www.bisnistoday.co.id
Kamis , 24 September 2026
Home EKONOMI Ekonomi Rakyat Inklusi Keuangan Dorong UMKM Naik Kelas, ILO dan Pemerintah Perkuat Akses hingga Daerah
Ekonomi Rakyat

Inklusi Keuangan Dorong UMKM Naik Kelas, ILO dan Pemerintah Perkuat Akses hingga Daerah

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Upaya memperluas akses keuangan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai menjadi kunci mempercepat penciptaan lapangan kerja layak sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program kolaboratif antara pemerintah, lembaga internasional, dan otoritas keuangan kini difokuskan pada digitalisasi data pelaku usaha, penguatan koperasi, serta pembukaan akses pembiayaan yang lebih luas.

Djauhari Sitorus, Project Manager Promise II IMPACT dari International Labour Organization (ILO), dalam acara Media Fellowship “Inklusi Keuangan & Berkelanjutan UMKM melalui PROMISE II IMPACT” di Jakarta, Kamis (12/2), menegaskan bahwa agenda ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 8 yang menekankan pertumbuhan ekonomi inklusif dan pekerjaan layak. Ia menyebut akses keuangan menjadi fondasi penting agar pekerja memperoleh perlindungan sekaligus peluang peningkatan pendapatan.

Menurut Djauhari, sejumlah komoditas daerah telah didorong melalui program ini, seperti minyak nilam dari Aceh yang dipasarkan hingga Eropa, susu sapi dari Jawa Barat, serta rumput laut dari Nusa Tenggara Timur. Dengan dukungan pembiayaan dan sistem digital, produksi meningkat dan pendapatan petani maupun peternak ikut terdongkrak.

“Tanpa data dan sistem digital, pelaku usaha sulit mengakses layanan keuangan. Karena itu proses digitalisasi menjadi kunci membuka akses bagi petani dan peternak,” ujarnya.

Koperasi dan Platform Digital Perkuat Produksi

Di Jawa Barat, misalnya, peternak susu kini didorong menjadi anggota koperasi dan menggunakan platform digital untuk mencatat setoran susu. Sistem tersebut memungkinkan mereka memperoleh pembiayaan tambahan, termasuk untuk membeli sapi baru sehingga skala produksi meningkat.

Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Madya Kementerian Koordinator Perekonomian, Satrio Adhitomo, menyebut tahun 2026 menjadi momentum transformasi sektor keuangan nasional. Pemerintah mendorong kemandirian finansial masyarakat melalui akses lembaga keuangan formal, asuransi, hingga dana pensiun.

Ia menambahkan, UMKM masih didominasi usaha mikro yang mencapai sekitar 96 persen, sehingga dukungan pembiayaan menjadi faktor krusial agar sektor ini mampu menyerap tenaga kerja lebih besar.

OJK: Akses Pembiayaan Masih Terbatas

Kepala Grup Inovasi Keuangan Digital Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ludy Arlianto, mengakui masih banyak pelaku usaha yang belum dapat mengakses pinjaman formal. Karena itu, pemerintah daerah dilibatkan aktif untuk mendorong pertumbuhan UMKM sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

Dalam pertemuan dengan perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pemerintah Indonesia juga menekankan pentingnya peningkatan kemampuan finansial masyarakat. Literasi keuangan dinilai membantu masyarakat mengelola keuangan, memilih produk keuangan yang tepat, hingga memperoleh perlindungan melalui asuransi.

Pemerintah sendiri menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen, dengan sektor keuangan menjadi salah satu pendorong utama melalui peningkatan inklusi akses yang ditargetkan mencapai lebih dari 90 persen. Upaya ini dilakukan lewat kolaborasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD), Bank Indonesia, dan berbagai kementerian terkait.

Perempuan dan UMKM Jadi Prioritas

Program inklusi keuangan juga diarahkan untuk memperkuat peran perempuan sebagai pelaku usaha. Dukungan ekosistem, seperti fasilitas penitipan anak hingga pelatihan keterampilan kerajinan tangan, dinilai penting agar perempuan dapat tetap produktif secara ekonomi.

Satrio menegaskan, sebagian besar pekerja Indonesia masih berada di sektor UMKM. Karena itu, pertumbuhan sektor ini diharapkan mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja sekaligus memperkuat struktur ekonomi nasional. Dukungan pembiayaan yang mudah diakses menjadi faktor penentu agar UMKM bisa naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas.

Sinergi antara digitalisasi, inklusi keuangan, dan penguatan kelembagaan usaha menjadi strategi utama pemerintah dan mitra internasional dalam mendorong UMKM berkembang. Jika akses pembiayaan semakin merata, pelaku usaha kecil tidak hanya bertahan, tetapi juga berpotensi menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Ekonomi Rakyat

Herbasiana Nutrindo Siap Mengincar Pasar Ekspor, Dari Desa Ngradin untuk Dunia

BOJONEGORO, Bisnistoday - Apabila dulu daun kelor di Bojonegoro hanya berakhir sebagai...

Sejumlah produk Coucou yang dijual di IIPE 2026 ICE BSD. (Dok.Rava)
Ekonomi Rakyat

Coucou Optimistis Capai Target di IIPE 2026

JAKARTA, Bisnistoday – Produsen khusus makanan hewan peliharaan (anabul) Coucou optimistis bisa...

Ekonomi Rakyat

Polytron dan Populix Bongkar Mitos Bisnis Kuliner dan Redefinisi Cara Tepat “Naik Kelas”

JAKARTA, Bisnistoday – Mempertegas komitmennya dalam memberdayakan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan...

Ekonomi Rakyat

Bandung Great Sale 2026 Hadirkan Diskon Besar, dari We Are We hingga Persib Store

BANDUNG, Bisnistoday - Bandung Great Sale 2026 menjadi agenda belanja yang menawarkan...