www.bisnistoday.co.id
Minggu , 9 Agustus 2026
Home NASIONAL & POLITIK Politik & Keamanan Mahfuz Sidik: Negara Kawasan Teluk Perlu Segera Bentuk Aliansi Bersama Hilangkan Hegemoni Amerika
Politik & Keamanan

Mahfuz Sidik: Negara Kawasan Teluk Perlu Segera Bentuk Aliansi Bersama Hilangkan Hegemoni Amerika

Partai Gelora
SEKJEN Partai Gelora Indonesia, Mahfuz Sidik./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Partai Gelora Indonesia mengharapkan negara-negara Teluk perlu segera memikirkan aliansi baru, membangun aliansi bersama untuk menghilangkan hegemoni Amerika Serikat (AS) di Kawasan Timur Tengah (Timteng) baik secara ekonomi, politik dan militer.

Hal itu disampaikan Mahfuz Sidik dalam acara diskusi di TV Swasta dengan tema ‘Iran Unggul Strategis, Trump Mau Invasi Darat atau Negosiasi?’  di Jakarta, akhir pekan.

”Negara-negara Teluk ini perlu memikirkan aliansi baru pasca perang untuk menghilangkan hegemoni Amerika di kawasan tersebut. Iran sudah mengajukan proposal untuk membangun aliansi bersama,” kata Mahfuz Sidik, dalam keterangannya, Sabtu (28/3/2026).

Menurut Ketua Komisi I DPR 2010-2017 Mahfuz Sidik, aliansi ini tidak hanya beranggotakan enam negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Oman, dan Bahrain saja, tetapi negara-negara lain di kawasan Timteng ada Iran, Irak, Turki dan lain-lain.

“Perang ini adalah gong yang menandakan berakhirnya hegemoni ekonomi, politik dan militer Amerika di kawasan Timur Tengah,” kata Sekretaris Jenderal Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia ini.

Dengan adanya aliansi bersama ini, maka kata Mahfuz, secara tidak langsung AS-Israel telah mengakui kekalahan dalam perang dengan Iran yang telah berlangsung selama satu bulan ini.

“Trump (Presiden AS Donald Trump) menelan pil pahit. Trump benar-benar salah kalkulasi, tidak bisa memenangkan perang dengan Iran. Trump sekarang berpikir bagaimana perang ini segera berakhir.,” katanya.

Kekalahan Strategis

Amerika, lanjut Mahfuz, mengalami kekalahan secara strategis dalam perang asimetris dengan Iran. Ia yakin Trump tidak akan melakukan seragan darat. Hal itu hanya imajinasi Trump sebagai upaya untuk melakukan buying time atau mengulur-ngulur agar tidak ‘kehilangan muka’ di dalam publik domestik di AS maupun pandangan negatif dunia internasional.

“Sejak awal Trump ini tidak punya tujuan yang jelas dan tidak punya rencana juga yang jelas di dalam operasi militer ini,” ujarnya.

Trump tidak menduga keberhasilan dalam menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro justru gagal total di Iran, meski telah membombardir dengan ratusan rudal dan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khameini.

“Iran bukanlah Venezuela. Dia pikir dengan serangan 28 Februari itu,  membombardir 800 rudal ke Teheran dan beberapa kota lain, berhasil menewaskan pemimpin tertinggi Iran. Ini kemenangan mutlak, ternyata kan itu tidak terjadi,” katanya.

Peneliti Dunia Islam Ini berpandangan bahwa Trump mengalami kebingungan yang hebat saat ini, dimana Presiden AS itu mengatakan, meminta upaya gencatan senjata dan keinginan untuk mengakhiri perang.

Bahkan Trump mengklaim ada kemajuan dalam negosiasi dengan Iran untuk mengakhiri perang dengan melibatkan Turki, Pakistan dan Qatar, namun hal itu dibantah secara tegas Iran.“Kita lihat Trump ini ngajak Iran negosiasi, tapi meletakkan semua tujuan yang dari awal pernah dia sebutkan dalam satu piring besar melalui 15 tuntutan. Jelas ditolak Iran,” katanya./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Politik & Keamanan

Pengamat Unpad Ingatkan Bahaya Main Hakim Sendiri Usai Imbauan Lawan Begal

BANDUNG, Bisnistoday - Pengamat Sosial Universitas Padjadjaran (Unpad) Herry Wibowo mengingatkan masyarakat...

Partai Gelora
Politik & Keamanan

Perang di Timteng Jadi Frozen Konflik, Mahfuz Sidik: Kekuatan Amerika di Teluk Bakal Benar-benar Lumpuh

JAKARTA, Bisnistoday- Sekjen Partai Gelora Indonesia, Mahfuz Sidik mengatakan, perang antara Iran...

wamen pkp fahri hamzah kementerian pkp program 3 juta rumah.
Politik & Keamanan

Fahri Hamzah: Indonesia Darurat Perbaikan Sistem Pemberantasan Korupsi

JAKARTA, Bisnistoday- Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia sekaligus Wakil Menteri Perumahan...

Politik & Keamanan

Erwin Mengaku Tak Pernah Diajak Bahas APBD dan Program Kerja Kota Bandung

BANDUNG, Bisnistoday - Wakil Wali Kota Bandung Erwin mengaku hampir tidak pernah...