TANGSEL, Bisnistoday.co.id– Sebagai wadah pengembangan kreativitas murid, memperkuat karakter, serta memperkenalkan budaya Indonesia, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengajak murid-murid Indonesia untuk berpartisipasi dalam Enikki Festa 2026/2027. Mengusung tema “Inilah Hidupku”, ajang ini mendorong anak-anak menyuarakan perdamaian dengan menghasilkan karya dari pengalaman menarik yang dapat dibagikan kepada anak-anak lainnya dari belahan dunia.
“Bagi dunia pendidikan, program ini bukan hanya kegiatan menggambar. Enikki Festa menjadi sarana edukatif bagi murid Indonesia untuk belajar mengamati, merefleksikan pengalaman, serta mengekspresikan gagasan dan perasaan melalui karya,” ungkap Kepala Biro Kerjasama Kemendikdasmen, Sholahuddin, saat membuka Sosialisasi Enikki Festa 2026/2027, di Tangerang Selatan, Kamis (5/11).
Lebih lanjut, Sholahuddin menilai bahwa Enikki Festa sejalan dengan arah kebijakan Kemendikdasmen. Melalui kegiatan menggambar dan menulis, murid tidak hanya mengembangkan kemampuan menghafal, tetapi juga melakukan Pembelajaran Mendalam dengan memahami, menghubungkan pengetahuan dengan pengalaman nyata, serta mengekspresikan kreativitas dengan karya.
Selain itu, Enikki Festa juga turut mendukung penguatan karakter melalui pembiasaan positif. Proses menuangkan pengalaman ke dalam gambar dan tulisan menurutnya dapat melatih murid untuk membangun sikap kejujuran, rasa syukur, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.
“Ajang ini juga mendorong murid untuk mengembangkan literasi. Dengan demikian, karya yang dihasilkan menjadi wujud nyata kemampuan berbahasa dan literasi yang tergambar melalui aktivitas yang menyenangkan serta kontekstual,” terang Sholahuddin.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) periode 2025-2026, Ananto Kusuma Seta, mengatakan bahwa Enikki Festa tidak hanya menjadi ajang kompetisi seni, tetapi juga sebuah platform untuk menyampaikan gagasan, pengalaman, dan pesan kemanusiaan melalui imajinasi.
Dalam konteks pendidikan karakter, Ananto menilai kompetisi ini juga relevan untuk memperkuat pesan persahabatan dan perdamaian di tengah meningkatnya tantangan sosial, seperti perundungan, kekerasan, dan ujaran kebencian. Lewat karya seni, anak-anak diajak untuk menyampaikan pesan positif dan membangun hubungan yang saling menghargai.
“Program ini perlu kita pandang sebagai salah satu ruang bagi anak-anak untuk menyampaikan pesan persahabatan dan perdamaian. Energi serta kreativitas mereka sebaiknya diarahkan untuk menghasilkan karya yang membawa pesan positif, bukan justru digunakan untuk menyebarkan kebencian,” ujar Ananto.
Ananto berharap partisipasi murid Indonesia dalam Enikki Festa 2026/2027 semakin meningkat. Semakin banyak murid yang terlibat, semakin luas pula kesempatan bagi Indonesia untuk menampilkan karya-karya berkualitas di tingkat internasional. “Kami berharap karya terbaik murid Indonesia dapat memperoleh pengakuan sekaligus memperkuat citra bangsa melalui kreativitas generasi muda,” tutur Ananto.
Prestasi Murid Indonesia di Enikki Festa 2024/2025
Pengalaman mengikuti kompetisi internasional menjadi kesempatan berharga bagi Ni Kadek Ayunindita Gayatri, murid SMP Negeri 103 Jakarta, untuk memperkenalkan kekayaan budaya Bali kepada dunia. Bersama guru dan kedua orang tuanya, Nindi membagikan pengalamannya saat proses menggambar hingga mendapatkan penghargaan.
Ketertarikan Nindi terhadap kompetisi tersebut bermula ketika dirinya masih duduk di kelas 5 SD. Informasi tersebut ia peroleh dari guru di SDN Pekayon 05, sekaligus menjadi titik awal dalam membangkitkan semangatnya untuk mencoba hal baru.
“Pada lomba itu saya mengangkat pengalaman mengikuti tradisi budaya Bali, yakni upacara Melasti dan pawai ogoh-ogoh menjelang Hari Raya Nyepi pada 2024. Gambar itu saya kerjakan kurang lebih satu minggu di atas kertas berukuran A4, lengkap dengan cerita yang menggambarkan pengalaman dan makna tradisi yang diangkat,” kata Nindi.
Bagi Nindi, penghargaan di ajang Enikki Festa 2024/2025 tidak hanya pencapaian pribadi, namun juga kesempatan untuk memperkenalkan budaya Bali kepada masyarakat internasional. “Semoga pengalaman ini dapat menginspirasi murid-murid SD di seluruh Indonesia agar tidak ragu mengangkat kekayaan budaya lokal ke panggung dunia. Jangan ragu untuk berkarya dan mencintai tradisi kita, matur suksma,” tutup Nindi.
Kompetisi Enikki Festa 2026/2026 ditujukan untuk anak berusia 6 – 12 Tahun. Untuk mengikuti kompetisi ini, peserta harus membuat satu karya yang terdiri dari tiga halaman dan dibuat pada kertas berukuran A4. Karya tersebut dapat dikirim sebelum 30 November 2026 ke surel incu.moec@gmail.com. Informasi selengkapnya dapat diakses melalui laman https:/bit.ly/PendaftaranEnikkiFesta2026./







































