JAKARTA, Bisnistoday- Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama Japan External Trade Organization (JETRO) menggelar kegiatan penjajakan bisnis (business matching) yang mempertemukan puluhan pelaku UMKM Indonesia dengan perusahaan ritel besar asal Jepang. Hal ini sebagai upaya memperluas pasar ekspor bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia terus di kancah global.
Sebanyak 30 UMKM dari berbagai sektor strategis, seperti furnitur, peralatan rumah tangga, kosmetik dan perawatan kulit, kebutuhan hewan peliharaan, serta makanan dan minuman, berkesempatan mempresentasikan produk unggulan mereka secara langsung kepada empat perusahaan ritel Jepang. Kegiatan ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam membuka akses pasar Negeri Sakura yang dikenal memiliki standar kualitas dan keamanan produk yang tinggi
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, mengatakan bahwa business matching menjadi sarana penting untuk menyelaraskan standar produk Indonesia dengan kebutuhan pasar Jepang. Menurutnya, pertemuan langsung antara produsen dan pembeli memungkinkan terjadinya dialog terbuka mengenai kualitas, kemasan, hingga harga produk.
“Business matching ini kami rancang agar pelaku UMKM dapat memahami secara langsung kebutuhan pasar Jepang, sekaligus menyesuaikan standar produk agar dapat diterima oleh konsumen di sana,” ujar Puntodewi dalam pembukaan kegiatan tersebut di Jakarta, Selasa (20/1).
Kegiatan ini dilaksanakan melalui pertemuan one-on-one, sehingga setiap UMKM memperoleh kesempatan yang sama untuk menampilkan sampel produk, mempresentasikan keunggulan, serta melakukan negosiasi bisnis secara langsung. Skema ini dinilai efektif untuk membangun kepercayaan awal antara pelaku usaha Indonesia dan mitra Jepang.
Puntodewi menambahkan, selain sektor otomotif yang selama ini mendominasi perdagangan Indonesia–Jepang, masih terbuka peluang besar di sektor furnitur, home living, wellness, perawatan tubuh, dan produk kecantikan. Sektor-sektor tersebut diyakini dapat menjadi motor baru pertumbuhan ekspor Indonesia pada 2026
Di tengah dinamika global yang menekan kinerja perdagangan, Jepang tetap menjadi mitra dagang penting bagi Indonesia. Pada Januari–November 2025, ekspor nonmigas Indonesia ke Jepang tercatat sebesar USD 14,08 miliar, sementara total perdagangan kedua negara mencapai USD 29,29 miliar dengan surplus bagi Indonesia sebesar USD 2,64 miliar
Jepang Butuhkan Produk Berkualitas
Presiden Direktur JETRO Jakarta, Shinji Hirai, menilai kegiatan ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mendorong hilirisasi dan peningkatan nilai tambah produk. Di sisi lain, peritel Jepang juga aktif mencari produk berkualitas tinggi yang memiliki keunikan dan daya saing.
“Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemasok Indonesia dalam mengembangkan produk, sekaligus membantu perusahaan Jepang menemukan mitra baru dari Indonesia,” kata Hirai
Antusiasme juga datang dari para pelaku UMKM peserta. Ferdi, perwakilan Sagara Group, mengapresiasi fasilitasi yang diberikan Kemendag dan JETRO. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut agar semakin banyak produk lokal mampu menembus pasar global. Hal senada disampaikan Antin Sambodo dari Jinjit Pottery, yang berharap produknya dapat diterima dan dipasarkan secara berkelanjutan di Jepang
Melalui sinergi ini, pemerintah optimistis UMKM Indonesia tidak hanya mampu menembus pasar Jepang, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global dengan produk bernilai tambah dan berdaya saing tinggi.//

