www.bisnistoday.co.id
Rabu , 30 September 2026
Home NASIONAL & POLITIK Nasional Pemkot Bandung Tingkatkan Kewaspadaan ISPA dan ILI, Faskes Perkuat Deteksi Dini
Nasional

Pemkot Bandung Tingkatkan Kewaspadaan ISPA dan ILI, Faskes Perkuat Deteksi Dini

Social Media

BANDUNG, Bisnistoday.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung meningkatkan kewaspadaan terhadap Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan Influenza-like Illness (ILI) setelah pemantauan surveilans menunjukkan adanya peningkatan kasus penyakit pernapasan pada minggu ke-35 dan ke-36 tahun 2026.

Langkah tersebut dituangkan melalui Surat Edaran Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung Nomor 17598-Dinkes/2026 tentang Peningkatan Kewaspadaan ISPA dan ILI di Kota Bandung yang ditetapkan pada 17 September 2026.

Berdasarkan pemantauan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), terdapat peningkatan kasus penyakit pernapasan pada minggu ke-35 dan ke-36 tahun 2026.

Meski demikian, peningkatan tersebut belum memenuhi kriteria sinyal kewaspadaan berdasarkan ambang batas yang ditetapkan. Dinkes Kota Bandung tetap meminta penguatan deteksi dini, surveilans, pencegahan, pengendalian, dan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan kasus ISPA dan ILI.

Faskes di Bandung Diminta Perkuat Deteksi ISPA

Dinkes Kota Bandung meminta seluruh rumah sakit dan puskesmas meningkatkan deteksi dini terhadap kasus penyakit pernapasan serta memperkuat surveilans dan pelaporan melalui SKDR.

Fasilitas pelayanan kesehatan juga diminta meningkatkan langkah pencegahan penularan penyakit pernapasan, baik di lingkungan fasilitas kesehatan maupun masyarakat.

Selain itu, edukasi kepada masyarakat perlu diperkuat. Warga diimbau tetap tenang dan waspada serta tidak menyebarluaskan informasi kesehatan yang belum terverifikasi.

Informasi mengenai ISPA dan ILI di Kota Bandung diharapkan berasal dari sumber resmi dan dapat dipertanggungjawabkan.

Diimbau Pakai Masker Saat Sakit

Masyarakat yang mengalami batuk, pilek, demam, atau gejala infeksi saluran pernapasan dianjurkan menggunakan masker, terutama ketika berada di tempat ramai atau fasilitas pelayanan kesehatan.

Warga juga diminta menerapkan etika batuk dan bersin, mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, serta memastikan sirkulasi udara yang baik di rumah, sekolah, tempat kerja, dan lokasi berkumpul.

Bagi warga yang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan, Dinkes mengimbau untuk beristirahat di rumah dan mengurangi kontak dekat dengan orang lain hingga kondisi membaik.

Pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan perlu segera dilakukan apabila gejala memburuk atau muncul tanda bahaya.

Beberapa tanda bahaya yang perlu diperhatikan antara lain sesak napas atau napas sangat cepat, tarikan dinding dada ke dalam saat bernapas, bibir, lidah, atau ujung kuku membiru, serta demam tinggi di atas 38 derajat Celsius yang berlangsung lebih dari tiga hari.

Penurunan kesadaran serta kondisi anak yang tidak mau menyusu atau makan dan minum juga menjadi tanda yang memerlukan pemeriksaan medis.

Masyarakat juga dianjurkan mengikuti imunisasi sesuai program dan rekomendasi tenaga kesehatan.

Penguatan kewaspadaan ISPA dan ILI tidak hanya dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan. Seluruh puskesmas di Kota Bandung diminta memantau SKDR setiap hari kerja dan memastikan laporan dari seluruh unit pelayanan di wilayah kerja tercatat serta dilaporkan tepat waktu.

Puskesmas juga diarahkan melakukan analisis perkembangan kasus ISPA dan ILI berdasarkan waktu, tempat, dan orang. Setiap sinyal atau alert SKDR maupun informasi mengenai peningkatan kasus yang tidak lazim harus dilakukan verifikasi.

Pemantauan juga mencakup kemungkinan pengelompokan kasus penyakit pernapasan di sekolah, pesantren, tempat kerja, asrama, panti, maupun lokasi lainnya.

Apabila hasil verifikasi menunjukkan adanya peningkatan atau pengelompokan kasus yang membutuhkan tindak lanjut, puskesmas diminta melakukan investigasi epidemiologi.

Puskesmas juga harus memastikan penerapan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), serta melaporkan hasil verifikasi sinyal atau alert kepada Dinkes Kota Bandung paling lambat 24 jam sejak sinyal diterima sesuai mekanisme yang berlaku.

Sementara itu, rumah sakit, klinik, dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap pasien dengan gejala ISPA atau ILI.

Fasilitas kesehatan juga diminta melakukan pencatatan dan pelaporan secara lengkap, akurat, dan tepat waktu serta menerapkan PPI.

Kewaspadaan turut diarahkan terhadap peningkatan pasien dengan infeksi saluran pernapasan yang membutuhkan rawat inap. Fasilitas kesehatan diminta melakukan pengambilan spesimen dan pemeriksaan laboratorium sesuai indikasi dan jejaring surveilans.

Tata laksana dan rujukan juga dilakukan sesuai kondisi klinis pasien serta pedoman yang berlaku.

Puskesmas Bandung Diminta Koordinasi dengan Kewilayahan

Untuk memperkuat pencegahan penyakit pernapasan di masyarakat, puskesmas diminta berkoordinasi dengan kecamatan, kelurahan, satuan pendidikan, dan tempat kerja.

Koordinasi mencakup penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, penyediaan sarana kebersihan tangan, serta menjaga kebersihan dan sirkulasi udara di dalam ruangan.

Masyarakat yang sedang sakit juga diimbau beristirahat dan mengurangi kontak dengan orang lain.

Apabila ditemukan peningkatan atau pengelompokan kasus penyakit pernapasan, unsur kewilayahan diminta segera berkoordinasi dengan puskesmas untuk dilakukan penanganan sesuai kondisi di lapangan.

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Bandara Seota
Nasional

Hutama Karya Bangun “Integrated Building” Bandara Soeta, Integrasikan Berbagai Moda Transportasi

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) tengah mengerjakan Proyek...

Nasional

Tokoh Muda NU Mempertanyakan Tudingan Rp480 Miliar Mengalir ke Muktamar NU

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Isu dugaan aliran dana senilai Rp480 miliar yang dikaitkan...

PLN Icon Plus
Nasional

Ciptakan Keamanan Kerja, PLN Icon Plus Hadiri Sosialisasi Keselamatan Ketenagalistrikan

PALEMBANG, Bisnistoday.co.id - PLN Icon Plus turut menghadiri kegiatan Sosialisasi Keselamatan Ketenagalistrikan...

Nasional

Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi Perlu Dikaji, UPI Soroti Kecukupan Anggaran

SUBANG, Bisnistoday.co.id  – Wacana pendidikan gratis hingga perguruan tinggi perlu dikaji secara...