www.bisnistoday.co.id
Senin , 21 September 2026
Home GLOBAL Kemenangan El-Sayed Permalukan Kubu Pro-Israel
GLOBAL

Kemenangan El-Sayed Permalukan Kubu Pro-Israel

Senator Bernie Sanders menyebut kemenangan El-Sayed sebagai “kemenangan paling luar biasa” dalam politik modern.

Politikus Partai Demokrat Abdul El-Sayed (Dok:Reuters)
Politikus Partai Demokrat Abdul El-Sayed (Dok:Reuters)
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kemenangan Abdul El-Sayed di Michigan dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat untuk Senat Amerika Serikat, merutuhkan status quo para pendukung Israel di partai tersebut.

El-Sayed, seorang politikus muslim, menang tipis dari pesaingnya Haley Stevens. Perempuan anggota Kongres yang telah menjabat selama empat periode itu, terus memperkecil keunggulan El-Sayed seiring masuknya suara, memperkecil selisih antara mereka menjadi kurang dari 1 persen.

“Saya berharap bisa mengatakan bahwa saya menyatakan kemenangan sekarang. Ternyata butuh waktu lama untuk menghitung beberapa suara di Michigan. Ini negara bagian yang besar,” candanya.

Ia kemudian mengingatkan hadirin tentang apa yang dihadapinya selama  kampanyenya yakni dukungan puluhan juta dolar dari Komite Urusan Publik Israel Amerika (AIPAC) dan kelompok-kelompok kepentingan khusus lainnya.

Kemenagan El-Sayed ditentukan pada Rabu (6/8/2026) pagi, dengan selisih yang sangat tipis. Ia berhasil mengalahkan bukan hanya Stevens tetapi juga kelompok-kelompok pro-Israel dan tokoh-tokoh berpengaruh Demokrat di Michigan, termasuk pejabat tinggi dari partai tersebut, seperti Gubernur Gretchen Whitmer, yang telah mendukung lawannya.

Hasil tersebut memberikan pukulan telak kepada kubu Demokrat yang pro-Israel. Presiden Donald Trump, yang berasal dari Partai Republik, mengejek El-Sayed sebagai “pecundang komunis yang membenci Yahudi dan Israel”.

Kemenangan El-Sayed membawa pesan jelas: Dana kampanye yang melimpah (dari kelompok pr-Israel) dan dukungan dari tokoh-tokoh besar mungkin tidak lagi cukup untuk mengamankan kemenangan di dalam Partai Demokrat.

Para pendukung El-Sayed mengatakan bahwa perayaan yang tertunda dan margin kemenangan yang lebih kecil dari yang diharapkan, tidak seharusnya mengurangi signifikansi pemilihan ini.

Anggota legislatif negara bagian dari Partai Demokrat, Alabas Farhat, mengatakan kemenangan El-Sayed mengirimkan pesan bahwa, jika kandidat maju dengan platform antiperang dan bersedia menghadapi kelompok kepentingan khusus, seperti AIPAC, orang-orang akan memilih mereka.

“Ini bukan lagi sekadar status quo dan para politisi mapan yang terbiasa lolos begitu saja dalam pemilihan ini,” kata Farhat kepada Al Jazeera.

“Sekarang ada orang-orang yang ingin maju dan mengganggu serta membawa agenda besar dan berani serta bantuan bagi kaum pekerja di Michigan dan di tempat lain.”

Senator Bernie Sanders menyebut kemenangan El-Sayed sebagai “kemenangan paling luar biasa” dalam politik modern.

Kemenangan El-Sayed memang cukup mengejutkan. Apalagi Stevens mendapat dukungan penuh dari kalangan elite Partai Demokrat, seperti Whitmer, mantan Senator Debbie Stabenow, Pemimpin Senat Demokrat Chuck Schumer, dan Senator Gary Peters yang akan pensiun, yang kursinya ia perebutkan.

AIPAC tetap Optimis

Mengalahkan Stevens memungkinkan El-Sayed untuk bersaing dalam pemilihan umum November melawan mantan anggota Kongres Partai Republik Mike Rogers, yang mendapat dukungan Trump dan kelompok pro-Israel.

AIPAC telah mengindikasikan akan melanjutkan pengeluarannya di Michigan untuk mengalahkan El-Sayed dalam pemilihan umum. “Anggota kami tetap bertekad untuk memastikan bahwa para pemilih menolak Dr. El-Sayed dan agenda anti-Israel radikalnya pada bulan November,” kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan pada Rabu.

Kelompok lobi pro-Israel itu juga meremehkan kemenangan El-Sayed. Mereka dengan bangga menungkapkan kemenangan kandidat pro-Israel lainnya, termasuk di Missouri, di mana anggota Kongres Wesley Bell menang dengan mudah melawan penantangnya yang progresif, mantan anggota Kongres Cori Bush.

“Meskipun kecewa karena beberapa kandidat yang didukung AIPAC tidak menang, komunitas kami bangga mendukung Demokrat dan Republik pro-Israel yang menjunjung tinggi nilai-nilai kami, dan kami gembira bahwa para pemilih dalam pemilihan di musim pemilihan pendahuluan ini terus memilih pemimpin yang mendukung kemitraan AS-Israel yang kuat,” kata AIPAC.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Tokoh feminis Gloria Steinem (dokRichard Saker/The Observer)
GLOBAL

Aktivis Perempuan dan HAM, Gloria Steinem Tutup Usia

JAKARTA, Bisnistoday - Tokoh feminis yang juga seorang mantan jurnalis, Gloria Steinem,...

Petugas berusaha mencari korban banjir di Nepal. (cnsphoto/Reuters)
GLOBAL

Ribuan Korban Banjir di Nepal Belum Ditemukan

JAKARTA, Bisnistoday - Sejak banjir bandang melanda lembah-lembah Himalaya di Nepal dan...

Selat Hormuz (Ilustrasi/dok:unsplash/scott-tobin)
GLOBAL

AS-Iran Saling Serang, Ketegangan di Selat Hormuz Kembali Meningkat

JAKARTA, Bisnistoday - Pasukan Amerika Serikat menyerang peluncur tudal Milik Iran di...

Rudal Iran (dok:Unsplash/Moslem daneshzadel)
GLOBAL

AS Siapkan Sanksi Ekonomi Terberat untuk Iran

JAKARTA, Bisnistoday — Konfrontasi antara Amerika Serikat dan Iran memasuki fase baru...