TANJUNG JABUNG BARAT — Upaya menjaga ketahanan energi nasional kembali ditunjukkan PetroChina International Jabung Ltd. (PCJL). Bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), PetroChina secara resmi memulai program pengeboran tahun 2026 di Wilayah Kerja (WK) Jabung, ditandai dengan tajak pertama Sumur NEB-85ST pada Kamis (15/1).
Tajak awal tahun ini menegaskan konsistensi PetroChina Jabung dalam menjaga ritme kerja hulu migas. Sumur NEB-85ST menjadi pembuka dari enam sumur pengembangan yang masuk dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (WP&B) 2026. Tidak hanya itu, sepanjang tahun 2026 PCJL juga berkomitmen menjalankan 11 kegiatan kerja ulang (workover) serta 170 kegiatan perawatan sumur (well services) guna memastikan keberlanjutan produksi migas di wilayah tersebut.
Peresmian dimulainya program pengeboran ini dihadiri Kepala Divisi Pengeboran dan Sumuran SKK Migas Surya Widyantoro, perwakilan SKK Migas Sumbagsel, serta jajaran manajemen PCJL yang dipimpin Vice President Operations PCJL, Khostarosa Andhika Jaya.
Dalam sambutannya, Andhika menegaskan bahwa seluruh program pengeboran PetroChina Jabung dirancang dengan prinsip efisiensi, keselamatan, dan kontribusi nyata bagi Indonesia.
“Prinsip drilling program kami adalah bagaimana memastikan kontribusi Jabung untuk Indonesia. Sepanjang tahun ini, PCJL akan bekerja keras melaksanakan program kerja dengan baik, aman, dan bertanggung jawab,” ujar Andhika.
Konsistensi PetroChina Jabung terlihat dalam lima tahun terakhir, di mana perusahaan ini selalu melakukan tajak sumur pertama pada Januari. Bahkan, tajak Sumur SB-D21 pada 22 Januari 2023 diganjar penghargaan Tajak Sumur Paling Cepat (Fastest Well Spud) 2023 oleh SKK Migas, sebuah capaian yang mencerminkan kesiapan teknis dan manajerial perusahaan.
Budaya Keselamatan Kerja
Sementara itu, Surya Widyantoro mengingatkan pentingnya aspek keselamatan kerja dalam setiap aktivitas pengeboran. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari target produksi, tetapi juga dari perlindungan terhadap seluruh pekerja.“Jika kegiatan pengeboran berjalan aman, semoga hasilnya sesuai harapan,” kata Surya.
Ia juga mengapresiasi kinerja PetroChina Jabung pada tahun sebelumnya. Pada 2025, program pengeboran sembilan sumur berhasil dilaksanakan dengan baik. Dimulainya tajak pertama 2026 sejak Januari dinilai dapat menjadi role modelbagi kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) lainnya di Indonesia.
Dalam kerangka Komitmen Kerja Pasti (KKP) 2023–2028, PCJL menargetkan pengeboran enam sumur eksplorasi. Hingga kini, dua sumur eksplorasi telah diselesaikan, sementara sumur eksplorasi ketiga direncanakan pada 2027. PCJL juga telah menuntaskan program seismik berupa 3D Seismik Ketemu dan Rukam, serta 2D Seismik Eastern Jabung, dengan total capaian 1.747.849 jam kerja aman, yang rampung hingga akhir kuartal I 2025.
Dengan dimulainya program pengeboran sejak awal tahun, PetroChina Jabung menegaskan perannya sebagai salah satu tulang punggung produksi migas nasional. Langkah ini sekaligus menjadi sinyal optimisme bahwa target lifting migas nasional dapat terus dijaga melalui kerja terencana, aman, dan berkelanjutan.//



