JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menegaskan sektor industri merupakan tumpuan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi sekaligus penyerapan tenaga kerja nasional. Ia juga menegaskan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan melanjutkan program strategis yang telah dirintis sekaligus membuka ruang bagi terobosan baru.
Hal itu disampaikan Sarmuji dalam serah terima jabatan Menteri Perindustrian dari Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Jumat (2/10). Sarmuji sebelumnya dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Perindustrian di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10).
“Kita semua tahu bahwa sektor industri adalah sektor yang sangat vital bagi republik ini. Sektor industri adalah tumpuan dan harapan agar kita bisa melakukan leverage bagi pertumbuhan ekonomi dan juga menjadi daya ungkit bagi penyerapan tenaga kerja,” kata Menperin dalam sambutannya.
Ia mengajak seluruh pejabat dan keluarga besar Kemenperin bergotong royong menjalankan tugas pembangunan industri nasional, dengan tujuan utama meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sarmuji juga memberikan penghargaan kepada Agus Gumiwang Kartasasmita, yang dinilainya telah meletakkan fondasi yang baik bagi langkah Kemenperin. “Apa yang sudah dirintis oleh Pak Agus Gumiwang sebagai Menteri tentu harus kita lanjutkan. Kita akan teruskan apa-apa yang sudah dicapai dan apa yang sudah diletakkan akan kita perkuat kembali,” ungkapnya.
Menurut Menperin, kesinambungan kebijakan penting agar pembangunan industri berjalan optimal. Namun, kesinambungan itu perlu dibarengi keberanian menghadirkan gagasan baru. Ia meminta jajaran Kemenperin tidak hanya berkutat pada persoalan, tetapi juga membaca setiap peluang yang dapat dimanfaatkan.
“Kita harus memiliki mimpi-mimpi besar di Kementerian ini. Kita harus membaca setiap peluang untuk meningkatkan sektor industri ini menjadi tumpuan bagi pembangunan kita. Mari kita berpikir mengenai opportunity, apa yang bisa kita lakukan untuk menjadikan sektor industri ini sebagai leverage bagi pembangunan ekonomi kita,” tuturnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Kemenperin akan memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk asosiasi dan pelaku industri. Menperin menekankan pentingnya komunikasi yang erat dengan dunia usaha agar kebijakan pemerintah mampu merespons kebutuhan industri dan menjawab tantangan yang berkembang.
“Nanti apa saja yang harus kita bicarakan, siapa saja yang harus kita temui, siapa saja yang kita ajak berkolaborasi, akan kita tentukan. Tetapi yang paling penting adalah mari kita membangun mimpi-mimpi besar, menjadikan sektor industri ini lebih kuat lagi,” ujar Sarmuji.
Di lingkungan internal Kemenperin, Sarmuji menginginkan suasana kerja yang terbuka, sehingga jajaran Kemenperin dapat berdiskusi, berdialektika, serta memberikan masukan terhadap kebijakan yang akan diambil.
“Saya meminta secara pribadi kepada seluruh pejabat Kementerian Perindustrian untuk kita bisa saling mengingatkan. Kalau ada hal yang perlu diingatkan kepada saya, jangan sungkan-sungkan,” pintanya.
Ia juga meminta agar tidak ada sekat berlebihan antara pimpinan dan jajaran. “Jangan memberikan penghormatan berlebih kepada saya, jangan memberikan pelayanan berlebih kepada saya. Penghormatan dan pelayanan yang berlebih itu akan menciptakan sekat-sekat bagi kita semua, yang membatasi kita untuk bisa berdiskusi, berdialektika, memberikan masukan dan memberikan saran terhadap kebijakan-kebijakan yang akan kita ambil,” jelasnya.
Menperin optimistis dapat membangun kerja sama yang solid dengan Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza. Kedekatan dan pengalaman bekerja bersama sebelumnya diharapkan menjadi modal untuk memperkuat kekompakan kepemimpinan Kemenperin. Menurutnya, soliditas internal harus berjalan beriringan dengan kolaborasi eksternal, karena berbagai tantangan pembangunan industri tidak dapat diselesaikan oleh Kemenperin sendiri.
“Kita bisa membangun tim yang lebih solid dan bisa bekerja sama. Saya juga meminta dukungan seluruh hadirin dan asosiasi industri. Sangat penting bagi kita untuk berkolaborasi,” tutur Menperin.
Dengan kesinambungan program serta kolaborasi bersama dunia usaha, asosiasi, dan seluruh pemangku kepentingan, sektor industri diharapkan semakin kuat sebagai tumpuan pembangunan ekonomi, peningkatan daya saing, dan penyerapan tenaga kerja nasional./







































