www.bisnistoday.co.id
Kamis , 5 November 2026
Home HEADLINE NEWS Prospek Asia Tenggara Tetap Terhubung di Tengah Divergensi Pertumbuhan Ekonomi
HEADLINE NEWS

Prospek Asia Tenggara Tetap Terhubung di Tengah Divergensi Pertumbuhan Ekonomi

Pelabuhan
CRANE Memindahkan kontainer di perlabuhan./
Social Media

SINGAPURA, Bisnistoday – Prospek ekonomi Asia Tenggara dalam satu dekade mendatang masih menunjukkan ketahanan, meski arah pertumbuhan antarnegara mulai semakin beragam. Laporan From Tailwinds to Trade-Offs: Southeast Asia Outlook 2026- 2035 memproyeksikan enam negara dengan perekonomian terbesar di kawasan atau SEA-6-Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam tumbuh rata-rata 4,8 persen per tahun sepanjang 2026-2035.

Laporan yang merupakan kolaborasi Bain & Company, DBS Bank, dan Vriens & Partners tersebut menyebutkan bahwa pertumbuhan kawasan akan ditopang investasi asing, pembentukan modal, industrialisasi, pembangunan infrastruktur, serta peningkatan produktivitas melalui adopsi teknologi. Konsumsi domestik dan struktur demografi di sejumlah negara juga menjadi faktor pendukung.

Namun, pertumbuhan tersebut tidak berlangsung dengan pola yang sama. Perbedaan kekuatan institusi, ketahanan energi, dan kesiapan teknologi menjadi faktor yang semakin menentukan kemampuan masing-masing negara menghadapi guncangan ekonomi sekaligus menangkap peluang baru.

“Prospek pertumbuhan masing-masing negara tetap saling terkait erat melalui perdagangan, investasi, rantai pasok, energi, dan teknologi,” demikian salah satu temuan utama laporan tersebut.

Kinerja ekonomi selama 2024 dan 2025 memperlihatkan perbedaan tersebut. Secara agregat, SEA-6 mencatat pertumbuhan rata-rata 5,1 persen. Vietnam tumbuh 7,5 persen dalam periode dua tahun tersebut, sedangkan Thailand hanya 2,7 persen. Singapura, Malaysia, dan Vietnam tercatat melampaui rata-rata regional, antara lain didukung permintaan semikonduktor terkait AI, ekspor manufaktur, dan momentum investasi.

Di sisi investasi, arus masuk bersih penanaman modal asing langsung atau FDI ke SEA-6 meningkat 25 persen pada 2025. Sementara itu, volume perdagangan kawasan pada periode 2016–2025 mencapai sekitar 89 persen dari PDB regional. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya keterkaitan ekonomi antarnegara Asia Tenggara.

Laporan juga menempatkan Singapura sebagai salah satu simpul penting kawasan. Negara tersebut menarik lebih dari 60 persen FDI kawasan dan menjadi sumber FDI terbesar bagi Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Peran tersebut memperkuat posisi Singapura sebagai penghubung modal dan peluang bisnis di Asia Tenggara.

Ke depan, laporan mengidentifikasi tiga prioritas utama, yakni memperkuat ketahanan institusi, meningkatkan sistem energi, serta menangkap potensi ekonomi dari artificial intelligence (AI). Adopsi AI dalam skala perusahaan dinilai membutuhkan tata kelola data, infrastruktur komputasi, dan pengembangan tenaga kerja yang memadai.

Memasuki persiapan Singapura sebagai Ketua ASEAN 2027, laporan menekankan pentingnya menjaga kawasan tetap terbuka dan saling terhubung. Proyeksi pertumbuhan 4,8 persen dinilai dapat dicapai, tetapi hasil akhirnya akan sangat bergantung pada pilihan kebijakan dan kemampuan negara-negara kawasan mengubah momentum saat ini menjadi pertumbuhan yang berkelanjutan./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Pameran SIAL
HEADLINE NEWS

SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 Perkuat Koneksi Bisnis Dan Akses Pasar Global Bagi Industri F&B

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 resmi dibuka hari...

GEDUNG BEI
HEADLINE NEWS

Potensi Arus Keluar Dana Asing hingga USD 11 Miliar Membayangi Pasar Saham

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai tekanan terhadap pasar...

Kabareskrim
HEADLINE NEWS

Bareskrim Ungkap Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden hingga Tokoh Politik

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mengungkap dugaan praktik penyadapan telepon...

Menperin
HEADLINE NEWS

PMI Manufaktur Membaik, Menperin Sarmuji Yakin Industri Bergerak Maju

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Oktober 2026 mencapai...