JAKARTA, Bisnistoday – PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) gandeng PT Pertamina Power Indonesia (PPI) bekerja sama optimalkan produksi energi terbarukan, biodiesel.
Kerja sama melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) oleh Direktur Bisnis PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) Nurhidayat, dan Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis PT Pertamina Power Indonesia, Harsono Budi Santoso, Rabu (1/7).
Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), Muhammad Abdul Ghani, mengatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis perusahaan dalam mengoptimalkan potensi bioenergi nasional sebagai bagian dari pelaksanaan penugasan pemerintah.
Agrinas Palma Nusantara dan PT Pertamina Power Indonesia akan menjajaki kolaborasi pengembangan energi terbarukan berbasis sumber daya nasional. Kerja sama ini berfokus pada reaktivasi pabrik biodiesel (Fatty Acid Methyl Ester/FAME), pembangunan dua pabrik bioetanol berbahan singkong, serta inisiatif energi terbarukan lain yang disepakati bersama.
Reaktivasi pabrik biodiesel ditargetkan mampu mengembalikan kapasitas produksi hingga 600 ribu ton per tahun.
Sementara itu, direncanakan membangun dua unit pabrik bioetanol berbahan baku singkong, berkapasitas 300 kiloliter per hari (KLPD) per pabrik atau total 600 KLPD.
Optimalisasi produksi ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian, memperkuat pasokan bioetanol nasional, serta mendukung program swasembada pangan dan transisi menuju energi yang lebih bersih.
Selanjutnya, Agrinas Palma Nusantara dan PT Pertamina Power Indonesia akan melakukan kajian serta studi kelayakan untuk mengidentifikasi proyek potensial. Kajian ini mencakup aspek teknis, pasar, ekonomi, bisnis, lingkungan, hukum, hingga manajemen risiko agar setiap peluang kerja sama dapat diimplementasikan secara optimal dan berkelanjutan.
Kolaborasi kedua perusahaan juga diperkuat melalui pembahasan aspek strategis, teknis, dan komersial, termasuk pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan teknologi terkait energi terbarukan. Kedua pihak juga akan mengeksplorasi pemanfaatan fasilitas, peralatan, dan material untuk mendukung implementasi proyek secara efektif dan efisien.





































