www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 3 Oktober 2026
Home NASIONAL & POLITIK Nasional Tol Cisumdawu KM 207+350 Retak, Kementerian PU Kebut Parbaikan
Nasional

Tol Cisumdawu KM 207+350 Retak, Kementerian PU Kebut Parbaikan

Social Media

BANDUNG, Bisnistoday– Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan penanganan retakan pada Jalan Tol Cisumdawu KM 207+350 Jalur A (arah Dawuan) telah dilakukan secara cepat.Kondisi saat ini berada dalam pengendalian teknis, sehingga kondisi lalu lintas tetap aman dan terkendali.

Berdasarkan hasil pemantauan pada Jumat (27/3), teridentifikasi retakan sepanjang kurang lebih 100 meter dengan pola menyerupai mahkota yang mendekati batas lajur ke-2. Kondisi tersebut terus dipantau secara intensif untuk memastikan keselamatan pengguna jalan.

Sebagai langkah penanganan awal, telah dilakukan pemasangan rambu peringatan di sekitar lokasi, pengaturan lalu lintas menjadi satu lajur, pembatasan kecepatan kendaraan, serta penanganan teknis berupa pengisian retakan menggunakan material beton dan penutupan area dengan terpal guna mencegah masuknya air.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa dalam kondisi seperti ini, keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama, dengan tetap memastikan konektivitas tetap terjaga.

“Konektivitas harus tetap terjaga, namun yang paling utama adalah keselamatan pengguna jalan. Karena itu penanganan dilakukan secara cepat dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” kata Menteri Dody.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Wilan Oktavian menyampaikan bahwa ruas tol masih dapat dilalui dengan pengaturan lajur lalu lintas terbatas.

“Dari sisi keselamatan, ruas tol masih dapat dilalui dengan pengaturan lajur lalu lintas terbatas, dan seluruh langkah penanganan dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian,” ujar Wilan.

Untuk penanganan permanen, Kementerian PU bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT) tengah melakukan kajian teknis secara komprehensif, meliputi pengukuran topografi, penyelidikan tanah, pemasangan dan pembacaan instrumen inklinometer, serta analisis geoteknik guna menentukan metode perkuatan yang tepat.

Saat ini telah dipasang tiga unit alat pemantau pergerakan tanah (inklinometer) di lokasi. Hasil pemantauan awal menunjukkan adanya indikasi pergerakan tanah yang menjadi dasar dalam penentuan langkah penanganan lanjutan.

Untuk penanganan permanen, direncanakan perkuatan struktur menggunakan metode bore pile dengan panjang penanganan kurang lebih 100 meter, dengan target penyelesaian desain pada akhir April 2026.

Selain itu, Kementerian PU juga menyiapkan langkah mitigasi apabila terjadi perkembangan kondisi di lapangan, termasuk kemungkinan penerapan contra flow di Jalur B (arah Bandung) yang akan dikoordinasikan bersama Kepolisian.//

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Nasional

Banjir Tak Kenal Batas Kota, Wali Kota Bandung Dorong Solusi Bersama Bandung Raya

BANDUNG, Bisnistoday.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan strategi penanganan banjir Bandung,...

PetroChina
Nasional

PetroChina Perkuat Upaya Pemadaman Karhutla di HLG Londerang, Jambi

JAMBI, Bisnistoday.co.id - PetroChina International Jabung Ltd. (PCJL) berperan aktif dalam penanggulangan...

YK Rombsis
Nasional

YK Rombsis Indonesia Memperingati Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Gedung Juang 45 Jakarta

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Yayasan Kemanusiaan Rombsis Indonesia (YK Rombsis) menggelar upacara memperingati...

Nasional

Jelang Musim Hujan, Pemkot Bandung Percepat Pengerjaan Drainase dan Trotoar

BANDUNG, Bisnistoday.co.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mempercepat pengerjaan drainase dan trotoar...