JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Novel Ladinda dan Lelaki Patah Hati karya Mooseboo kini hadir dalam bentuk buku cetak setelah sebelumnya meraih penghargaan Wattys Award kategori Romance. Novel yang memadukan romansa, kehidupan profesional, dan konflik korporasi ini diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama.
Novel tersebut telah terbit pada 30 September 2026 dengan ketebalan 408 halaman. Mengusung genre romansa urban, drama pekerjaan, dan investigasi korporat, buku ini membawa kisah cinta lama ke dalam konflik yang melibatkan dunia jurnalistik dan hukum korporasi.
Cerita berpusat pada Ladinda Arsyandini atau Ladin, seorang reporter Aktual TV yang tengah menyelidiki kasus pencemaran lingkungan yang melibatkan PT Textama. Kasus tersebut menjadi lebih kompleks ketika Ladin mengetahui bahwa pengacara baru perusahaan itu adalah Kemal Nalapraya, laki-laki yang selama 12 tahun berusaha ia lupakan.
Pertemuan Ladin dan Kemal tidak berlangsung dalam situasi romantis. Keduanya justru berada di posisi profesional yang berseberangan. Ladin berusaha mendapatkan informasi mengenai kasus yang berdampak terhadap masyarakat, sedangkan Kemal memiliki tanggung jawab untuk menjaga kepentingan PT Textama sebagai pengacara korporat.
Perbedaan profesi tersebut menjadi bagian penting dalam konflik cerita. Kepentingan jurnalistik Ladin untuk mengungkap informasi berhadapan dengan tanggung jawab profesional Kemal terhadap kliennya. Pada saat yang sama, pertemuan tersebut kembali membuka persoalan hubungan yang belum sepenuhnya selesai.
Profesi kedua tokoh tidak hanya menjadi latar belakang karakter. Ladin digambarkan menjalani pekerjaannya sebagai reporter dengan mengejar informasi dan narasumber, sementara Kemal menjalankan perannya sebagai pengacara yang menangani kepentingan hukum perusahaan.
Kasus pencemaran lingkungan kemudian menjadi penggerak yang mempertemukan kepentingan pekerjaan dan persoalan personal keduanya. Konflik tersebut memberikan ruang bagi cerita untuk membahas benturan antara pekerjaan, idealisme, dan hubungan masa lalu.
Di sisi romansa, hubungan Ladin dan Kemal dibangun melalui trope second-chance romance dan enemies-to-lovers. Keduanya memiliki sejarah panjang sehingga pertemuan kembali setelah 12 tahun tidak hanya menghadirkan persoalan pekerjaan, tetapi juga perasaan yang belum sepenuhnya terselesaikan.
Selain hubungan dengan Kemal, Ladin juga menghadapi persoalan personal dari hubungan yang tidak sehat. Karakternya digambarkan berani dan kritis dalam pekerjaan, tetapi masih membawa luka dari masa lalu. Perjalanan tersebut menjadi bagian dari proses Ladin dalam memahami dirinya dan menentukan pilihan.
Kisah Ladinda dan Lelaki Patah Hati sebelumnya menjadi pemenang Wattys kategori Romance. Kini cerita tersebut hadir dalam format buku cetak dan dapat diperoleh melalui Gramedia.
Dengan memadukan kisah cinta, dunia kerja, dan investigasi korporat, novel karya Mooseboo ini membawa pertemuan kembali dua orang dari masa lalu ke dalam persoalan profesional yang mempertemukan reporter dan pengacara di tengah kasus pencemaran lingkungan. (E2-KHAYLILA SAFITRI)







































