panorama alam, pengunjung bisa belajar mengolah kopi robusta khas Bandung, membuat anyaman pandan bersama pengrajin perempuan, hingga budidaya ikan mas Sinyonya.

“Semua kelompok usaha berasal dari masyarakat desa sendiri. Walau dengan potensi berbeda, semua jadi berdaya dan semakin kreatif karena banyaknya permintaan,” tambah Syaifullah

Kisah Desa Bandung menunjukkan bahwa Reforma Agraria bukan sekadar urusan sertipikat tanah. Lebih jauh, ia menjadi instrumen yang menghidupkan potensi desa, menggerakkan ekonomi, dan menumbuhkan kebanggaan warga.//

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

KSAD
Nasional

Presiden Prabowo Lantik Sejumlah Pejabat TNI dan Lembaga Negara, Tandyo Budi Jadi KSAD

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Presiden Prabowo Subianto melantik sejumlah pejabat tinggi Tentara Nasional Indonesia...

Kementan
Nasional

Perkuat Capaian Swasembada Berkelanjutan, Kementan Selenggarakan Gerakan Tanam Serempak

TANAH LAUT, Bisnistoday.co.id - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan...

Nasional

Kementerian ATR/BPN Bersama BRAN Kaji Pembagian Tugas dan Fungsi Reforma Agraria

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggelar...

Nasional

LLDIKTI Wilayah IV Tegaskan Zero Tolerance Bullying di Kampus, Pelaku di Telkom University Kena Sanksi

BANDUNG, Bisnistoday.co.id — Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV menegaskan tidak...