JAKARTA-Bisnistoday: Penggunaan vape dan pod masih menjadi permasalahan di sejumlah negara. Selain berdampak pada kesehatan, limbah penggunaan alat untuk menghisap rokok elektrik ini juga dapat mencemari lingkungan.
Di Inggris, misalnya, Guardian mewartakan lebih dari 6 juta vape dan pod vape masih dibuang setiap minggunya.
Perusahaan pengelolaan limbah memperingatkan bahwa volume yang sangat besar ini terus membebani sistem daur ulang meskipun ada larangan terhadap rokok elektrik sekali pakai.
Menurut penelitian oleh kelompok kampanye daur ulang Material Focus, ada sekitar 6,3 juta limbah vape dan pod setiap minggunya pada tahun 2025. Hal ini mewakili pengurangan 23% dari tahun sebelumnya.
Hal ini menunjukkan bahwa larangan penjualan vape sekali pakai yang mulai berlaku pada 1 Juni 2025 telah berdampak untuk mengurangi volume limbah. Selain itu, terjadi penurunan 31% terhadap pembelian vape setiap minggu.
Namun, volume limbah masih menimbulkan masalah. Perusahaan pengelolaan limbah Veolia mengatakan kepada Material Focus bahwa mereka menerima laporan sekitar satu kebakaran setiap hari di seluruh kendaraan dan fasilitas mereka. Hal ini kemungkinan akibat baterai lithium-ion yang tersembunyi dalam limbah vape atau pod.
Sementara Biffa melaporkan menerima lebih dari 200.000 vape yang didaur ulang secara tidak benar setiap bulan.
Menurut temuan Material Focus, ada lebih dari 1 miliar limbah vape selama empat tahun terakhir. Studi kolaborasi bersama Opinium ini juga menunjukkan bahwa hampir setengah dari pengguna vape (47%) tidak menyadari bahwa perangkat mereka dapat didaur ulang.
Penelitian ini menggunakan sampel yang terdiri dari 1.000 orang berusia di atas 16 tahun yang telah membeli vape sejak 1 Juni 2025.
Perlu regulasi
Scott Butler, direktur eksekutif Material Focus, mengatakan bahwa bahaya penggunaan vape terus berlanjut karena kebakaran baterai meningkat di seluruh Inggris.
Ia mengatakan bahwa RUU tembakau dan vape merupakan peluang untuk perubahan dan menyarankan agar mewajibkan penjual vape melakukan daur ulang.
“Seharusnya mendaur ulang vape semudah membelinya,” kata Butler. “Merupakan kewajiban hukum yang sudah lama berlaku bagi semua toko yang memperoleh keuntungan dari penjualan produk tersebut untuk menyediakan tempat pengumpulan daur ulang yang aman dan menanggung biaya penyediaannya. Produsen dan importir vape kemudian harus menanggung biaya daur ulangnya.”//


