www.bisnistoday.co.id
Jumat , 6 November 2026
Home NASIONAL & POLITIK Humaniora Kajian Wayang Sebagai Laboratorium Pengetahuan Humaniora
Humaniora

Kajian Wayang Sebagai Laboratorium Pengetahuan Humaniora

Prof. Darmoko menempatkan tekstologi sebagai bagian penting pula dari studi kewilayahan.

Prof. Dr. Darmoko (dok: Humas UI 2026)
Prof. Dr. Darmoko (dok: Humas UI 2026)
Social Media

DEPOK, Bisnistoday – Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) kembali menambah jajaran guru besar melalui pengukuhan Prof. Dr. Darmoko, S.S., M.Hum. sebagai Guru Besar Tetap bidang Ilmu Kewilayahan, melalui upacara pengukuhan di Balai Sidang UI, Kampus Depok, Sabtu (9/5).

Pengajar Program Studi Jawa FIB UI kelahiran Klaten, 25 Oktober 1961 tersebut, menjadikan wayang bukan semata pertunjukkan tetapi menjadi laboratorium pengetahuan humaniora. Melalui pidato pengukuhan bertajuk “Tekstologi Jawa: Resepsi, Transformasi, dan Alih Wahana”, Prof. Darmoko menjelaskan penerapan tekstologi Jawa melalui kajian wayang, sastra sejarah, dan industri kreatif.

Di dalam pidatonya, pengajar yang juga pedalang tersebut menukil kisah Damarwulan–Menakjingga kemudian mengalami transformasi ke berbagai media, mulai dari novel, komik, seni kriya, pertunjukan ketoprak, film layar lebar, hingga sinetron televisi.

“Proses itu melibatkan interpretasi ulang, penyesuaian konteks, dan kreativitas sehingga bertujuan membuat karya klasik tetap relevan bagi generasi baru atau menjangkau pembaca, pendengar, dan penonton lebih luas,” kata Darmoko, dalam pidatonya yang juga disiarkan langsung melalui kanal YouTube.

Manuskrip Jawa sebagai sumber pengetahuan, lanjutnya, dapat terus dihidupkan dan dimanfaatkan melalui pendekatan resepsi, transformasi, dan alih wahana, sehingga teks-teks klasik dapat ditafsirkan ulang dan dialihmedia menjadi bentuk baru, seperti seni pertunjukan, film, komik, hingga media digital, sehingga tetap relevan bagi generasi masa kini.

“Naskah-naskah kuno memuat ilmu pengetahuan tradisional tidak hanya diwariskan secara pasif, namun diolah kembali melalui kajian akademis (resepsi), diubah bentuknya (transformasi), dan dialihkan medianya (alih wahana), agar dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan fungsional di era modern.”

Kajian Teks

Selain menukil kisah Damarwulan–Menakjingga, Prof. Darmoko turut pula menera transformasi kisah Awas Lelara Influenza (Awas Sakit Influenza) terbitan Komisi Bacaan Rakyat Balai Pustaka tahun 1920 yang dialihwahana menjadi seni pertunjukkan wayang kulit purwa dengan lakon “Tamba Teka Lara Lunga” (Obat Datang, Penyakit Melayang) karya Ki Purbo Asmoro. Pertunjukkan tersebut hadir dalam merespon pandemi COVID-19.

“Di tangan Ki Purbo Asmoro teks naratif Awas Lelara Influenza berupa teks gancar (prosa) direka-cipta dengan sebuah strategi naratif dan kreativitas pemanggungan berdasarkan kekuatan imajinasi, kepekaan intuisi, intelektualitas, dan penguasaan kode (konvensi) budaya, menjadi pertunjukan teater wayang sajian ‘garap semalam’ (non-klasik konvensional),” ungkapnya.

Prof. Darmoko menempatkan tekstologi sebagai bagian penting pula dari studi kewilayahan. Teks-teks tradisional menyimpan pengetahuan mengenai relasi manusia dengan lingkungan sosial, alam, dan ketuhanan, sekaligus menjadi sumber untuk memahami identitas budaya suatu wilayah.

Dalam konteks pembangunan nasional, lanjutnya, kajian teks bukan semata aktivitas akademik, tetapi juga sarana merawat memori kolektif bangsa dan memperkuat peradaban Indonesia. “Tekstologi bukan sekadar studi akademis, melainkan instrumen penting untuk merawat ingatan kolektif dan membangun peradaban bangsa lebih bermartabat,” pungkasnya. *//

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Lawang Sewu
Humaniora

Mengenal Warisan Perkeretaapian Melalui Petilasan Lawang Sewu dan Museum Ambarawa

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Melalui Rail Heritage Forum 2026 di Lawang Sewu, KAI...

Tes TKA
Humaniora

Gelombang Pertama TKA SMA/SMK 2026 Tuntas, Diikuti Lebih dari 1,6 Juta Murid

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menuntaskan pelaksanaan...

Mendikdasmen
Humaniora

Puncak Bulan Bahasa 2026, Kemendikdasmen Luncurkan 16 Produk Bahasa-Sastra dan 2 Program Wiyata Kinarya

JAKARTA, Bisnistoday.co.id— Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan...

Wamendikdasmen
Humaniora

Momentum Sumpah Pemuda, Wamendikdasmen Fajar Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter Sejak Dini

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Pendidikan karakter perlu dibangun sejak dini melalui keterlibatan keluarga,...