www.bisnistoday.co.id
Kamis , 5 November 2026
Home EKONOMI Program KDKMP Wujud Pemikiran Soemitro Djojohadikusumo
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Program KDKMP Wujud Pemikiran Soemitro Djojohadikusumo

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan sambutan pada Peluncuran Buku "Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan" dan Simposium Nasional bertema "Urgensi Undang-Undang Perekonomian Nasional dan Kesejahteraan Sosial Dalam Menata Bangsa Menuju Indonesia Emas 2024," yang digelar oleh Yayasan Membangun Nusantara Kita di Gedung RRI Pusat, Jakarta, Selasa (4/8).
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Pemikiran Ekonom Indonesia, Prof. Soemitro Djojohadikusumo yang menegaskan kemerdekaan ekonomi harus tercapai, karena bangsa yang bergantung secara ekonomi akan sulit mewujudkan kedaulatan secara utuh. Bangsa yang kuat harus mampu  membangun kekuatan ekonominya sendiri. Dalam konteks tersebut, koperasi memiliki peran strategis karena mampu menghimpun potensi ekonomi masyarakat menjadi kekuatan produktif.

Pemikiran tersebut yang salah satu melandasi keputusan strategis Presiden Prabowo Subianto terbentuknya program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Sebagai salah satu tokoh penting dalam perjalanan koperasi di Indonesia, pemikiran Prof Soemitro masih sangat relevan untuk diwujudkan dan dikembangkan di era saat ini.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono dalam acara Peluncuran Buku “Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan” dan Simposium Nasional bertema “Urgensi Undang-Undang Perekonomian Nasional dan Kesejahteraan Sosial Dalam Menata Bangsa Menuju Indonesia Emas 2024,” yang digelar oleh Yayasan Membangun Nusantara Kita di Gedung RRI Pusat, Jakarta, Selasa (4/8).

Menilik sejarah ke belakang, Menkop Ferry menyatakan bahwa Soemitro adalah salah satu pendiri Induk Koperasi Pegawai Republik Indonesia (IKPRI). Kontribusinya bagi perjalanan koperasi di Indonesia sangat besar, termasuk dalam membangun fondasi kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy).

Berdasarkan hal-hal itulah, Presiden Prabowo kemudian menetapkan salah satu program strategis pemerintah adalah KDKMP dalam rangka mengembalikan arah ekonomi nasional kembali kepada konstitusi sebagaimana mandat pasal 33 UUD 1945.

“Presiden Prabowo melakukan transformasi dari yang semula dari pikiran menjadi sebuah program yang sifatnya teknokratis dan harus diimplementasi secara detail dan teknis (melalui KDKMP),” ujar Menkop.

Menkop Ferry kembali menegaskan selain distribusi barang bersubsidi, KDKMP diarahkan untuk mengembangkan potensi lokal seperti wisata, kerajinan, dan sektor kreatif. Dengan begitu, koperasi desa tidak hanya menjadi penyalur bantuan, tetapi juga pusat penggerak ekonomi rakyat.

Gagasan yang Hidup 

Sementara itu Tenaga Ahli Utama KSP Guruh Muamar Khadafi menekankan bahwa bangsa besar tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga gagasan yang diwujudkan dalam kehidupan nyata. Menurutnya gagasan pembangunan negara khususnya dalam bidang ekonomi tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi harus berjalan seiring dengan pemerataan agar manfaatnya dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

Gagasan besar Soemitro tersebut apabila direfleksikan di era saat ini sangat relevan dengan arah pembangunan nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto melalui program Asta Cita. Menurutnya, gagasan Sumitro memiliki relevansi dengan kebijakan publik saat ini, terutama dalam mendorong keadilan, kesejahteraan, dan kemajuan bangsa.

“Kita perlu menerjemahkan pemikiran beliau dalam ranah kebijakan publik yang dapat memberikan manfaat keadilan kesejahteraan dan kemajuan bangsa, maka sinergi pemerintah akademisi, dunia usaha dan masyarakat menjadi sangat pentingnya,” katanya.

Penulis Buku Agus Rizal mengatakan bahwa buku yang diluncurkan tersebut lahir dari kegelisahannya menyaksikan fenomena pembangunan nasional yang timpang.

Ia menilai, gagasan Soemitro menempatkan negara sebagai pengaruh strategis dalam pemerataan ekonomi melalui koperasi. Ia menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya tersentralisasi pada segelintir pihak, melainkan harus ditopang oleh struktur ekonomi yang adil serta birokrasi yang efisien.

Turut hadir Tenaga Ahli Utama KSP Guruh Muamar Khadafi,  Direktur Utama LPP RRI Ignatius Hendrasmo, Agus Rizal dan Dedi Setiadi sebagai Penulis buku dan Mitra Vinda Silitonga Keluarga Besar Djojohadikusumo.

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Pemilu Sela di AS (dok: The GuardianSteven Garcia/NurPhoto/Shutterstock)
EKONOMIGLOBAL

Demokrat Menangi Pemilu Sela di AS, Apa Dampaknya bagi Asia?

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Partai Demokrat berhasil menang telak dalam pemili paruh waktu...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Suku Bunga Mekaar 8 Persen Resmi Berlaku

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama PT...

Aktifitas Bongkar Muat di Pelabuhan Belawan.
Ekonomi & Bisnis

Hingga September 2026, Kemendag Catat Tren Positif Perdagangan Luar Negeri  

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Indonesia kembali mencatatkan surplus neraca perdagangan pada September 2026...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Pembahasan RUU Perkoperasian Capai 80 Persen, Ditargetkan Rampung Tahun Ini

JAKARTA, Bisnistoday – Sekretaris Kementerian Koperasi (Kemenkop) Ahmad Zabadi menyampaikan pembahasan Rancangan...