www.bisnistoday.co.id
Minggu , 15 Maret 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Petrokimia Gresik Bangun Tangki Asam Sulfat 40 Ribu Ton, Perkuat Pasokan Bahan Baku NPK Nasional
Ekonomi & Bisnis

Petrokimia Gresik Bangun Tangki Asam Sulfat 40 Ribu Ton, Perkuat Pasokan Bahan Baku NPK Nasional

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Petrokimia Gresik memulai proyek pembangunan tangki asam sulfat untuk memperkuat pasokan bahan baku NPK nasional.

Pembangunan tangki berkapasitas total 40.000 ton diawali dengan ground breaking oleh Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN, Aminuddin Ma’ruf bersama Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, baru-baru ini.

Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN, Aminuddin Ma’ruf, menyampaikan bahwa swasembada pangan nasional menjadi perhatian Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dalam Asta Cita. Ia pun mengapresiasi kinerja Pupuk Indonesia, termasuk Petrokimia Gresik dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berhasil dicapai lebih cepat dari target, yaitu di tahun 2025.

“Proyek pembanguan tangki asam sulfat ini pada akhirnya mendukung Asta Cita Bapak Presiden Prabowo tentang ketahanan pangan. Dengan kondisi geopolitik dunia seperti sekarang, ketahanan pangan kita harus mandiri,” ujar Aminuddin Ma’ruf dalam keterangannya.

Baca Juga : Pembangunan ‘Refinery’ Bakal Jadi Stimulus Pertumbuhan Industri Petrokimia

Sementara Daconi menjelaskan asam sulfat merupakan bahan baku untuk memproduksi pupuk majemuk NPK. Tangki asam sulfat ini nantinya berfungsi untuk mendukung keberlangsungan produksi pupuk NPK di masa depan.

“Dengan pembangunan tangki ini, Petrokimia Gresik akan semakin memperkuat pasokan bahan baku pupuk NPK nasional. Dengan demikian, Petrokimia Gresik dapat memberikan kontribusi semakin besar lagi bagi terwujudnya swasembada pangan nasional secara berkelanjutan, melalui penyediaan pupuk berkualitas bagi pertanian di Indonesia,” ujar Daconi.

Dengan total kapasitas produksi pupuk NPK sebesar 2,7 juta ton per tahun, menjadikan Petrokimia Gresik sebagai produsen pupuk majemuk terbesar di Indonesia. “Dengan keberadaan tangki ini, Petrokimia Gresik bisa terus meningkatkan kapasitas produksi pupuk NPK untuk mendukung ketersediaan pupuk di dalam negeri,” tutur Daconi.

Tangki asam sulfat ini dibangun di kawasan Petrokimia Gresik di Gresik, Jawa Timur, tepatnya di area reklamasi tahap III dengan luas areal pembangunan 3 Hektare (Ha). Ada dua tangki asam sulfat yang dibangun dengan kapasitas masing-masing sebesar 20.000 ton, sehingga total kapasitas penyimpanan asam sulfat Petrokimia Gresik nantinya akan mencapai 100.000 ton setelah proyek ini beroperasi. Proyek tangki ini ditarget selesai dan beroperasi pada Mei 2027 dengan lama pengerjaan sekitar 18 bulan.

“Kami pastikan proyek ini memperhatikan aspek-aspek K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dengan baik. Petrokimia Gresik maupun kontraktor juga telah menandatangani kontrak kerja sama dengan Rumah Sakit Petrokimia Gresik untuk penanganan kondisi darurat. Selain itu, dalam pengerjaan proyek ini kami juga mengutamakan aspek lingkungan,” tutup Daconi./

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Ekonomi & Bisnis

Aplikasi PINTU Luncurkan Pintu VIP, Program Eksklusif Bagi Trader Elite

JAKARTA, Bisnistoday – PT Pintu Kemana Saja (PINTU), platform investasi aset crypto...

Ekonomi & Bisnis

Percepat Ekspansi Bisnis Properti, REAL Gandeng Riscon Group

JAKARTA, Bisnistoday – PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) memperkuat langkah ekspansi...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Perkuat Stabilitas Industri Asuransi, LPS Siapkan Program Penjaminan Polis

JAKARTA, Bisnistoday - Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Bidang Program...

GT Pejagan Pemalang
Ekonomi & Bisnis

Rafflesia Group Perkuat Kesiapan Operasional di Ruas Tol Jawa-Sumatra Menyambut Mudik Lebaran 2026

JAKARTA, Bisnistoday– Menyambut periode arus mudik dan balik Lebaran 2026, Rafflesia Group...