www.bisnistoday.co.id
Jumat , 28 Agustus 2026
Home NASIONAL & POLITIK Nasional Reforma Agraria Ubah Desa Bandung Jadi Pusat Ekonomi dan Wisata Baru
Nasional

Reforma Agraria Ubah Desa Bandung Jadi Pusat Ekonomi dan Wisata Baru

Desa Pandeglang
DESA Pandeglang, Prinvinsi Banten./
Social Media

PANDEGLANG, Bisnistoday – Desa Bandung, Kabupaten Pandeglang, mencatat sejarah baru setelah dinobatkan sebagai salah satu Kampung Reforma Agraria terbaik di Indonesia tahun 2025. Predikat ini diberikan Kementerian Dalam Negeri berkat keberhasilan desa tersebut mengubah lahan tak produktif menjadi pusat ekonomi berbasis wisata dan pemberdayaan masyarakat.

“Dari tanah yang tadinya semak belukar, dengan adanya sertipikat tanah bisa dikerjasamakan. Lahan-lahan milik perorangan kami satukan melalui BUMDes untuk dijadikan objek wisata, yaitu Desa Wisata Bukit Sinyonya,” kata Kepala Desa Bandung, Wahyu Kusnadiharja, Senin (22/9)

Transformasi desa tidak hanya berhenti pada legalisasi aset, melainkan juga menyentuh aspek sosial dan ekonomi. Dukungan dari Kementerian ATR/BPN melalui program pendampingan membuat masyarakat semakin percaya diri mengelola potensi lokal.

“Dengan adanya Kampung Reforma Agraria, semua potensi langsung dikelompokkan. Ada kelompok ikan, kopi, sadar wisata, hingga anyaman pandan. Setelah itu, kapasitas masyarakat terus ditingkatkan,” jelas Wahyu

Perubahan nyata juga dirasakan masyarakat. Direktur BUMDes Bandung, Syaifullah, menuturkan, program ini mendongkrak perekonomian warga yang semula serba terbatas.
“Masyarakat yang ekonominya sederhana kini lebih meningkat. Sedikit banyak program ini sangat membantu menopang ekonomi,” ujarnya

Sejak dibuka pada 2023, Desa Wisata Bukit Sinyonya telah menarik lebih dari 10 ribu wisatawan. Selain menikmati panorama alam, pengunjung bisa belajar mengolah kopi robusta khas Bandung, membuat anyaman pandan bersama pengrajin perempuan, hingga budidaya ikan mas Sinyonya.

“Semua kelompok usaha berasal dari masyarakat desa sendiri. Walau dengan potensi berbeda, semua jadi berdaya dan semakin kreatif karena banyaknya permintaan,” tambah Syaifullah

Kisah Desa Bandung menunjukkan bahwa Reforma Agraria bukan sekadar urusan sertipikat tanah. Lebih jauh, ia menjadi instrumen yang menghidupkan potensi desa, menggerakkan ekonomi, dan menumbuhkan kebanggaan warga.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Sekjen ATR/BPN
Nasional

Kementerian ATR/BPN Kejar Sertipikasi 11 Juta Rumah MBR hingga 2029

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menargetkan...

Parigi Moutong
Nasional

Banjir Melanda Parigi Moutong, Kementerian PU Siagakan Peralatan Penanganan

PARIGI MOUTONG, Bisnistoday - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai...

Nasional

Korban Gempa di NTT, Meninggal 105 Orang

JAKARTA, Bisnistoday - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali memperbarui data dampak...

APKLI MP
Nasional

Ali Mahsun Atmo Kembali Terpilih Pimpin APKLI Merah Putih Periode 2026-2031

JAKARTA, Bisnistoday – Asosiasi Usaha Kecil, Mikro dan Pedagang Kaki Lima Indonesia...