www.bisnistoday.co.id
Jumat , 6 November 2026
Home NASIONAL & POLITIK Humaniora Kongres Elektro ITS 2025: Kecerdasan Buatan, Sinergi, dan Masa Depan Indonesia
Humaniora

Kongres Elektro ITS 2025: Kecerdasan Buatan, Sinergi, dan Masa Depan Indonesia

Kongres ITS
KONGRES Elektro ITS Tahun 2025 di Surabaya./
Social Media

SURABAYA,  Bisnistoday – Kongres Ikatan Alumni Elektro ITS (ELITS) 2025 menjadi refleksi mendalam tentang peran teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam membentuk masa depan Indonesia. Perlunya kesiapan infrastruktur dan regulasi etika dalam pemanfaatan AI. Hal tersebut diungkapkan Adhi Dharma Wibawa, Kepala Pusat Studi Kecerdasan Artifisial dan Teknologi Digital ITS, saat kongres ITS, bertema “Elektro vs Artificial Intelligence: Powering the Future.”

“Kalau kita ingin membuat ChatGPT berbahasa Jawa, butuh hardware mahal dan dataset besar. Infrastruktur kita belum sepenuhnya siap, termasuk stabilitas listrik yang masih jadi isu,” ujar Adhi Dharma Wibawa di Surabaya, Senin (29/9). Ia juga menyoroti risiko penggunaan AI oleh anak-anak tanpa batasan usia. “AI harus ditanamkan etikanya sejak awal, agar tidak disalahgunakan,” tambahnya.

Sementara itu, Adir Ginting, Head of Enterprise Sales Google Indonesia, menekankan relevansi ekosistem digital. “AI bukan lagi sekadar efisiensi, tapi sudah menjadi powerhouse of innovation. ITS dan para alumninya harus membangun ekosistem agar tetap relevan,” katanya. Menurutnya, investasi global di bidang AI yang mencapai puluhan miliar dolar menjadi bukti bahwa AI bukan tren sesaat.

Dari perspektif industri nasional, Direktur IT Digital Telkom Indonesia, Faizal Rochmad Djoemadi, menekankan konsep pentahelix kolaborasi antara akademisi, startup, regulator, media, dan industri besar—sebagai kunci pengembangan AI di Indonesia. “Connectivity sudah keahlian Telkom, tapi kita harus go beyond. Transportasi, misalnya, punya pertumbuhan digitalisasi 33 persen, sehingga AI dan IoT jadi kebutuhan utama,” jelasnya.

Kongres juga menjadi ajang regenerasi kepemimpinan. Komedian Cak Lontong, atau Lies Hartono, resmi dilantik sebagai Ketua Umum IKA ELITS 2025. Dengan gaya khasnya, ia menegaskan pentingnya kebersamaan. “AI memang bisa menggantikan banyak pekerjaan, tapi jangan sampai menggantikan semangat kita untuk bersinergi. Kita harus berdaya, bukan kalah oleh teknologi,” ucapnya disambut tepuk tangan meriah.

Dian Purnomo, Ketua Alumni Elektro ITS Jawa Timur, menilai forum ini membuka wawasan tentang kiprah alumni di berbagai sektor. “Ternyata alumni elektro ITS tersebar luas, dari industri karung hingga startup. Kongres ini jadi ajang sinergi, sekaligus dorongan agar AI benar-benar dimanfaatkan dalam bisnis dan kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Kongres ini membuktikan bahwa masa depan teknologi tidak hanya ditentukan oleh mesin, tetapi juga oleh manusia yang mampu menjaga etika, berkolaborasi, dan menyalakan harapan. Dari ruang alumni ini, lahir komitmen kuat agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, melainkan juga produsen teknologi, dengan AI sebagai salah satu pilar utama.//

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Lawang Sewu
Humaniora

Mengenal Warisan Perkeretaapian Melalui Petilasan Lawang Sewu dan Museum Ambarawa

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Melalui Rail Heritage Forum 2026 di Lawang Sewu, KAI...

Tes TKA
Humaniora

Gelombang Pertama TKA SMA/SMK 2026 Tuntas, Diikuti Lebih dari 1,6 Juta Murid

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menuntaskan pelaksanaan...

Mendikdasmen
Humaniora

Puncak Bulan Bahasa 2026, Kemendikdasmen Luncurkan 16 Produk Bahasa-Sastra dan 2 Program Wiyata Kinarya

JAKARTA, Bisnistoday.co.id— Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan...

Wamendikdasmen
Humaniora

Momentum Sumpah Pemuda, Wamendikdasmen Fajar Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter Sejak Dini

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Pendidikan karakter perlu dibangun sejak dini melalui keterlibatan keluarga,...