www.bisnistoday.co.id
Minggu , 16 Agustus 2026
Home LIFESTYLE Sport & Health Langkah Baru Manchester City tanpa Guardiola  
Sport & Health

Langkah Baru Manchester City tanpa Guardiola  

Apakah mereka masih menjadi City yang sama tanpa Guardiola? Jawabannya mungkin mulai terlihat malam nanti

Para pemain Manchester City berlatih. (dok:Mancity)
Para pemain Manchester City berlatih. (dok:Mancity)
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Selama satu dekade terakhir, Manchester City nyaris tak bisa dipisahkan dari sosok Pep Guardiola. Walau kini Guardiola sudah pergi, standar yang ia tinggalkan tetap ada. Itulah beban pertama yang harus dipikul Enzo Maresca ketika Manchester City menghadapi Arsenal dalam Community Shield di Stadion Cardiff, Wales, malam nanti.

Pertandingan ini memang hanya menawarkan satu trofi, tetapi bagi City, laga tersebut menjadi lebih dari sekadar pembuka musim. Ini adalah kesempatan pertama untuk melihat seperti apa wajah mereka setelah satu dekade berada di bawah bayang-bayang Guardiola.

Di seberang mereka, Arsenal datang sebagai juara Premier League. Jika City sedang mencari identitas baru, The Gunners justru harus membuktikan bahwa gelar musim lalu bukan sekadar puncak sementara. Justru tantangan berikutnya lebih besar: apakah mereka mampu mempertahankan mahkota tersebut?

Itulah yang membuat pertemuan Arsenal dan City kali ini menarik. Satu tim sedang berusaha mempertahankan posisinya di puncak, sementara tim lainnya memulai era baru setelah kehilangan figur yang selama ini menjadi identitas utamanya.

Mikel Arteta tahu persis betapa besar pengaruh Guardiola terhadap Manchester City. Sebelum menjadi rival di pinggir lapangan, Arteta pernah menjadi asisten Guardiola selama empat tahun.

Karena itu, tidak mengherankan jika Arteta amat menghormati mantan bosnya. Menurutnya, Guardiola bukan hanya membawa City meraih 20 trofi utama selama 10 tahun masa kepemimpinannya, tetapi juga mengubah cara sepak bola dipahami dan dimainkan di Premier League.

Arteta bahkan menyebut Guardiola sebagai pelatih terbaik dalam sejarah sepak bola.

Namun, setelah era Guardiola berakhir, Arteta melihat City tidak akan kehilangan statusnya sebagai pesaing utama. Ia justru percaya Maresca memiliki kualitas yang dibutuhkan untuk melanjutkan pekerjaan tersebut.

“Sekarang Enzo,” kata Arteta. “Saya mengenalnya dengan baik dan dia akan memberikan sesuatu yang berbeda kepada klub.”

Menurut Arteta, Maresca memiliki kepribadian, karakter, dan terutama pengetahuan untuk sukses di City. Penunjukan tersebut, menurutnya, bukan keputusan sembarangan.

Meski mereka harus puas menjadi runner-up Premier League di belakang Arsenal, City sendiri menutup musim terakhir Guardiola dengan dua trofi domestic yang lumayan bergengsi, FA Cup dan Piala Liga.

Maresca kini memiliki tugas yang jauh lebih besar daripada sekadar mempertahankan koleksi trofi. Ia harus menemukan identitas City setelah Guardiola, sambil memastikan standar tinggi klub tersebut tidak pudar seiring perginya sang manajer.

Di kubu Arsenal, Arteta masih berusaha menyempurnakan skuadnya. Dia tidak banyak memberikan informasi mengenai kemungkinan perekrutan bek Bayer Leverkusen Jarell Quansah setelah Arsenal gagal mendapatkan Ezri Konsa dari Aston Villa.

“Kami ingin meningkatkan skuad. Kami ingin mengembangkan skuad agar bisa mencapai tujuan tersebut,” ujar Arteta.

Ia juga menenangkan pendukung Arsenal terkait masa depannya. Kontrak Arteta memang akan berakhir pada akhir musim, tetapi sang pelatih menegaskan bahwa ia ingin tetap berada di klub. “Mereka tidak perlu mengkhawatirkan hal itu, karena saya ingin berada di sini,” katanya.

Nasib Rodri

Jika Arsenal sibuk memikirkan bagaimana mempertahankan mahkota, City masih harus menghadapi ketidakpastian mengenai masa depan Rodri. Barcelona dikabarkan telah mengajukan tawaran awal sebesar £38,5 juta (US$52 juta) untuk gelandang Spanyol tersebut, tetapi City menolaknya.

Rodri hanya memiliki satu tahun tersisa dalam kontraknya di Etihad dan kabar mengenai kemungkinan kepulangannya ke Spanyol terus bermunculan.

Maresca sendiri tidak menutup kemungkinan apa pun selama bursa transfer masih terbuka. “Bursa transfer terbuka, kami bisa membeli dan menjual pemain. Apa pun bisa terjadi,” katanya.

Situasi tersebut menjadi semakin menarik karena Rodri baru bergabung dengan skuad City pada Jumat setelah menjalani operasi punggung. Ia merupakan pemain terakhir City yang kembali berlatih setelah nenbawa Spanyol menjuarai Piala Dunia.

Jika Barcelona kembali dengan tawaran yang lebih besar dan Rodri akhirnya pergi, City bukan hanya harus menggantikan salah satu pemain terpenting dalam struktur permainan mereka. Maresca juga harus melakukannya ketika ia sendiri sedang berusaha membentuk identitas baru tim.

Apakah mereka masih menjadi City yang sama tanpa Guardiola? Jawabannya mungkin mulai terlihat malam nanti.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

WINGS Food
Sport & Health

WINGS Nutrition Perluas Akses Nutrisi Berkualitas bagi Masyarakat

JAKARTA, Bisnistoday - WINGS Nutrition sebagai lini bisnis nutrisi WINGS Group menyiapkan...

Sport & Health

Siloam Hospitals Asri Berfokus Pada Transformasi Layanan Uro-Nefrologi 

JAKARTA, Bisnistoday – Selama lebih dari satu dekade terakhir, Siloam Hospitals Asri...

Gianni Infantino (dok:AFP/LATimes)
GagasanSport & Health

Pelajaran dari Krisis Kepemimpinan FIFA

FIFA, Federasi Sepak Bola Internasional, saat ini sedang diterpa masalah, terutama terkait...

Vinicius Jr (dok:reuters)
Sport & Health

Real Madrid Perpanjang Kontrak Vinicius Jr hingga 2032

JAKARTA, Bisnistoday – Teka-teki tentang masa depan Vinicius Jr di Real Madrid...