PONTIANAK, Bisnistoday – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memberi perhatian pada sistem drainase Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Pontianak dan ketersediaan air bersih yang menjadi tantangan di berbagai wilayah Kalimantan Barat. Kesiapan infrastruktur dasar menjadi perhatian penting dalam menunjang aktivitas kegiatan belajar mengajar di sekolah rakyat.
Menteri Dody mengatakan sistem drainase di kawasan sekolah rakyat harus mampu mengalirkan air dengan baik dan tidak menimbulkan genangan. Saluran drainase kawasan SRT 2 Pontianak dapat diarahkan menuju saluran lingkungan yang selanjutnya bermuara ke sungai-sungai terdekat. Karena itu, kondisi saluran perlu dipastikan berfungsi sebelum kawasan sekolah digunakan secara penuh.
“Yang perlu hati-hati ini masalah drainase. Jangan sampai buntu. Ini harus kita koreksi, termasuk hal-hal minor lainnya, dan nanti sambil berjalan kita sempurnakan,” kata Menteri Dody saat meninjau SRT 2 Pontianak, Jumat (11/9).
Dalam peninjauan tersebut, Menteri Dody melihat langsung fasilitas sekolah, mulai dari ruang kelas, asrama siswa, dapur, ruang makan, toilet, hingga fasilitas penunjang lainnya. Menteri Dody meminta agar seluruh infrastruktur tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga dipastikan berfungsi dengan baik untuk mendukung kegiatan belajar dan kehidupan siswa sehari-hari.
Selain drainase, Menteri Dody juga memberi perhatian pada ketersediaan dan kualitas air. Saat ini suplai air ke kawasan SRT 2 Pontianak sekitar 2,3 liter per detik dan akan ditingkatkan sesuai kebutuhan. Persoalan tersebut dinilai perlu ditangani secara berkelanjutan mengingat karakteristik air di wilayah Pontianak.
“Ini satu hal yang harus kita pikirkan sama-sama, bagaimana agar air yang masuk ke sini tidak payau. Tapi tidak hanya masalah di sini. Kita bisa bicara masalah Kota Pontianak dan sekitarnya,” ujar Menteri Dody.
SRT 2 Kota Pontianak dibangun di atas lahan sekitar 5,1 hektare dengan 36 ruang kelas yang terdiri atas 18 ruang kelas SD, sembilan ruang kelas SMP, dan sembilan ruang kelas SMA. Sekolah tersebut memiliki kapasitas keseluruhan 1.080 siswa, dilengkapi asrama, ruang guru, dapur, ruang makan, toilet, laboratorium, fasilitas olahraga, fasilitas ibadah, serta fasilitas penunjang lainnya.
Sekolah tersebut saat ini telah dimanfaatkan sejak mulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 30 Juli 2026. Sebanyak 240 siswa telah menempati sekolah tersebut dan mengikuti kegiatan pendidikan dengan dukungan 14 guru.
Saat ini progres pekerjaan SRT 2 Kota Pontianak mencapai 99,35 persen per 9 September 2026. Pekerjaan konstruksi tinggal menyisakan pekerjaan minor dan penataan kawasan yang ditargetkan selesai sesuai masa kontrak pada 30 September 2026.
Menurut Menteri Dody, keberadaan SRT ini diharapkan membuka kesempatan lebih besar bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem untuk memperoleh pendidikan serta fasilitas penunjang yang layak. Karena itu, kesiapan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan kesungguhan siswa dalam belajar agar manfaat program dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Sekolah rakyat ini sangat positif. Melalui pendidikan, anak-anak dari keluarga berpenghasilan menengah ke bawah memiliki kesempatan memperbaiki kehidupan ekonominya. Fasilitasnya sudah disiapkan, sehingga mereka tinggal belajar dengan tekun dan rajin untuk mencapai cita-citanya,” tutur Menteri Dody./





































