www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 5 September 2026
Home EKONOMI Tiga Tantangan Koperasi Tembus Pasar Global
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Tiga Tantangan Koperasi Tembus Pasar Global

Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah meninjau pameran China International E-Commerce Industry (CIEIE) Indonesia 2 Sessie di Forum Area Hall C3, JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (4/9).
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday — Kementerian Koperasi (Kemenkop)  mengindentifikasi tiga tantangan yang menyebabkan koperasi masih sulit menembus pasar global, yaitu: kualitas sumber daya manusia (SDM), pembiayaan, dan akses pasar.

“Setelah keliling Indonesia dan mendatabase koperasi-koperasi, ada beberapa tantangan koperasi untuk bisa naik kelas dan menjadi kelas global. Yang pertama adalah SDM-nya, yang kedua pembiayaan, yang ketiga pasar,” ujar Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah saat menghadiri pameran China International E-Commerce Industry (CIEIE) Indonesia 2 Sessie di Forum Area Hall C3, JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (4/9).

Mengatasai tantangan tersebut, Kemenkop menghadirkan sejumlah koperasi binaan dalam pameran CIEIE untuk memperluas peluang bisnis melalui pertemuan antara produsen dengan konsumen maupun antarprodusen. Pameran internasional menjadi salah satu sarana strategis untuk memperkenalkan produk koperasi ke pasar yang lebih luas.

Ia berharap koperasi yang telah memiliki produk berkualitas dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk menembus pasar ekspor. Sementara bagi koperasi yang belum masuk pasar global, pameran diharapkan mampu memberikan inspirasi dan mendorong mereka mempersiapkan diri menjadi pelaku usaha berorientasi ekspor.

Namun, Wamenkop menegaskan bahwa memasuki pasar global membutuhkan kesiapan, terutama dalam memenuhi standar mutu dan sertifikasi internasional. Karena itu, Kemenkop terus memberikan pendampingan agar koperasi dapat memenuhi berbagai persyaratan yang dibutuhkan.

“Kita dorong koperasi-koperasi yang memang memiliki produk kualitasnya sudah oke, tinggal memenuhi prasyarat sertifikasi-sertifikasi yang kemudian dilayani dan didampingi oleh Kementerian Koperasi agar memenuhi standar tersebut,” katanya.

Selain membuka akses pasar, Farida menyebut pameran internasional juga menjadi ruang pembelajaran bagi koperasi. Melalui ajang tersebut, koperasi dapat melihat praktik usaha dari pelaku lain yang telah lebih dulu berhasil menembus pasar ekspor.

Ia berharap koperasi yang sudah menjadi eksportir dapat berperan sebagai penggerak bagi koperasi lainnya. Dengan demikian, akan terbentuk kerja sama antarkoperasi dalam memperluas jaringan bisnis dan mempercepat proses masuk ke pasar global.

“Kalau mereka sudah masuk ke pasar global, sudah bisa menjadi eksportir agar bisa menarik koperasinya yang lain. Sehingga ada kooperatif antara koperasi yang sudah ekspor dengan koperasi-koperasi yang baru mau masuk ke pasar global,” ujar Farida.

Melalui penguatan kapasitas, akses pembiayaan, pendampingan sertifikasi, dan pembukaan pasar global, koperasi diharapkan mampu tumbuh menjadi kekuatan ekonomi kerakyatan yang berdaya saing internasional.

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Ekonomi & Bisnis

The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 : Akselerasi Energi Terbarukan Indonesia, Membuka Peluang Investasi, Membangun Ketahanan

JAKARTA, Bisnistoday — The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 resmi dibuka hari ini...

Ekonomi & Bisnis

PERKOSMI : Industri Kosmetik Tumbuh Pesat, Perlu Dikawal Bersama

JAKARTA, Bisnistoday – Industri kosmetik Indonesia merupakan salah satu industri yang terus...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop Siapkan Mesin Pascaproduksi bagi KDKMP Pada 2027

LAMPUNG, Bisnistoday – Kementerian Koperasi (Kemenkop) akan menyiapkan alat-alat mesin-mesin pascaproduksi untuk...

CEO Danantara
Ekonomi & Bisnis

Indonesia dan Rusia Jalin Kemitraan Bidang Pertanian, Energi dan Mineral, Pertahanan, hingga Perkapalan

JAKARTA, Bisnistoday – Indonesia sepakat membuka kemitraan dengan Rusia berbagai bidang industri...