www.bisnistoday.co.id
Rabu , 26 Agustus 2026
Home BURSA & KORPORASI IHSG dan Rupiah Melemah
BURSA & KORPORASI

IHSG dan Rupiah Melemah

IHSG ditutup turun tajam
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis (8/7) ditutup melemah 4,14 poin ke posisi 6.039,9. Sementara indeks LQ45 turun 1,94 poin ke posisi 839,92.

Dibuka menguat, IHSG hanya mampu bergerak positif pada sesi pertama perdagangan. Pada sesi kedua, IHSG melemah dan terus bertahan di zona merah hingga penutupan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tiga sektor meningkat dimana sektor properti naik paling tinggi yaitu 0,84 persen, diikuti sektor keuangan dan sektor teknologi masing-masing 0,48 persen dan 0,38 persen.

Sedangkan delapan sektor terkoreksi dimana sektor barang konsumen primer turun paling dalam yaitu minus 0,98 persen, diikuti sektor kesehatan dan sektor perindustrian masing-masing minus 0,93 persen dan minus 0,67 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau “net foreign buy” sebesar Rp132,14 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.300.315 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 18,23 miliar lembar saham senilai Rp11,8 triliun. Sebanyak 194 saham naik, 288 saham menurun, dan 159 tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 248,92 poin atau 0,88 persen ke 28.118,03, indeks Hang Seng turun 807,49 poin atau 2,89 persen ke 27.153,13, dan indeks Straits Times terkoreksi 34,01 poin atau 1,08 persen ke 3.107,59.

Rupiah Melemah

Sementara nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta melemah seiring berlanjutnya eskalasi kasus baru Covid-19 di Tanah Air.

Rupiah ditutup melemah 42 poin atau 0,29 persen ke posisi Rp14.525 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.483 per dolar AS.

Analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Nikolas Prasetia di Jakarta, Kamis, mengatakan, pelemahan rupiah masih didorong sentimen dari domestik.

“Masih terkait PPKM dan kenaikan kasus Covid-19 yang tembus 30 ribu kasus dalam satu hari,” ujar Nikolas.

Menurut Nikolas, dengan kenaikan kasus COVID-19 yang masih terus berlanjut, diprediksi pelemahan rupiah masih cukup rentan berkembang.

“Sementara dari USD, meski rilis notulen rapat gagal menghibur pelaku pasar, nampaknya masih terserap sebagai isu positif di AS,” kata Nikolas.

Indeks dolar yang mengukur kekuatan dolar terhadap mata uang utama lainnya saat ini berada di level 92,473. Sedangkan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun saat ini berada di level 1,265 persen.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.495 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.495 per dolar AS hingga Rp14.549 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis melemah ke posisi Rp14.548 dibandingkan posisi pada hari sebelumnya Rp14.500 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

BURSA & KORPORASIKorporasi

Asuransi BRI Life Raih Enam Penghargaan TADEA 2026

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life meraih enam penghargaan dalam ajang...

PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025, serta melanjutkan pertumbuhan bisnis pada Semester I 2026. (dok: Ciputra Life)
BURSA & KORPORASI

Pertumbuhan Bisnis Ciputra Life Berlanjut di Semester I 2026

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) mencatatkan kinerja positif...

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Dukung Kegiatan Kementerian UMKM Dalam Penguatan Ekosistem UMKM

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi Jiwa BRI Life (BRI Life) menegaskan komitmennya...

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Perkuat Sinergi dengan Mitra Strategis

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life (BRI Life) memberikan apresiasi kepada...