www.bisnistoday.co.id
Kamis , 8 Oktober 2026
Home HEADLINE NEWS BI Diproyeksikan Tahan Suku Bunga 4,75%, Rupiah dan Gejolak Global Jadi Pertimbangan Utama
HEADLINE NEWS

BI Diproyeksikan Tahan Suku Bunga 4,75%, Rupiah dan Gejolak Global Jadi Pertimbangan Utama

Bank Indonesia diperkirakan pertahankan BI Rate./
LOGO BANK INDONESIA./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Bank Indonesia (BI) diproyeksikan akan mempertahankan suku bunga kebijakan (BI Rate) di level 4,75 persen pada Rapat Dewan Gubernur 20-21 Januari 2026. Keputusan ini dinilai sejalan dengan konsensus pasar, di tengah tekanan terhadap nilai tukar Rupiah dan meningkatnya ketidakpastian global.

Analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Jessica Tasijawa, menilai fokus utama BI saat ini adalah menjaga stabilitas Rupiah, terutama setelah bank sentral melakukan lima kali penurunan suku bunga sepanjang 2025. “Dengan The Fed juga diperkirakan menahan suku bunga di 3,75 persen, ruang BI untuk mempersempit selisih suku bunga menjadi sangat terbatas,” ujarnya di Jakarta, Rabu (21/1).

Tekanan terhadap Rupiah masih cukup signifikan. Hingga awal 2026, mata uang Garuda tercatat melemah 1,6 persen secara year to date (YTD) ke level Rp16.950 per dolar AS, menjadikannya salah satu mata uang dengan kinerja terburuk di kawasan Asia. Sentimen global yang cenderung risk-off serta ketegangan geopolitik mendorong investor mencari aset aman, tercermin dari harga emas yang bertahan di level tertinggi sepanjang sejarah di atas USD4.700 per troy ons.

Dari sisi aliran modal, tekanan kian terasa setelah terjadi arus keluar asing bersih Rp7,7 triliun dalam sepekan terakhir, dipimpin oleh penjualan Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Kondisi ini mendorong kepemilikan asing di SBN turun ke kisaran 13,4 persen, level terendah sepanjang sejarah, yang membuat pasar keuangan domestik semakin rentan terhadap guncangan eksternal.

Merespons situasi tersebut, BI mengadopsi bauran kebijakan yang lebih defensif. Bank sentral menyempurnakan pengelolaan likuiditas melalui operasi pasar terbuka (OMO), menurunkan penyerapan SRBI serta memangkas remunerasi cadangan untuk mencegah penimbunan likuiditas, tanpa secara langsung melonggarkan kebijakan moneter. Langkah ini menandai pergeseran BI dari sikap dovish ke pendekatan yang lebih berhati-hati dengan menempatkan stabilitas nilai tukar sebagai prioritas utama.

Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun naik tipis ke level 6,32 persen, seiring pelemahan Rupiah dan kenaikan imbal hasil US Treasury. Premi risiko Indonesia juga meningkat, tercermin dari CDS 5-tahun yang mendekati 75 basis poin, tertinggi sejak November 2025, di tengah kombinasi tekanan eksternal dan terbatasnya katalis domestik.

Ketidakpastian turut diperkuat oleh isu pemilihan Wakil Gubernur BI. Munculnya laporan mengenai afiliasi politik salah satu kandidat memicu kekhawatiran investor asing terhadap independensi bank sentral. Dalam kondisi ini, pasar menilai kredibilitas kebijakan dan komunikasi BI menjadi sama pentingnya dengan langkah intervensi di pasar valuta asing, guna menjaga kepercayaan dan stabilitas pasar keuangan nasional.//

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Pembukaan TEI 2025
HEADLINE NEWS

TEI 2026 : Para Buyer Disediakan Zona Khusus Kopi, Teh, dan Kakao Saat Pameran

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Kementerian Perdagangan terus mematangkan persiapan Trade Expo Indonesia (TEI)...

FIFA Asean 2026
HEADLINE NEWSSport & Health

Drama Adu Penalti di SUGBK, Timnas Indonesia Resmi Rengkuh Trofi FIFA ASEAN Cup 2026

JAKARTA, Bisnistoday.co.id  – Tim Nasional (Timnas) Indonesia berhasil mencetak sejarah baru dengan...

HUT TNI
HEADLINE NEWS

Presiden Prabowo Pimpin HUT ke-81 TNI di Cilangkap: “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur”

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung Upacara Peringatan Hari Ulang...

PELABUHAN PRIOK
HEADLINE NEWS

Surplus Dagang Meroket Tembus USD 3,6 Miliar di Agustus 2026

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Kabar baik datang dari neraca perdagangan Indonesia. Setelah sempat...